The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 4 Gadis Aneh Yang Mengikuti Sehari Sebelum Pergi Ke Menara Relic


__ADS_3

"Astaga... Kau ini benar - benar keras kepala... Bisakah kau tidak mengikuti ku, kau ini sangat merepotkan...." Zen yang berdiri di dalam sebuah ruangan gelap tanpa sedikitpun pencahayaan berbicara kepada Iyrs yang jatuh tersungkur tidak jauh di depannya.


"Apa yang kau lakukan, dimana ini..." Ucap Iyrs yang nampak panik dengan situasi yang sedang ia hadapi.


"Sekarang kau ada di ruangan pribadi ku, hanya ada kita berdua disini... Dan tidak akan ada orang yang bisa masuk..."


"Apa maksudmu... Jangan bilang kau mau melecehkan ku... Tidak jangan... Aku tau aku adalah gadis cantik dan semua orang menginginkan ku... Tapi aku sudah punya tunangan jadi tolong jangan lecehkan aku..." Iyrs meringkuk sambil menatap ke arah Zen seolah terlihat seperti domba yang siap di mangsa oleh serigala.


Sementara di lain sisi Zen yang nampak kebingungan dengan ucapan Iyrs menatap aneh seolah memikirkan bahwa perempuan yang ada di depannya sekarang kegeeran hanya karena memiliki paras cantik.


"Ha... Bodoh sekali aku sampai bisa terlibat dengan gadis merepotkan sepertimu...." Ucap Zen memegangi kepalanya yang terasa sedikit berat.


"Tidak jangan..." Iyrs yang masih nampak ketakutan itu bergeser sedikit tambah jauh dari Zen.


"Dengar, aku tidak akan melakukan apapun padamu..." Zen berusaha menangkan Iyrs yang nampak ketakutan.


"Benarkah..."


"Yah... Tenang saja... Lagipula aku tidak tertarik padamu..."


"Ha?"


"Yah, intinya kau hanya perlu tidak mengikuti ku lagi dan anggap ini tidak pernah terjadi... Oke?"


"Tapi kau bel-"


"Ikuti saja atau akan ku bunuh kau..." Zen kini dengan nada bicara yang sangat berbeda dari sebelumnya menatap tajam ke arah Iyrs dengan tatapan mata biru yang begitu membunuh, nada bicaranya berubah menjadi jahat dan dingin.


"Ba - baiklah...." Jawab takut Iyrs.


"Bagus sekarang kau boleh keluar" Zen menjentikkan jarinya setelah itu Iyrs yang masih nampak kebingungan tengah terduduk di sebuah lorong gelap tempat sebelumnya ia berada.


"Nona Iyrs apa anda baik - baik saja dan apa yang anda lakukan Disana... Tuan Kurt menunggu anda di ruang pesta untuk acara dansa..." Secara mengejutkan suara yang muncul di belakang Iyrs menyadarkan nya dari lamunan tak berujung setelah keluar dari dalam ruang pribadi Zen.


"Ah... Celia... Aku baik baik saja... Aku tersandung tadi..."


"Begitu... Kalau begitu saya bantu berdiri" Celia mengulurkan telapak tangannya ke arah Iyrs untuk membantu nya berdiri.


"Terima kasih... Kalau begitu mari kita kembali..."


• • •

__ADS_1


Pagi Hari / Terarria Kingdom


Tok... Tok.... Tok...


"Tuan Zen, Anda di panggil ke tempat latihan oleh yang mulia..." Ucap Nania yang berulang kali membangunkan Zen yang masih juga tertidur karena semalam dia kembali ke istana saat tengah malam, Tidak ada yang tau kemana dan apa yang dia lakukan ketika meninggalkan istana semalam, bahkan mengetahui bahwa Zen meninggalkan istana saja tidak ada yang tau.


"Tuan Zen, segerala bangun... Yang muli-"


Ucapan Nania terhenti ketika pintu kamar Zen terbuka memperlihatkan sosok Zen yang sudah berpakaian seperti kemarin berupa jubah abu - abu dan celana panjang.


"Haa... Kuharap aku bisa tidur sedikit lebih lama..." Keluhnya kemudian berjalan mendahului Nania.


"Itu adalah kesalahan anda karena meninggalkan istana dalam waktu lama dan kembali saat tengah malam"


"Yaya... Aku tau, dan jangan bicarakan itu kepada yang lain"


"Tentang apa?"


"Tentang aku yang meninggalkan istana semalam... Jangan sampai orang lain tau..."


"Saya akan menjaga rahasia itu jika anda memberi tahu kemana Anda pergi semalam..."


"Aku hanya berjalan mengelilingi kota semalam..."


"Benar..."


"Hanya itu saja..."


"Yah tidak ada hal lain selain itu..."


"Yah, syukurlah tapi anda tidak boleh mengulangi nya lagi..."


"Ha?, Tunggu sebenarnya siapa yang harus mematuhi siapa disini..." Ucap Zen yang mulai merasa bahwa Nania sudah jauh berubah dari sejak mereka bertemu pertama kali, Sifatnya kini lebih terbuka dan akrab pada Zen meskipun dia belum bisa melepaskan keformalan yang ada.


"Jangan berisik tuan Zen, saya hanya akan mengantar anda sampai disini... Yang mulia dan pada pejuang lain menunggu anda di tempat latihan Karena itu cepatlah pergi" Ucap Nania yang berhenti di pintu belakang menuju ke tempat yang menjadi sarana latihan para pahlawan.


"Yah, terima kasih sudah repot repot mengantar ku..."


"Tidak masalah itu sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan pribadi anda..."


Zen membuka pintu itu dan menuju keluar tempat di mana lapangan luas berada, para pahlawan yang sedang berkumpul rapi itu menoleh ke arah Zen yang dengan santainya berjalan padahal saat itu dialah orang terakhir yang di tunggu.

__ADS_1


"Tumben sekali kau bangun terlambat Zen..." Sapa Shin ketika melihat Zen mendekat ke arahnya.


"Yah, kasur itu menyanderaku sedikit lebih lama dari biasanya... Kurasa akan berbahaya jika ku paksa untuk tetap bangun..." Balas Zen sedikit menguap, dia sama sekali tidak menghiraukan para pejuang yang sedang menatap tajam ke arahnya.


"Memangnya ada apa sampai kita semua harus berkumpul Pagi - pagi begini, apa kita akan berperang?" Sambungnya kini dia sedikit melirik ke arah Raja Arthur yang berdiri di depan mereka.


"Aku juga tidak tau, baru kali ini raja sendiri yang meminta kita untuk berkumpul, selain itu selama ini kau kemana saja... Kau tidak pernah datang latihan dan sangat jarang kelihatan, di acara semalam juga aku tidak melihat mu..." Tanya Shin yang sedikit penasaran dengan kegiatan yang di lakukan oleh Zen karena Zen sama sekali tidak pernah datang latihan lagi semenjak dia memperlihatkan kekuatannya kepada Magician Istana, Kira.


"Kau bisa menyebut nya sebagai belajar tentang pengetahuan dunia ini, Aku selalu menghabiskan waktu ku di perpustakaan..." Balas Zen yang nampak cuek.


"Begitu yah, tunggu bukankah itu terlalu berlawanan dengan kebiasaanmu..."


"Itu hanya pengalihan waktu, aku tidak punya kegiatan lain selain membaca Disana..."


"Kalau begitu pergilah latihan..."


"Tidak mau..."


"Ekhemm...." Sang Raja berdeham ketika menyadari bahwa semua pahlawan telah berkumpul di area latihan, membuat semua perhatian tertuju padanya.


"Terima kasih sudah mau berkumpul disini para pejuang...." Ucapnya dengan suara yang penuh wibawa.


"Tidak apa yang Mulia... Tapi mohon maaf kalau boleh tahu ada apa pagi - pagi begini kami sudah di kumpulkan disini?" Ucap Iori mewakilkan para pejuang lain.


"Setelah melihat latihan kalian selama seminggu ini, aku semakin yakin kalian adalah para pejuang yang sangat Hebat... Tidak terkecuali satupun..."


"Terima kasih banyak yang mulia... Sebuah kehormatan dengan pujian anda barusan" Iori menunduk seolah sangat berterima kasih diikuti oleh para pejuang lain termasuk Zen yang mau tak mau harus ikut.


"Karena hari ini, kalian semua akan mendapatkan Relic kalian masing - masing, karena hari ini juga akan diadakan Ritual Relic" Ucapan ini membuat wajah para murid kebingungan, karena tidak tau dengan apa yang di maksud oleh Sang Raja, Tidak dengan Zen yang suda membaca mengenai hal itu di perpustakaan kerajaan.


Relic, Sebuah alat yang terbentuk melalui jiwa si pemilik tergantung dari jiwanya Relic memiliki banyak sekali bentuk, ada yang berbentuk jepit rambut, Baju/Armor, Senjata, Tongkat dan masih banyak lagi.


Hanya bisa di dapatkan melalui sebuah ritual langsung di Menara Relic, Umumnya anak - anak di dunia ini akan mendapatkan Relic di usia 16 tahun dan akan mengikuti nya secara serentak.


Mampu menambah kekuatan sihir atau tempur setiap orang, tapi ada juga yang tidak bisa menambah kekuatan dan hanya berguna untuk kehidupan sehari hari, misalnya Relic berbentuk Cangkul yang membantu para petani, atau berbentuk Alat Pancing untuk membantu para nelayan.


Setelah mendapat Relic, Para anak - anak akan di masukkan ke dalam akademi pelatihan, yah tentunya hanya untuk Relic type serangan, dan setelah lulus dari akademi mereka akan bergabung dengan Pasukan prajurit kerajaan demi menambah kekuatan tempur.


"Untuk lebih jelasnya akan kalian dapatkan nanti, intinya hari ini kalian akan mendapatkan Relic, setelah itu masuk ke dalam akademi kerajaan, tentu saja kalian akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi perang nantinya bersama dengan murid murid akademi yang lain"


"Kami belum terlalu mengerti maksudnya yang mulia tapi kami akan melakukannya sesuai dengan harapan Anda..." Jawab Iori.

__ADS_1


"Terima kasih... Kalau begitu kalian akan pergi sekarang ke menara Relic... Aku mengharapkan yang terbaik dari kalian semua..."


Note : Thanks yang udah baca:)


__ADS_2