
Suasana aula mendadak tegang ketika teriakan dari Elize menggema ke seluruh penjuru ruangan, mengejutkan Arthur yang berdiri bersama dengan Mike Regard dan ayahnya, di tempat lain Luna menggenggam erat tangan Iori dan nampak gugup, tangannya cukup bergetar dan berkeringat, dan untuk Zen, dia hanya berdiri dengan senyum kecil yang ia sembunyikan dengan wajah pura panik - panik.
"Kenapa ayah tiba - tiba memutuskan hal ini sendiri tanpa adanya keputusan dariku dan juga Luna... Apa ayah sudah gila..." Elize berjalan cepat mengarah ke Arthur dan berhenti beberapa meter di depannya.
Jauh di dalam mata Arthur terdapat sebuah penyesalan hebat tentang keputusan nya yang sekarang, tapi dia tidak dapat menunjukkan nya walau hanya sedikit karena ini menyangkut masalah kedamaian kerajaan.
"Ayah tidak memutuskan ini dengan sendirinya... Ayah juga sudah mendapatkan persetujuan dari ibumu..." Jawab Arthur dengan wajah penuh wibawanya.
"Tidak mungkin... Ibu tidak akan melakukan itu..." Luna bergerak maju ikut mendukung Elize tentunya dengan Iori yang dia seret ikut bersamanya maju ke depan Arthur.
"Tapi tuan putri... Apa yang dikatakan yang mulia memang benar... Aku juga ada Disana saat dia menyetujui perjodohan ini..." Duke Regard berbicara dengan nada puas seolah mengejek Protes yang dilayangkan oleh Elize dan Luna.
"Bagaimanapun aku tidak akan menyetujui nya... Aku tidak akan pernah mau menjadi pasangan dari Laki - laki hina seperti nya..." Teriak Elize menunjuk Mike dengan tatapan marah.
"Elize jaga mulutmu!!" Balas Arthur ikut berteriak memperingati Elize, membuat Elize terdiam seketika dan memasang wajah tidak percaya kalau ayahnya akan benar benar menjodohkan dia dan adiknya ke Mike Regard.
"Sudahlah yang mulia... Anda tidak perlu berteriak seperti itu... Aku juga yakin kalau dia memang belum bisa menerima ini, tapi aku yakin lama kelamaan dia pasti akan menerima ku..." Ucap Mike berjalan mendekat ke Elize yang kala itu sudah siap dengan posisi menyerangnya.
"Benar bukan... Sayang..." Ucapnya lagi dengan tatapan mata yang genit seolah menggoda Elize dan Luna.
"Lancy!!!" Panggil Elize terhadap Relicnya kemudian dengan segera dia mencoba menyerang Mike yang berada di depan.
"Kakak Berhenti!!!" Luna melepaskan genggaman tangannya dari Iori dan berusaha menghentikan pergerakan cepat Elize.
"Elize!!!" Dengan reaksi sama seperti Luna Arthur berteriak.
"Shadow Magic : Confinement Of Being" Zen yang dengan segera merapalkan sihirnya sesaat sebelum serangan Elize benar benar menembus perut Mike yang terdiam kaku karena aura dari Elize begitu menekannya.
Bayangan di bawah Kaki Elize membesar dan mengeluarkan sejumlah tangan yang segera mengunci pergerakannya, membuat Elize berhenti bergerak dan menjatuhkan Lancy.
"Kerja bagus pejuang... Terima kasih karena sudah menghentikan nya..." Ucap Mike dengan wajah senang berjalan mendekati Elize yang masih terkunci oleh sihir Zen.
"Apa yang kau lakukan Zen... Kau adalah ksatria ku... Jadi lepaskan aku..." Elize meronta berusaha melepaskan diri dari sihir Zen tapi hasilnya nihil.
"Lihat ksatria mu saja sudah menyetujui pernikahan kita, jadi terima saja yah tuan putri Eli-"
Bruakkk... Zen memainkan tangannya menggerakkan sebuah tangan bayangan untuk memukul mundur Mike menjauh dari Elize sebelum dia selesai dengan kalimatnya.
Perbuatan nya itu memancing perhatian semua orang menuju ke Zen dan dengan tatapan santai Zen tersenyum senang.
"Siapa bilang aku menyetujui nya" Zen memainkan jarinya lagi menggerakkan tangan bayangan itu untuk mengangkat tubuh Mike ke udara dan mencekiknya dengan kuat.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan... Hentikan itu apa kah mau membunuh anakku dasar pejuang bodoh... Berani sekali kau melakukannya pada bangsawan seperti kami..." Teriak Duke Regard dengan wajahnya yang penuh amarah.
"Berisik!! Biarkan aku menyelesaikan ini dulu setelah itu baru kau..." wajah santai Zen berubah menjadi Sorot mata biru yang membunuh menusuk ke Duke Regard dan membuatnya diam terpaku.
"Aku melakukan ini agar dramanya tidak langsung selesai, karena kalau kau mati akan sangat sia sia aku menunggu pesta ini..." Ucap Zen lagi menambah kekuatan cekikan leher Mike.
"Jangan membunuh nya pejuang Zen..." Teriak Arthur menghentikan Zen yang kelihatan jauh berbeda dari sebelumnya seolah dia adalah makhluk buas dengan tatapan mata biru yang menakutkan.
Bruakkk... Zen menghantamkan tubuh Mike ke lantai aula dengan kekuatan yang diminimalisir agar tidak membunuhnya.
"Kau pikir apa yang akan kau lakukan pada putri Elize di saat ada aku yang menjadi ksatria nya?" Zen berjongkok di dekat tubuh Mike yang tidak bergerak karena mungkin mengalami sedikit patah tulang.
"Tenang saja... Aku akan menyembuhkan mu sekarang... [Carta]" Zen memanggil secarik kertas Relic nya, kemudian membayangkan Relic milik Yuuna Yuragi yang berbentuk Gelang untuk menyembuhkan, dan kini di pergelangan tangannya tiga buah gelang berwarna putih muncul dan dengan segera dia menyembuhkan Mike karena kepraktisan penggunaan Relic milik Yuuna dimana penyembuhan akan aktif ketika menyentuh tubuh orang yang ingin di sembuhkan.
Semua yang berada di aula terdiam dalam keterkejutan, terutama Yuuna Yuragi sendiri yang melihat Relic nya di gunakan oleh Zen.
"Sudah... Bagaimana apa kau merasa baikan..." Tanya Zen dengan polosnya ketika Mike membuka matanya dan memandang takut wajah Zen yang tersenyum.
"Menjauh dariku..." Mike duduk kemudian menyeret tubuhnya mundur dari Zen seolah sangat ketakutan.
"Dasar tidak sopan... Aku sudah menyelamatkan nyawamu dari serangan Putri Elize barusan... Setidaknya berterima kasihlah..."
"Kau ingin membunuhku..."
"Kurasa aku sudah puas dengan drama tadi... Setidaknya aku ingin pesta ini menjadi lebih meriah..." Sambung nya melirik ke arah Duke Regard.
"Lakukan sesuatu dengan pejuang itu yang mulia... Dia benar benar tidak waras..." Ucap Duke Regard yang merinding ketika Zen menatapnya.
"Berhenti Disana pejuang Zen dan jangan melakukan apapun lagi... Apa yang kau lakukan adalah sebuah pelanggaran karena sudah menentang keputusan ku..." Ucap Arthur mengikuti perintah dari Duke Regard.
"Tapi yang mulia saya tidak menentang keputusan anda... Saya hanya bertindak selayaknya Ksatria Putri Elize dan saya hanya melindunginya..." Berakting dengan cukup buruk, Zen memainkan ekspresi nya seolah memang membela diri di pengadilan.
"Sudah cukup jangan lakukan apa apa lagi, karena Luna dan Elize akan tetap menjadi pasangan dengan Mike.. kau tidak bisa membatalkan nya..."
"Maaf yang mulia... Tapi..." Zen berjalan mendekati Elize yang tidak bergeming sama sekali menyaksikan perbuatan Zen dari tadi.
"Putri Elize adalah Milik saya... Dan saya tidak akan memberikannya pada siapapun... Jadi kalau ada yang ingin mempersunting nya maka dia harus melangkahi saya dulu" Zen mendekap Elize kedalam pelukannya dan anehnya Elize hanya menurut dengan wajah yang memerah setelah mendengar ucapan dari Zen, bahkan seluruh hadirin yang menghadiri pesta penyambutan di buat kaget setengah mati dengan pernyataan dari Zen.
"Apa yang kau katakan... Kau tidak bisa melakukan itu..." Teriak Duke Regard dengan sangat marah.
"Ahhh... Benarkah... Lalu apa yang akan kau dan putra berengsek mu itu akan lakukan?" Tantang Zen masih mendekap Elize dan wajahnya sangat menjengkelkan bagi Duke Regard dan Mike yang masih duduk bersimpuh karena takut pada Zen.
__ADS_1
"Yang Mulia... Berikan keputusan anda... Dia sudah berani memberontak pada anda" Degan senyum jahatnya Duke Regard meminta bantuan dari Arthur.
"Hooo... Kau menyebut ku memberontak? Tidak salah?" Zen akhirnya melepaskan pelukan dari Elize dan menghilang sesaat dalam bayangan nya setelah itu kembali lagi dengan membawa beberapa kertas yang merupakan dokumen dari ruang kerja Regard.
"Itu!!!" Wajah panik tergambar di wajah Regard bersama dengan rasa takut yang menyelimuti batinnya, dan wajahnya sudah mulai berkeringat.
"Hooo... Kenapa... Kau ketakutan?" Tanya Zen dengan wajah yang sama menjengkel nya seperti sebelumnya.
"Darimana kau mendapatkan itu... Jangan bilang kalau kau menyusup ke dalam mansion keluarga ku..." Jawab Regard dengan panik.
"Kalau memang benar... Apa yang terjadi?"
"Berani sekali kau..."
"Duke Regard apa sebenarnya itu..." Tanya Arthur yang merasa curiga dengan kepanikan dan ketakutan Regard.
"Yang mulia... Itu... Itu" Bola mata Duke Regard bermain karena panik dengan jawaban apa yang harus di berikan kepada yang mulia.
"Singkatnya ini adalah berkas yang berisi penandatangan palsu dari dewan kerajaan untuk beberapa toko yang ia rampas di kota... Dengan alasan belum membayar pajak dia menyita beberapa toko di ibukota dan menyogok hakim istana agar toko toko itu menjadi miliknya... Dan dari yang kulihat dia sudah menyita hampir seperempat Bagian kerajaan di sebelah gerbang Utara..." Jelas Zen membuka satu persatu dokumen yang ada di tangannya, membuat Arthur ternganga dengan penjelasan yang tidak pernah ia sangka.
"Duke Regard apa yang sudah kau lakukan dengan lahan lahan itu..." Arthur berteriak karena merasa marah.
"Sepertinya dia akan membuat sebuah distrik hiburan..." Ucap Felix memegang secarik kertas bertuliskan rencana pemanfaatan lahan.
"Di tengah tengah kepanikan perang ini kau ingin membuat distrik hiburan... Apa kau sudah gila... Kau hanya akan melemahkan kepercayaan rakyat dan juga para pasukan..."
"Dan Juga..." Terletak di bagian terakhir dokumen, Zen meraih kertas tipis yang berisi tulisan perdamaian.
"Sialan... Kau menghancurkan rencana ku..." Duke Regard berlari ketika sudah meraasa terpojok saat melihat satu satunya alat negosiasi atau ancamannya untuk Arthur berada di tangan Zen.
"Shadow Magic : Confinement Of Being"
"Bagaimana... Apa dengan begini kau masih punya nyali untuk menantang ku... Atau kau masih ingin menyebutku pemberontak?" Tanya Zen berjalan mendekati Regard yang tertangkap oleh tangan bayangan Zen.
"Sialan... Kenapa kau menghancurkan rencana ku..." Tanya Regard yang sama sekali tidak berusaha memberontak keluar dari Sihir Zen.
"Sama seperti yang kubilang sebelumnya... Aku adalah ksatria Putri Elize, jadi aku akan melindungi nya karena itu sudah menjadi tugasku... Selain itu aku juga tidak suka jika apa yang menjadi milikku di ambil oleh orang lain... Dan jika itu terjadi akan kupastikan orang yang mengambil nya akan jatuh ke jurang terdalam..." Zen berbisik di telinga Regard pada bagian terakhir kalimat nya.
"Sekarang menyerahlah dan akui semua kesalahanmu... Ahh iya... Aku juga ingin tahu siapa pejuang yang kau minta bantuan untuk membantu mu merampas kepemilikan toko... Dan dengan begitu... Drama ini berakhir dengan Checkmate... Hanya bercanda"
Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update...
__ADS_1
Stay Strong 🔥
see u next chapter