The Ghost Prince

The Ghost Prince
Bukan Darren


__ADS_3

Reine menyisir rambutnya sambil memandang kecantikannya sendiri melalui cermin di depan. Semakin hari wajahnya terlihat semakin bersinar. Reine berpikir kalau semua ini karena dia hamil. Selama ini Reine tidak pernah melakukan perawatan apapun. Rada tidak mungkin jika wajahnya mendadak cantik seperti sekarang.


Pintu terbuka lebar. Pangeran Dalson muncul dengan tatapan tajam favoritnya. Dari cara pria itu memandangnya Reine sudah tahu kalau yang datang bukan Darren kekasihnya.


"Ada apa? Kenapa malam-malam seperti ini dia datang?" batin Reine dengan bingung. Dia segera meletakkan sisir yang dia genggam lalu menyambut kedatangan Pangeran Dalson. "Selamat malam, Pangeran."


Pangeran Dalson langsung berbaring di atas ranjang tanpa menjawab pertanyaan Reine. Hal itu membuat Reine kebingungan. Tidak biasanya Pangeran Dalson mau tidur di kamar itu.


"Pangeran, apa anda tidak salah kamar?" tanya Reine mulai ragu.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak suka jika aku di sini?" ketus Pangeran Dalson. Karena tidak mau ribut, Reine segera naik ke atas tempat tidur untuk istirahat. Wanita itu menjaga jarak sejauh mungkin agar dia dan Pangeran Dalson tidak sampai bersentuhan.


Reine yang memang sangat kelelahan kini terlelap lebih dulu. Sedangkan Pangeran Dalson masih memandang langit-langit kamar sambil memikirkan seseorang yang selama ini menggunakan raganya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Sampai detik ini buktinya tidak terjadi hal apapun di kamar ini. Tidak ada yang mencurigakan. Lalu, apa yang aku lakukan di kamar ini? Kenapa tanpa sadar aku bisa tidur di ranjang ini?" gumam Pangeran Dalson di dalam hati. "Darren. Ya. Selama ini Reine menyebut nama pria itu. Apa pria itu yang sudah menggunakan tubuhku selama ini? Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa menjadi dia?"


"Ya. Sekarang aku tahu bagaimana caranya membuat Reine memandangku sebagai Darren." Pangeran Dalson segera turun dari tempat tidur dan berdiri di depan cermin. Pria itu mengatur ekspresi wajahnya agar terlihat tenang. Memang sangat sulit bagi Pangeran Dalson karena selama ini dia memang pria yang cukup dingin dan terkenal dengan tatapannya yang menakutkan.


Sudah berjam-jam Pangeran Dalson membuat tatapan tenang milik Darren. Hingga pada akhirnya dia berhasil. Pria itu tersenyum melihat wajahnya sendiri di depan cermin.

__ADS_1


"Sekarang saatnya." Pangeran Dalson memutar tubuhnya lalu memandang ke arah Reine. Dia ingin melangkah untuk mendekati Reine. Namun entah kenapa dia masih ragu. Pangeran Dalson takut sampai ketahuan.


Reine tiba-tiba terbangun dan duduk di atas ranjang. Wanita itu memandang ke arah Pangeran Dalson. Kali ini Pangeran Dalson mempertahankan cara memandangnya agar Reine tidak curiga.


"Darren, apa itu kau?" tanya Reine ragu. Wanita itu segera turun dari tempat tidur. Dia melangkah mendekat dengan ragu-ragu sebelum akhirnya berhambur ke dalam pelukan Pangeran Dalson. "Darren, akhirnya kau muncul. Ada banyak sekali hal yang ingin aku katakan padamu," lirih Reine. Entah kenapa kini wanita bicara sambil menangis.


Pangeran Dalson terlihat kebingungan. Tidak mau sampai penyamarannya ketahuan, dia bersikap manis di depan Reine. Pria itu memeluk Reine lalu mengusap punggungnya dengan lembut.


"Ada apa? Sekarang aku di sini. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi."

__ADS_1


__ADS_2