The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 15 Kelas Pertama Yang Mungkin Terlalu Terburu-buru Bagi Murid Baru


__ADS_3

Zen berjalan cepat setelah muncul di area belakang Akademi dengan sihir bayangannya, memastikan bahwa tempat yang ia tuju sudah benar dia langsung saja menuju ke bagian depan akademi untuk langsung menuju ke kelas nya yaitu kelas B.


Sepanjang jalan semua tatapan mata tertuju padanya atau lebih tepatnya semua orang yang melihat dia sewaktu di pesta penyambutan menatap ke arahnya dengan sedikit tatapan iri.


Merasa bahwa Zen sangat beruntung bisa memiliki Elize yang merupakan Ratu Akademi sekaligus Putri kerajaan, beberapa tatapan itu bahkan seerasa sedikit menusuk batin Zen yang merasa bahwa semua yang sudah ia lakukan malah menjadi Boomerang Untuknya Sendiri.


"Maaf apakah kau ingin masuk atau kau akan tetap berdiri Disana?" Tanya Zen kepada sosok perempuan dengan rambut merah pendek yang terlihat begitu mencolok yang tengah berdiri di depan pintu tanpa melakukan aksi lanjutan yaitu masuk ke dalam kelas.


"Apa..." Tanyanya dengan sangat dingin dan ekspresi wajah yang berubah menjadi tatapan tajam seolah mengancam Zen.


Alis Zen berkerut, matanya benar benar memasang sebuah ekspresi yang tidak mengerti dengan alasan kenapa si perempuan ini menatapnya seperti sedang mengajak masalah.


"Aku tanya sampai kapan kau berdiri Disana... Aku ingin masuk..." Jawab Zen.


Perempuan tadi memasang wajah datarnya kemudian bergeser sedikit dari pintu masuk membukakan jalan bagi Zen yang ingin lewat, menanggapi nya Zen hanya sedikit mengangguk kemudian berjalan melewati perempuan itu masuk kedalam, dan saat Zen masuk si perempuan tadi juga ikut berjalan.


Masuk ke dalam kelas yang dimana kursinya tersusun rapi seperti berbentuk Colloseum yang bertingkat dan juga sebuah meja yang ada di tengah tengah ruangan.


Zen yang memilih untuk duduk di area tengah ruangan dan berada di pinggiran kursi mulai menatap ke sekeliling area, dan tidak ada satupun dari pejuang yang masuk ke dalam kedalam kelas yang sama dengannya.


Tapi sebuah kejadian yang cukup aneh bagi Zen terjadi dimana pandangan semua orang terpaku pad perempuan dengan rambut merah tadi yang berjalan dengan wajah datarnya yang sudah di tandai Zen sebagai kebiasaannya, perempuan itu berjalan ke satu bangku di belakang Zen dan duduk tepat di belakangnya.


Tidak mengerti dengan apa yang terjadi, Zen lebih memilih untuk mengabaikan nya dan memikirkan tentang bagaimana caranya meminta maaf pada Elize.

__ADS_1


Sistem pembagian kelas mungkin terlihat cukup tidak imbang dimana semua peringkat teratas berada di kelas A sementara Untuk kelas B, C dan D di isi oleh mereka yang berada di peringkat mulai dari 16-60 dan itu ditentukan secara acak, pembagian yang menurut sebagian orang sangat tidak masuk akal.


Menunggu sedikit lama Zen yang dari tadi hanya berpangku tangan mulai merasa bosan, terlebih di belakangnya sekarang perempuan tadi terus menatapnya dalam diam, membuat Zen berpikir apa dia sudah melakukan sebuah kesalahan, dan membuatnya harus mencari ke dalam database ingatannya tapi hasil pencarian yang ia inginkan tidak di temukan satupun, artinya si perempuan ini menatapnya dengan alasan lain yang tidak di ketahui.


Pintu terbuka setelah mungkin semua orang telah berada di dalam kelas, memperlihatkan seorang pria dengan rambut sebahu yang lurus dan pandangan berkacamata yang cukup lembut tengah memasuki ruangan dengan sebuah buka di dalam genggamannya, kemudian meletakkan buku tadi di atas meja setelah semua murid telah duduk di kursi mereka masing masing.


"Selamat pagi semuanya... Dan selamat datang di akademi ini... Nama saya adalah Haley Slien, dan mulai hari ini aku adalah orang yang akan menjadi wali kelas kalian sampai lulus nanti..." Ucapnya dengan senyum kecil yang merekah di bibirnya.


"Mungkin ini adalah hari pertama kalian di akademi ini, tapi kita tidak akan melakukan hal yang biasanya di lakukan akademi ini untuk menyambut murid baru... Untuk sekarang kita akan langsung masuk ke pelajaran..." Sambung nya kemudian meraih bukunya yang berada di atas meja.


"Hee..."


"Kenapa...."


"Ahhh sial..." Keluh beberapa orang yang merasa sedikit kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Haley.


"Yah kita akan melakukan itu di lain waktu... Karena besok para pengajar akademi akan ada rapat dengan pengajar akademi lain jadinya agenda pengajaran besok akan di tiadakan tapi kalian tetap akan mendapatkan tugas..." Jelas Haley yang mendengar keluhan dari beberapa murid.


Sementara itu disisi Zen yang merasa tidak terlalu peduli dengan apa yang akan atau tidak di lakukan akademi ini hanya berdiam sambil terus menatap Haley, begitu pula dengan perempuan yang ada di belakangnya.


"Aku yakin kalian semua masuk ke akademi ini dengan pengetahuan tentang sihir bukan... Karena itu karena hari ini adalah hari pertama jadinya kita tidak akan membahas tentang sihir... Tapi" Haley mengambil kapur yang ada di atas meja kemudian menuliskan sesuatu di papan tulis, sesuatu seperti Monster Sihir atau apapun itu.


"Inilah yang akan kita bahas di hari ini..." Ucapnya melemparkan kapur putih tadi ke arah meja dan menunjuk ke arah tulisannya di papan.

__ADS_1


"Monster sihir... Atau biasa di kenal sebagai Magische adalah sebuah fenomena yang terjadi pada sebuah makhluk hidup entah itu manusia, Hewan bahkan tumbuhan dimana mereka yang mengalami perubahan aliran mana dan juga kontraksi pada beberapa titik area sihir yang ada di sekitar mereka akan menjadi tidak terkendali dan meledakkan mana mana ke area sekitar dalam jumlah besar dan akan menjadi tidak terkendali, hal ini di dasarkan pada hilangnya kesadaran dan juga kecenderungan untuk menyerang apapun yang ada di dekatnya.


Karena itu orang orang menyebutnya sebagai monster sihir atau Magische, mereka di golongkan menjadi empat tingkat, dimana dimulai dari yang terendah adalah. Einfach, Schwer, Sturm dan juga Katastrophe ini tergantung dari besaran mana yang ada di sekitar monster sihir, untuk sejauh ini di hutan kerajaan hanya di isi oleh Magische tingkat Einfach dan hanya beberapa kali ada Tingkat Schwer dan Strum yang ditemukan, dan untuk tingkat Katastrophe sendiri sudah tidak pernah lagi di temukan beberapa puluh tahun terakhir jadi bersyukurlah..." Jelas Haley terhadap materi yang ia berikan, dan semua murid mendengarkan penjelasannya dengan seksama agar tidak terlewat satupun.


"Pak Haley..." Dengan suara dan ekspresi datarnya perempuan yang duduk di belakang Zen mengacungkan tangan seolah ingin bertanya sesuatu.


"Ada apa Yurina Oliver..." Jawab Haley yang mengenal semua muridnya.


"Bagaimana caranya mereka berubah menjadi monster Sihir..." Tanyanya dengan cukup terdengar antusias.


"Pertanyaan bagus... Jawaban dari pertanyaan mu tadi adalah aliran mana seperti yang sudah kubilang sebelumnya... Tapi bagaimana caranya sebuah mana dapat merubah sosok makhluk hidup menjadi monster?, Untuk pertanyaan itu jawabannya sedikit rumit...


Singkatnya mana yang di miliki setiap orang itu berbeda, dan tergantung bagaimana mereka mengendalikan aliran mana itu agar tidak lepas kendali saat melakukan rapalan Sihirnya maka orang tersebut tidak akan menjadi monster sementara untuk hewan dan tumbuhan mereka berubah menjadi monster sihir di karenakan faktor lingkungan yang mereka datangi, beberapa tempat ada yang memiliki mana kecil tapi ada juga tempat dengan Medan mana yang sangat besar,


bagi manusia itu adalah hal yang mudah di atasi karena mereka memang sudah mempunyai mana sejak awal, tapi bagi para makhluk hidup seperti hewan da.n tumbuhan yang bisa dikatakan tidak memiliki akal untuk melakukan pengendalian maka akan terjadi kontraksi seperti yang saya sebutkan tadi... Dan akhirnya terbentuk lah monster sihir yang kekuatannya tergantung seberapa besar Medan mana tempat yang mereka diami.. apa kalian sudah mengerti?..." Ucap Haley mengakhiri Penjelasan panjangnya.


""Mengerti pak"" balas semua murid.


"Bagus sekarang kita akan membahas lebih lanjut tentang monster sihir..."


Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru...


stay Strong puasanya guys 🔥

__ADS_1


see u next chapter


__ADS_2