The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 7 Apakah Sihir X Itu Selalu di Pandang Sebelah Mata? Kenapa?


__ADS_3

"Menyeramkan..."


"Jadi dia wakil ketua dewan siswa yah..."


"Auranya menakutkan..."


"Baiklah para pelanggar sekalian... Agar aku bisa segera bertanya pada kalian bagaimana jika kalian masuk dan memulai ujian masuknya?" Kurt yang merupakan Wakil Dewan Siswa berbicara kepada Luna dan Rose yang saat itu diam terpaku di depannya.


"Ada apa, dimana nyali kalian tadi?..." Tanyanya lagi ketika tidak mendapatkan respon dan jawaban sama sekali dari Luna ataupun Rose.


"Maafkan kami Wakil Ketua... Kami akan pergi sekarang..." Iori bergerak menggenggam tangan Luna dan menariknya menjauh dari tempat itu kemudian diikuti oleh para pejuang lainnya dari belakang.


Dengan sedikit perasaan kesal, Rose berjalan menjauh menuju kedalam gedung tempat dimana ujian masuk akan di adakan.


"Wakil Ketua... Sudah saatnya kita ikut masuk" Ucap perempuan berkacamata yang ada di belakangnya.


"Wakil Ketua? Ada apa?" Panggil nya lagi ketika Kurt sama sekali tidak menjawab panggilannya.


Sedikit tersentak, Kurt yang sudah tersadar melihat ke arah perempuan berkacamata itu dan sedikit tersenyum, "Tidak ada Olivia... Ayo, Tunangan ku hari ini akan ikut ujian masuk juga jadi aku ingin melihatnya..."


"Tunangan wakil ketua itu kalau tidak salah Iyrs yah?" Tanyanya sedikit penasaran.


"Benar... Dia gagal masuk tahun kemarin jadi ku harap dia akan di terima tahun ini" Kurt berjalan menuju gedung ujian kemudian diikuti oleh Olivia.


"Aku rasa kalian berdua sangat serasi... aku akan berdoa agar dia diterima Wakil Ketua..."


"Terima kasih Olivia... Dia sudah berjuang keras, aku yakin dia akan diterima..."


• • •


"Kurasa aku tersesat..." Zen yang berkeliaran sebelumnya itu melihat sekeliling dimana bangunan bangunan yang terpisah seolah mengurungnya.


Dia yang langsung melarikan diri setelah melihat kedatangan Kurt si Wakil Ketua dewan siswa pada akhirnya tersesat karena akademi yang begitu luas.


Menghela nafas panjang, dia bersandar di sebuah tembok dimana berada di tempat yang tidak ia kenali sama sekali, beristirahat sejenak karena merasa sedikit lelah dia akhirnya memutuskan untuk berjalan kembali melewati sebuah lorong pertigaan.


Bukk...


Ketika sampai dia belokan Zen langsung terjatuh saat Tubuh kasar dan berat itu menghantam nya dari sisi lain lorong, membuat nya sedikit meringis sambil memegangi lengannya.


"Sialnya aku..." Ucapnya kemudian berdiri dan melihat orang yang menabraknya, tapi ketika dia baru saja berdiri sosok itu langsung buru buru mengemasi barangnya yang berjatuhan dan berlari sekencang mungkin.


"Heyy tunggu!!!, Setidaknya minta maaf dulu... Dasar bodoh" Teriak Zen ketika sosok misterius itu melarikan diri dengan sangat cepat melewatinya dan untuk sepintas ketika sosok itu lewat di samping Zen, Zen dapat melihat ke arah lengannya dimana Tatto yang berbentuk aneh ada Disana.


Tapi dia tidak terlalu memperdulikan nya dan hanya membersihkan tubuhnya dari debu yang melengket dengan cepat.


"Cihh... Kalau tadi itu adalah seorang gadis imut maka aku tidak akan Semarah ini... Tapi yang menabrak ku adalah laki - laki dengan lengan berotot dan berbau keringat... Aku harap setelah ini aku bisa tidur tenang..." Duga Zen kepada sosok tadi setelah melihat dan menyimpulkan mengenai jenis kelaminnya dan saat itu juga ia langsung merinding ketika mengingat lengan berotot tadi.


"Ternyata benar... Ini bukan novel Romcom dimana hal seperti itu akan terjadi" Zen menyerah dengan pikirannya kemudian kembali berjalan ke sembarang arah sampai akhirnya dia tiba di sebuah tempat dengan banyaknya orang di dalam tempat itu.


Tapi saat sampai semua orang kelihatan nya sudah selesai mendengar mengenai apa yang akan mereka lakukan di ujian masuk, bahkan semua orang kelihatan nya sudah membentuk kelompok dimana satu kelompok terdapat 5 orang.


"Permisi, boleh aku bertanya sesuatu Putri Luna?" Panggil Zen menghampiri Luna yang saat itu kelihatannya kekurangan orang dalam kelompoknya.


"Pejuang Ken... Ada apa?" Jawab Luna dengan sedikit terkejut.


"Maaf tapi namaku adalah Zen Kanade... Bukan Ken... Tapi tidak masalah... Aku hanya mau tau apa yang akan di lakukan sekarang karena untuk beberapa alasan aku seperti nya terlewat pengumuman tadi..." Ucap Zen dengan sedikit canggung.


"Seperti biasa kau tidak berperilaku seperti pejuang lainnya yah..." Ledek Luna.


"Maaf saja..."


"Para pendaftar di suruh untuk membentuk kelompok yang terdiri dari lima orang dimana nantinya mereka akan menjalankan ujian bersama... Ujian akan di adakan dalam dua tahap yang pertama itu ujian tertulis kemudian ujian praktek... Ujian tertulis tidak berpengaruh besar terhadap kelolosan setiap pendaftar jadi kau tidak perlu khawatir jika kau tidak tau apa pun tentang dunia ini... Kau hanya perlu melewati ujian praktek dengan kekuatan sihirmu..."


"Begitu yah... Terima kasih Putri Luna..." Zen berbalik setelah mengucap terima kasih hendak mencari kelompok lain.


"Kalau mau kau bisa bergabung dengan kelompok ku... Kebetulan kami kurang satu orang lagi..." Panggil Luna sebelum Zen tambah menjauh.


"Kelompok Mu?" Ucap Zen kemudian melirik ke belakang Luna dimana Terdapat Iori, Rose dan juga Iyrs Disana.


'Kelompok ini seperti ingin bersaing saja...' Batin Zen setelah melihat sosok yang bisa dibilang Hebat itu.


"Bagaimana?"


"Ahh... Baiklah, aku juga berpikir begitu sebelumnya..."

__ADS_1


"Bagus dengan begini kita bisa memulai ujian masuknya..." Luna yang kelihatan cukup senang dan bersemangat itu berjalan menuju ke arah panitia ujian masuk dan menginformasikan kepadanya kalau kelompoknya sudah lengkap.


"Baiklah... Katanya kita bisa memulai ujian tertulis..." Luna yang sudah kembali itu mengajak Iori, Rose, Dan juga Iyrs untuk masuk ke ruangan yang di tunjuk oleh panitia dan sejenak melupakan keberadaan Zen yang baru saja dia ajak masuk.


Kelima orang tadi berjalan masuk ke sebuah ruangan kemudian duduk di kursi yang tersedia, dan tak lama setelah itu pria dengan badan besar dan tampang seram ikut masuk keruangan sesaat setelah mereka berlima duduk.


"Perkenalkan aku adalah pengawas ujian tertulis, Namaku Tiger... Salam kenal para kadet Sekalian" Ucapnya dengan seringai menakuti.


"Akan kuberikan kalian waktu satu jam dari sekarang untuk menyelesaikan soal - soal ini... Setelah itu kalian bisa langsung ke ujian praktek..." Mengambil kertas yang tersedia di mejanya, Tiger mulai membagikan nya kepada Iyrs, Luna, Rose, Iori dan juga Zen.


"Kalau begitu... Waktu mengerjakan dimulai dari sekarang!" Dengan tepukan tangan kecil darinya Atmosfer di dalam ruangan Langsung berubah menjadi tegang dan serius, Zen sendiri tidak tahu kenapa suasana nya bisa langsung berubah seperti itu dan untuk sementara dia tidak memperdulikannya dan fokus ke soal yang diberikan.


Soal yang cukup mudah bagi Zen, Karena soal - soal itu hanya mencakup sekitaran Sejarah Kerajaan, Dasar Penggunaan sihir, Relic dan beberapa teori yang sudah Zen pelajari di perpustakaan Istana dan hal itu tentu saja tidak membuatnya kesulitan sedikitpun.


Satu Jam berlalu, Tiger menepuk tangannya dan memberi tanda bahwa waktu ujian tertulis sudah habis, berjalan menuju ke satu satu meja dan mengambil kertas jawaban dari kelima orang itu, setelahnya dia pergi ke pintu dan keluar setelah sedikit memberi ucapan selamat kepada Luna dan yang lainnya.


"Silahkan Ikut denganku untuk mengikuti Ujian Praktek" panggil panitia yang mengantar mereka menuju ruangan ujian tertulis.


Zen dan yang lainnya mengikuti instruksi dari panitia itu dan berjalan menuju ke sebuah area lapangan yang begitu luas dan terdapat kursi penonton yang mengelilinginya.


"Selamat datang para pendaftar... Aku Patricia... Dan aku akan menjadi penguji kalian dalam ujian praktek sihir... Dalam ujian kali ini kalian semua hanya diperbolehkan untuk menggunakan sihir dan tidak boleh menggunakan Relic...


Yang harus kalian Lakukan adalah mengalahkan boneka yang ada di sana dengan sihir kalian... Tapi ingat itu bukan sembarang boneka... Boneka itu adalah boneka yang sudah di lapisi dengan mantra Resistance... Dan mampu mengurangi kekuatan sihir yang mengenai nya... Jadi berusaha lah sekuat tenaga... Tidak ada batasan tentang jumlah Mantra sihir yang kalian gunakan...


Karena ini adalah ujian waktu dan juga ujian kekuatan... Jadi selamat berjuang, Untuk urutannya adalah Kau, Kau, Kau, Kau, dan Kau" Patricia yang menjelaskan sembari menunjuk ke arah Boneka Kelinci besar yang ada di sudut lapangan mulai menunjuk satu persatu di mulai dari Iori, Rose, Iyrs, Luna dan juga Zen.


"Baiklah mari kita mulai... Silahkan yang lainnya menonton dari bangku penonton..." Ucap Patricia lagi setelah itu Zen dan ketiga orang yang lain meninggalkan lapangan dan Iori sendirian.


"Waktu ujian di mulai dari sekarang..." Teriak Patricia dari pinggir lapangan.


Setelah itu Boneka Kelinci besar yang ada di sudut lapangan mulai bergerak ke arah Iori, Tangannya terus berayun seolah bersiap menyerang Iori dengan pukulan brutal.


"Wind Magic : Wind storm" Iori memulai rapalan sihirnya sebelum kelinci besar itu semakin mendekat, menciptakan sebuah lingkaran sihir yang berada tepat di depannya, Dari Lingkaran sihir itu Angin bertiup kencang kemudian Sambaran angin putih keluar dan menyerang langsung si kelinci.


Swushhh...


Tangan kelinci yang berputar tadi terlepas setelah menahan serangan angin dari Iori, berlari dengan sangat cepat setelahnya, menggetarkan lapangan.


"Wind Magic: Wind Pusher" Di Bawah telapak kaki si Kelinci lingakaran sihir terbentuk dan setalah nya angin yang cukup kencang keluar, menerbangkan si kelinci ke atas.


"Wind Magic : Wind Strom"


Swushhh... Brukk


Kelinci yang terkena serangan udara tadi terjatuh kemudian berhenti bergerak seketika.


"46 Detik... Penggunaan sihir yang sangat hebat... Dari banyak nya pendaftar hanya kaulah yang dapat menyelesaikan nya kurang dari satu menit..." Puji Patricia menghampiri Iori.


"Terima kasih..." Balas Iori kemudian berjalan menepi menuju ke arah bangku penonton, bertukar posisi dengan Rose.


Patricia mengarahkan tangannya ke boneka tadi kemudian bagian yang hancur dan terpotong kembali seperti semula.


"Baiklah... Waktu Ujian dimulai dari sekarang!"


Boneka mulai bergerak dengan cepat menuju ke arah Rose yang kini dengan wajah percaya diri berdiri dengan sihir yang siap dia keluarkan.


"Ice Magic: Land of Ice" Rapalnya yang membuat seluruh area lapangan berubah menjadi dataran es yang dingin, berhasil membuat terpukau Patricia dan keempat orang yang melihatnya termasuk Zen, dan sihir itu mengunci pergerakan si boneka.


Tak hanya sampe disitu, Rose kembalu bersiap mengeluarkan mantra sihirnya setelah memperpendek jaraknya dengan si boneka kelinci.


"Ice Magic : Killer Stab" Dari lantai es, lingakaran sihir biru terbentuk kemudian dari dalamnya tusukan besar es keluar menusuk ke perut si kelinci besar, Membuatnya tertancap dan terangkat dari tanah.


"32 Detik... Sungguh Luar biasa..." Puji Patricia ketika Rose berjalan dengan anggun ke arahnya.


"Tentu saja..." Melewati Patricia Rose kini betukar tempat dengan Iyrs, kemudian lapangan menjadi seperti semula.


"Kau menaikkan standar nya lagi..." Ucap Zen pelan ketika Rose duduk di depannya.


"Baiklah, Waktu Ujian dimulai dari sekarang..."


Boneka kelinci yang sudah di pulihkan itu mulai bergerak tapi kali ini kelihatannya Iyrs belum siap mengeluarkan sihirnya, dia hanya berlari menjauh dari Kelinci besar yang semakin dekat dengannya.


Sesekali di lantai lapangan sebuah lingkaran sihir putih kelihatan kemudian menghilang dengan cepat.


"Apa yang sebenarnya dia lakukan..." Tanya Iori ketika terus memperhatikan Iyrs yang masih berlari dan sudah hampir semenit dia melakukan itu.

__ADS_1


"Dia menggambar pola sihirnya..." Jawab Luna yang tahu dengan apa yang dilakukan oleh Iyrs.


"Menggambar pola sihir? Apa maksudnya?"


"Iyrs memiliki sihir segel... Dan untuk menggunakan nya dia harus membuat beberapa titik pola yang nantinya akan menjadi segel... Karena itu dia berlari mengelilingi si kelinci..."


"Aku kurang mengerti..."


"Lihat saja... Dia sudah hampir selesai..." Luna tidak melepaskan perhatian nya dari Iyrs yang kini sudah berhenti berlari mengelilingi si Boneka.


"Magic Seal : Binder" Dia menyatukan kedua telapak tangannya dan membentuk postur seperti orang yang tengah berdoa.


Tak lama setelah itu, Lingkaran sihir kecil muncul di arena dan mengeluarkan warna biru yang terang, Rantai - rantai keluar dari berbagai penjuru ruangan dan langsung mengikat si kelinci dan membuatnya tidak bisa bergerak.


"1 Menit 32 Detik... Ini lebih 3 menit daripada tahun kemarin... Sepertinya kau sudah berlatih dengan sangat keras... Kerja bagus Iyrs" Puji Patricia dengan sangat senang.


"Iyrs tidak lolos seleksi tahun lalu, karena dia sendiri belum bisa menguasainya sihirnya, dan belakangan ini dia berlatih terus menerus yang membuat nya dapat mengendalikan sihirnya sendiri..." Gumam Luna kepada Iori, Rose, Dan Zen.


"Kenapa dia mau melakukan itu..." Tanya Iori yang menduga bahwa ada maksud tertentu di balik tindakannya.


"Orang yang menghentikan kita di halaman tadi adalah tunangannya, Kurt Heyaz, tahun kemarin dia Sangat sedih karena tidak bisa masuk bersama dengan Nya karena itu dia berjuang keras agar bisa di terima tahun ini..."


"Begitu yah... Aku harap dia bisa lolos tahun ini..." Harap Iori dengan sedikit perhatian.


"Kesempatan Lolosnya akan sangat kecil jika kalian terus menerus menaikkan standar nya... Jika banyak yang melewati ujian ini dengan waktu kurang dari satu menit atau tidak lebih dari satu setengah menit maka kesempatan nya di terima akan kecil..." Ujar Zen yang duduk sendiri di belakang membuat mereka bertiga terdiam.


"Luna Sekarang giliran mu..." Panggil Iyrs ketika Luna masih juga belum bertukar tempat dengan nya.


"Ahh... Baiklah" jawab Luna dengan sedikit kaget.


Dia turun dengan cepat dan langsung menuju ke tengah arena, menunggu aba aba dari Patricia.


"Baiklah, Waktu Ujian di mulai dari sekarang..."


Boneka bergerak, memutar lengannya seperti yang ia lakukan pada Iori, Luna bersiap dengan sihirnya dan memasang sikap waspada.


"Spirit Magic : Fire Spirit" Dari telapak tangan Luna sebuah lambang muncul, dan tanpa rapalan lagi dia menembakkan bola bola api ke arah Boneka kelinci dan meledak begitu saja, membakar beberapa bagian tubuh si boneka.


"Spirit Magic : Wind Spirit" Lambang yang sebelumnya ada kini berganti dengan lambang lainnya.


Mengarahkan tangannya ke depan dan dari telapak tangannya Luna mengeluarkan tiupan angin yang sangat kencang menuju ke arah Boneka kelinci yang terbakar.


Angin yang bertiup itu menambah besarnya api yang berkobar, Tiga detik berselang tubuh si boneka sudah tidak lagi terlihat dan hanya ada abu kosong Disana.


"22 Detik... Pencapaian baru... Luar biasa... Sungguh sihir yang kuat"


"Cih... Aku kalah yah..." Decak Rose.


"Hebat sekali Luna..." Teriak Iyrs dari bangku penonton.


"Sihir nya kuat sekali..." Ucap Kagum Iori, sementara itu Zen hanya bergeleng kepala, "Dia menaikkan standar nya lagi..." Ucapnya kemudian berdiri bertukar tempat dengan Luna.


"Tadi itu sungguh hebat..." Puji Iori yang masih kagum dengan sihir Luna.


"Tidak itu bukan apa - apa... Ngomong - ngomong apa dia bisa melakukannya?" Tanyanya ragu ketika Zen berjalan menuju tengah arena.


"Entahlah... Dia tidak pernah menghadiri latihan sihir karena Sihir nya tidak berguna menurut Magician Kira..." Jawab Iori yang merasa khawatir dengan Zen.


"Yah, aku juga sudah dengar tentang itu..."


"Heehhh selain Relic nya yang berupa kertas, dia juga punya sihir yang tidak berguna yah... Malang sekali nasibnya" Ejek Rose mengasihani Zen Yang saat itu sudah siap dengan ujiannya.


"Baiklah Waktu Ujian dimulai dari sekarang..."


"Shadow Magic : Existence Caster" Rapal Zen dengan cepat ketika si boneka baru saja bergerak dan dengan segera bayangan yang ada di bawah kaki si boneka naik keatas menyelimuti seluruh tubuhnya dan dalam hitungan 1,67 Detik saja ujian Zen selesai bersama dengan lenyapnya wujud si boneka.


"1,67 Detik... Apa yang barusan kau lakukan..." Patricia tidak bisa bergerak setelah Melihat kejadian barusan.


"Orang itu... Bukankah sihirnya tidak berguna?" Rose yang sama terkejutnya sama sekali tidak bisa berhenti menganga begitu pula dengan yang lain.


Note : Kalau ada pertanyaan jangan lupa taruh di komen yah...


Like & Vote juga jangan lupa...


see u next chapter

__ADS_1


__ADS_2