The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 2 Ketenangan Di Dunia Lain Meskipun Sihir Itu Tidak Berguna


__ADS_3

"Apa pemanggilan nya berhasil..." Bisikan yang terdengar samar-samar di telinga para siswa itu berhasil menyadarkan Zen, Shin, Iori dan juga yang lainnya.


Mereka membuka mata dan melihat sekeliling dimana ruangan yang sangat besar berada di sekitar mereka, berwarna Merah dan Emas membuat kesannya sangat elegan sekaligus menakutkan disaat yang bersamaan.


Zen melihatnya sekeliling nya dan mendapati orang orang berpakaian aneh berdiri mengelilingi ke 20 siswa yang tidak tau apa - apa, Takut, Cemas, Khawatir, Gugup menaksir satu dalam satu emosi yang di perlihatkan di wajah mereka.


"Yang Mulia pemanggilan para pahlawan berjalan dengan lancar..." Lapor sang penasehat kerajaan pada orang yang duduk di singgasana bersama dengan wanita setengah baya berwajah sangat cantik dengan mata yang sangat indah berwarna emas dan rambut yang di urai begitu saja.


Di sampingnya anak perempuan dengan rupa yang juga sama cantik duduk dengan wajah penuh harapan.


"Selamat datang di kerajaan kami Para Pejuang yang terhormat" Sambut Sang Raja ketika Iori melihat ke arahnya.


"Siapa anda..."


"Perkenalkan aku adalah Arthur, Raja dari kerajaan Terarria.... Dengan senang menyambut kehadiran kalian semua di kerajaan ku..." Ucapnya dengan nada yang penuh wibawa kemudian berjalan mendekat ke arah Para Siswa.


"Apa yang terjadi, kenapa kami bisa ada disini..." Tanya Iori dengan nada khawatir takut tak bisa pulang kembali.


"Maafkan kami... Tapi saat ini kami membutuhkan bantuan dari kalian para pejuang... Dalam beberapa bulan lagi kerajaan ini akan berperang melawan kerajaan Nipotia Dalam Relic War... Kami membutuhkan dukungan dari kalian agar bisa selamat dari peperangan ini..."


"Tapi kami hanya orang biasa... Bagaimana cara kami membantu kalian... Kami tidak punya kemampuan apapun..."


"Kalian mempunyai nya... Karena kalian lah yang terpilih..."


"Lalu jika kami sudah mengalahkan kerajaan Nipotia dan memenangkan Relic War... apa kami bisa kembali ke bumi..." Tanya Shin yang masih merasa ragu.


"Sayangnya kami belum mengetahui sihir untuk mengembalikan kalian, tapi kami pasti akan berusaha agar itu bisa..." Jawab Raja Arthur.


"Karena itu kami memohon bantuan kalian, tolong selamatkan kerajaan Ini"


"Yang Mulia"


"Ayah..."


"Suamiku"


Rasa terkejut semua orang tidak dapat di tahan ketika sang Raja menundukkan kepalanya di depan Iori dan Shin.


"Angkat kepala anda yang mulia... Tidak baik bagi Seorang raja jika dia menunduk kan kepalanya di depan orang lain semudah itu...." Ucap Iori sambil memegang bahu sang raja menyuruh nya untuk mengangkat kepala.


"Ini mungkin masih terasa asing bagi kami, tapi kami pasti akan membantu Anda..." Sambung Shin dengan tenang dan hal itu mendapat respon positif dari para siswa yang lain.


"Terima kasih banyak atas bantuan kalian..."


"Anda bisa berterima kasih ketika kami sudah menyelesaikan nya..."


"Kalau begitu sekali lagi Selamat Datang Di Kerajaan Ku, kami semua menyambut kedatangan kalian para pahlawan..."


"Terima kasih yang mulia"

__ADS_1


"Untuk sekarang kalian bisa beristirahat dulu, dan mengganti pakaian, lalu kalian akan memulai Tes sihir untuk mengetahui sihir apa yang kalian punya... Para pelayan antar mereka menuju ke kamar..."


"Terima kasih yang mulia kalau begitu kami permisi..."


Sementara Zen terus menatap ke arah si raja seolah sedang menilai nya setelah itu dia mengalihkan pandangan ke arah sang ratu yang cantik jelita... Mata keduanya bertemu dan untuk sesaat sang ratu merasa aneh ketika melihat Zen.


"Ada apa Bu..." Tanya Luna ketika sang Ibu memasang wajah aneh.


"Luna sayang, apa kau melihat orang yang tadi..." Jawab sang ibu.


"Maksud ibu dia yang Disana..." Tunjuk Luna ke arah Zen yang mulai berjalan mengikuti para siswa yang lain.


"Benar..."


"Memangnya kenapa..."


"Ada yang aneh dengannya, dia tidak terlihat khawatir atau takut sama sekali, dia seperti sangat tenang dengan situasi tadi... Berbeda dengan yang lain..."


"Memang benar dia daritadi hanya terlihat berdiri dengan sangat tenang..."


• • •


"Baiklah sekarang adalah saatnya Tes Sihir... Namaku adalah Kira dan aku adalah Magician istana... Salam kenal semua" Ucap laki laki yang berdiri di depan sebuah bola mengkilat.


"Apa yang harus kami lakukan untuk mengetahui sihir kami..." Tanya Aoi Hana atau yang kerap disapa sebagai Hana.


"Yah" Hana yang berdiri di dekat Rika dan Juga Shin menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Kalau begitu silahkan yang pertama" Panggil Kira memanggil Salah satu Siswa.


Iori yang menjadi orang pertama yang akan melakukan tes sihir maju ke depan dengan percaya diri, dia mengikuti instruksi dari Kira dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas bola kristal dan seketika bola itu mengeluarkan warna putih yang cukup terang.


"Apa arti nya ini..." Tanyanya dengan heran.


"Kau memiliki atribut sihir angin... Jika kau terus berlatih maka kau pasti akan menjadi penyihir angin yang hebat..." Jawab Kira.


"Begitu yah, Terima Kasih..."


"Tidak Masalah sekarang selanjutnya..."


Berikutnya adalah Shin, ketika dia meletakkan kedua telapak tangannya di atas bola sihir Cahaya berwarna kuning terang keluar dan sesekali berubah warna menjadi biru.


"Kau memiliki atribut sihir Listrik... Itu sangat hebat... Selanjutnya..."


Aoi Hana sang bintang kelas maju dengan wajah yang gugup karena khawatir sihirnya akan lemah, namun hal yang sebaliknya terjadi, bola kristal mengeluarkan warna emas yang begitu terang, cukup terang untuk menyinari satu ruangan.


"Ini... Mungkinkah... Sihir Atribut Cahaya... Ini sangat hebat, legenda sudah terlahir kembali" Ucap Kira dengan kekaguman yang menurut Zen sangat di lebih - lebihkan.


"Be... Benarkah..."

__ADS_1


"Yah benar... Sihir Cahaya adalah sihir yang sangat langka sihir itu adalah sihir yang dimiliki oleh Ksatria sihir puluhan tahu lalu... Dengan begini masa depan yang cerah pasti sudah menanti dunia..."


"Terima kasih...."


"Yah... Selanjutnya..."


Rika Takada adalah orang selanjutnya bola kristal yang ia sentuh mengeluarkan warna biru yaitu Sihir Beratribut air, setelahnya adalah Natsukawa Isuzu yang juga merupakan salah satu bintang sekolah yang atribut sihirnya adalah Glass/ Sihir Kaca.


Setelah itu ada Aki Takagi dengan sihir Teleportasi, itu juga merupakan sihir spesial yang hanya beberapa orang saja yang memilikinya, di tambah lagi dengan Kodaka Asegawa dengan sihir Atribut Tanah keduanya cukup percaya diri dengan sihir mereka.


Skipp....


Sekarang hanya tersisa tiga orang saja yang belum di tes sihirnya Yaitu, Yuuna Yuragi, Miharu Katagawa dan Juga Zen Kanade.


Yuuna yang terlebih dahulu mendapat giliran memiliki Sihir Tipe Penyembuhan dan setelahnya Miharu yang mendapat giliran kedua mendapat sihir Tanaman.


"Baiklah yang terakhir..." Panggil Kira ketika melihat hanya Zen saja yang belum di tes.


Zen maju dengan wajah tenangnya kemudian menyentuh bola Kristal, warna hitam yang kemudian berubah menjadi abu - abu membuat Zen berharap kalau dia akan mendapatkan Sihir Atribut Kegelapan.


"Sihir Bayangan..." Ucap Kira dengan nada bicara yang sedikit kecewa dan juga sedikit merendahkan Zen.


"Bayangan? Apa itu hebat" Tanya Zen dengan sebuah harapan.


"Tidak, itu sama Sekali tidak hebat, menurut Rumor sihir bayangan tidak ada Fungsinya... Itu adalah Sihir yang sangat Tidak berguna... Maksudku tidak ada yang bisa kau lakukan dengan bayangan bukan..."


"Jadi begitu... Baiklah... Tidak masalah" jawab Zen tanpa sedikit pun penyesalan dia malah terlihat sangat tenang meskipun dikatai dengan sihir tidak berguna.


Tapi di balik wajah tenang itu dia menyembunyikan rasa senang yang ia rasakan, menurut nya sihir bayangan bukanlah sihir yang tidak berguna karena dia yakin orang - orang yang ada di dunia ini tidak tahu cara menggunakannya, lagipula dia adalah Sang Pengkhianat tidak mungkin Dewa Bodoh itu memberinya sihir yang tidak berguna.


"Baiklah, semuanya sudah mengetahui sihir masing - masing, besok pagi Kalian akan menjalankan latihan untuk mengeluarkan sihir mengerti... Aku sendiri yang akan menjadikan pengajar kalian..."


"Baik kami mengerti..."


"Bagus sekarang kembalilah..."


"Zen..." Shin menepuk pundak Zen yang saat itu hendak kembali ke kamarnya.


"Ada apa?" Ucap Zen dengan wajah santai.


"Kau tidak perlu khawatir tentang itu... Aku yakin kau pasti bisa..." Ucap Shin yang ikut sedih setelah mendengar Atribut sihir Zen.


"Tunggu kau kenapa..."


"Sudahlah, ayo kita kembali ke kamar..."


"Anehh..."


Note : Thanks Yang Udah Baca:)

__ADS_1


__ADS_2