
"Si... Sialan... Kemana kau pergi!!" Cald memukul meja permainan dengan sangat keras dan tatapan mata yang penuh amarah ketika Zen berdiri untuk meninggalkan tempat judi.
"Kemana lagi... Tentu saja pergi dari sini..." Jawab santai Zen membalikkan kepalanya sedikit menoleh ke arah Cald.
"Kenapa kau seenaknya saja pergi... Kau pikir permainan ini sudah selesai??"
"Apa aku belum mengatakan nya atau mungkin kau sudah lupa... Bukankah aku bilang hanya satu permainan lagi setelah itu berakhir..."
"Itu jika kau kalah... Kau tidak bisa seenaknya pergi ketika kau menang dasar pecundang..." Cald marah dia membentak Zen seolah menginginkan perhatian dari semua orang yang ada di arena perjudian.
"Terserah padaku tentang apa yang ingin ku lakukan jika menang... Kau hanya perlu memastikan taruhan tadi sampai padaku... Tuan raja judi... Atau harus ku panggil mantan raja judi..." Zen beranjak setelah memberikan ejekan yang membuat Cald tambah marah.
Dengan gigi yang gemeretak Cald menoleh ke kanan dan ke kiri seolah memberikan isyarat kepada para penjaga nya yang hadir di arena perjudian untuk mengepung Zen.
"Kau pikir kau bisa pergi dengan mudah setelah mempermalukan dan mengejek ku pecundang... Jangan harap..." Ucapnya dengan percaya diri ketika para pengawalnya sudah mengepung Zen.
__ADS_1
"Yah aku sudah menduga ini akan terjadi... Habisnya ini terlalu klise..." Mata Zen melihat sekeliling nya yang sudah terkepung oleh beberapa orang dengan berbagai perawakan pula itu.
"Entah apa yang kau katakan, tapi sayangnya kau memancing kemarahan ku... Riwayat mu akan berakhir disini pecundang..." Masih dengan sangat percaya diri Cald kini memerintahkan dengan isyarat kepada para penjaga nya untuk mulai menyerang Zen.
"Apa kau yakin... Sayang sekali tapi kau tidak akan bisa menyentuhku... Habisnya aku ini kuat loh..." Mata Zen terlihat begitu tenang dengan kepalanya yang sedikit dimiringkan untuk memberikan kesan ancaman yang begitu besar, bola mata birunya terlihat begitu menatap dengan tatapan yang mengandung sejuta ancaman di dalamnya.
"Jangan bercanda meskipun kau adalah penyihir yang kuat kau tidak akan mungkin bisa mengalahkan orang dengan jumlah banyak sekaligus... Apalagi mereka adalah petarung yang sudah biasa melawan Magisch-"
"Fire Magic : Burning Ash" Zen hanya menjentikkan jari tangannya kemudian merapalkan satu mantra yang dimana langsung membakar semua orang yang mengepung nya dalam sekejap mata.
Cald yang ikut menyaksikan perkelahian yang berat sebelah itu jatuh terduduk kemudian menyeret tubuhnya jauh kebelakang, dia berteriak histeris ketika Zen mulai berjalan mendekati nya.
"Mundur mundur... Apa apaan kau ini... Tidak ada orang yang bisa melakukan hal seperti itu... Kau monster!!..." Teriaknya sambil menutup wajahnya dengan lengan kanan seolah tidak ingin melihat Zen yang mulai berjongkok di depannya.
Api yang membakar orang orang tadi kini menghilang dan hanya menyisakan abu tubuh mereka di lantai yang hangus, orang orang di dalam arena kini berlari keluar sambil berteriak ketakutan dan meminta pertolongan dari siapapun yang ada di luar.
__ADS_1
"Kau salah... Aku bukanlah monster... Tapi aku adalah dewa... Akulah dewa baru di dunia ini karena aku ini sangat kuat... Apa kau mengerti..." Zen menyingkirkan lengan Cald dengan lembut tapi dengan cara yang terlihat kasar kemudian menyuruh Cald untuk menatap balik wajahnya.
"Kau... Benar benar tidak waras..."
"Aku tidak peduli kau mengatakan apa... Aku butuh jawaban mu sekarang... Kapan kau akan membayar taruhan nya... Dan penandatangan kontrak..." Zen tidak memperdulikan Cald yang menggeliat ketakutan dan hanya terus menatap dengan tenang.
"Besok... Besok datanglah ke mansion keluarga ku... Dan kita akan menandatangani kontrak nya... Jadi lepaskan aku..." Karena sudah semakin takut dengan Zen Cald akhirnya menjawab dengan spontan pertanyaan dari Zen.
"Bagus... Kalau kau mengatakannya dari tadi maka aku akan bersikap lebih lembut... Kalau begitu sampai nanti..." Zen kembali berdiri kemudian berjalan menuju pintu keluar dan akhirnya menghilang dari pandangan Cald.
"Orang yang tidak waras...." Ucap Cald dengan suaranya yang bergetar ketika Zen benar benar pergi dari hadapannya
Note : Tetap support author biar Novel ini tetap update terbaru....
see u next chapter
__ADS_1