The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 32 Pejuang Kering Vs Si Magician


__ADS_3

"Terima kasih atas makanannya tuan Zen..." Nania berdiri dari kursinya setelah dia dan Zen Selesai makan dan akhirnya menundukkan kepala memberikan hormat sekaligus ucapan terima kasih pada Zen.


"Kau kembali menyebut tuan..." Balas Zen mengelap mulutnya dengan kain putih yang tersedia di meja.


"Maaf, aku belum terbiasa memanggil dengan namamu langsung..." Nania menutup matanya dan kembali menundukkan kepala.


"Tidak apa jangan dipaksakan, kau pasti akan terbiasa nanti... Aku akan pergi ke luar, tolong bersihkan meja nya yah..." Ucap Zen sambil berdiri dan berjalan melewati Nania.


"Baik Tu- Zen... Akan ku bersihkan..." Jawabnya sesaat sebelum Zen membuka pintu dan keluar dari kamarnya.


Zen berjalan turun ke bawah dengan sangat pelan, dan untuk pertama kalinya dia memperhatikan betul betul interior yang ada di istana, banyak hiasan seperti Vas besar dan kecil di tambah dengan Foto foto yang terlihat seperti kakek ataupun orang tua yang mungkin sudah tidak ada lagi terpajang di dinding.


Saat ini Zen berniat untuk pergi ke ruang singgasana karena kabarnya akan ada sedikit diskusi mengenai pemberontak yang menjadi masalah di kerajaan saat ini.


"Tapi yang mulia bagaimana mungkin orang yang bahkan sihirnya tidak berguna itu menjadi pahlawan!!, Itu sangat tidak masuk akal, kalau yang menjadi pahlawan adalah Shin ataupun Iori saya masih menerimanya, tapi kenapa harus pejuang kering itu... Dia sangat tidak pantas bahkan Sifatnya saja tidak seperti seorang pejuang... Saya yakin anda salah menilai yang mulia..." Zen berhenti di depan pintu ketika suara teriakan laki laki yang familiar baginya terdengar dari dalam ruangan, untuk sejenak dia mendengar pembicaraan dari dalam dimana itu menyinggung soal dirinya yang diakui Sebagai pahlawan.


"Tidak ada yang salah dalam penilaian ku selama ini, aku juga sudah memastikan kalau Kanade Zen adalah pahlawan dari dunia lain, apa kau masih meragukan ku..." Balas Sang Raja kepada Kira yang berdiri di bawah singgasana sembari memasang wajah tidak terima dan terlihat sangat ingin protes.


Hanya ada beberapa orang yang hadir di ruang singgasana seperti Mira, Istri Arthur, Arthur sendiri, Kira dan beberapa orang yang mungkin berperan penting di istana.


"Yah, karena itu adalah hal yang tidak wajar menganggap seorang yang bahkan tidak bisa membentuk sihirnya sendiri sebagai seorang pahlawan, saya ingin anda melakukan penilaian ulang..." Protesnya lagi.


"Magician Kira!!" Arthur berteriak karena sudah merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Kira dan teriakan itu membuat satu ruangan bergema.


"Aku tidak tau apa yang membuat mu membenci Kanade Zen, tapi kata katamu itu seperti menghina ku sebagai seorang raja... Karena itu ak-"


"Tunggu dulu yang Mulia" Pintu terbuka, Dan Zen melangkahkan kakinya masuk ke ruangan sesaat sebelum Arthur selesai dengan kalimat nya pada Kira.


"Kanade Zen..."


"Pahlawan Penipu..."


"Aku tidak akan protes tentang dia yang meragukan ku... Karena aku juga tidak pernah menunjukkan kemampuan ku padanya..." Ucap santai Zen, membuat Kira, Arthur dan Mira keheranan dengan maksud dari kata katanya.


"Apa yang kau katakan Pejuang Kering..." Tanya Kira dengan emosi yang mungkin dia tahan.


Tapi Zen hanya tersenyum sinis ke arahnya seolah mengejek posisi Kira yang menjadi satu satu nya orang yang tidak tahu tentang kekuatan sihirnya.


"Yah wajar saja jika aku tidak ingin menunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya pada orang bodoh sepertimu" Zen memulai Provokasi nya terhadap Kira dan seperti yang ia duga, Kira Terpancing.

__ADS_1


"Apa kau mengejekku pejuang kering..." Ucapnya dengan tatapan mata yang memicing.


"Apakah terdengar seperti itu?, Maaf aku tidak tahu kalau itu mengejek mu..." Zen kembali melakukan provokasi nya, dan menambah emosi Kira.


"Sialan... Katakan apa sebenarnya maksudmu..."


"Kau bilang kalau aku lemah bukan?, Kalau begitu mari kita buktikan... Dalam duel sihir..." Tatapan mata Zen adalah sebuah tatapan santai yang terkesan menantang Kira.


"Berani juga kau menantang ku yang seorang magician istana... Baiklah aku terima tantangan duel mu, dengan syarat jika kau kalah kau harus memberi tahukan kalau kau selama ini menipu semua orang tentang kau yang adalah seorang pahlawan..."


"Aku setuju... Tapi jika kah kalah, aku harap kau siap untuk konsekuensinya..."


"Mari kita lihat siapa yang akan kalah..."


"Kebetulan sekali aku sedang ingin mencoba sihir baru..." Balas Zen dengan wajah serius


• • •


Sore Hari / Terarria Kingdom


Halaman Istana.


"Duel akan segera di mulai, kedua penantang silahkan memasuki arena..." Ucap Mira yang menjadi pengadil di antara keduanya, memanggil Zen dan Kira yang muncul dari arah berlawanan.


Zen muncul dari arah kanan dimana berasal dari sisi pejuang dan Kira muncul dari sisi petinggi istana, keduanya kemudian berdiri berhadapan di tengah arena dan saling menatap satu sama lain dimana Kira memandang Zen dengan marah sementara Zen sendiri hanya terlihat begit santai.


"Kedua penantang sudah hadir... Sekarang aku akan menjelaskan peraturan dalam duel sihir... Pertama ini adalah Duel Resmi yang akan di saksikan langsung oleh yang mulia beserta keluarganya, jadi tidak diperbolehkan untuk melakukan kecurangan,


kedua setiap penantang tidak diperbolehkan menggunakan Relic dan juga seni Fisik dan hanya boleh menggunakan sihir atribut,


Ketiga tidak boleh membunuh dengan sengaja, dan pemenang akan di tentukan oleh siapa yang terakhir bertahan ataupun siapa yang menyerah terhadap lawan terlebih dulu.


Itu saja... Jika sudah jelas silahkan mengangguk" Tutup Mira kemudian menoleh ke Zen dan Kira secara bergantian.


Keduanya mengangguk tanda mengerti dan akhirnya Mira mundur beberapa langkah ke belakang kemudian bersiap memulai hitungan mundur.


"Duel Dimulai pada Hitungan Ketiga... 1.... 2.... 3 Mulai!!"


"Sand Magic: Smoldering Sand" Kira memulai serangan untuk pertama kali dan menyerang Zen dengan sebuah Pasir berwarna merah membara, dan dari hawanya saja Zen sudah tau kalau itu adalah pasir yang panas.

__ADS_1


"Shadow Magic: Shield Shadow" Zen menahan serangan gelombang pasir merah tadi dengan sebuah pelindung bayangan yang muncul dari bayangan yang ia perbesar, setelah itu ia melompat mundur kebelakang dan menjaga jarak.


"Kau menahan serangan ku..." Kira tertegun ketika untuk pertama kalinya melihat sihir Zen yang berhasil menahan sihir nya.


"Itu belum seberapa..." Ucap Zen seolah menyombongkan dirinya pada Kira.


"Bagaimana kalau begini" Zen memainkan tangannya terhadap perisai yang sebelumnya ia bentuk dan perisai tadi terurai menjadi bentuk yang berbeda, dimana membentuk seperti dua buah dinding yang meluas ke samping tubuh Kira dan mengurung nya diantara tembok tadi.


"Sekarang Penyetlah..." Ucap Zen kemudian mempersempit jarak diantara dua temboknya dan menekan tubuh Kira.


"He... Kau terlalu meremehkan magician istana seperti ku [Sand Magic : Floating Sand]" Sebelum kedua tembok bayangan Zen menghimit dirinya, Kira menciptakan sebuah Pasir yang melayang kemudian melompat naik keatas pasir tadi, setelah itu ia terbang melewati bagia atas tembok yang tidak tertutup.


"Benarkah? Kupikir tidak semudah itu untuk lolos dari sihirku" Zen tersenyum karena sudah mengetahui Kira mempunyai sihir semacam itu, Dan akhirnya ia kembali mamainkan tangannya, dan bayangan yang baru saja akan Kira lewati dengan sihir pasirnya bertambah tinggi dan semakin tinggi dan membuat Kira benar benar tidak bisa keluar dari dinding tadi.


Semua terperangah terhadap sihir Zen yang cakupannya sangat luas dan lama bahkan teman teman terdekatnya saja seperti Shin dan Nania tidak tahu kalau sihirnya akan sampai sejauh itu.


"Berengsek, bagaimana mungkin kau melakukan ini... Kau pasti berbuat curang" Teriaknya dari atas yang sudah menyerah mengejar bagian atas tembok yang semakin tinggi.


"Kau mengatakan aku curang?, Itu berarti kau sudah kalah yah?" Ledek Zen.


"Hey Mira, ini sudah jelas curang, mana ada sihir yang bisa mencakup luas sejauh ini, dia pasti menggunakan sebuah alat sihir..." Teriaknya pada Mira yang berada di pinggiran.


Tapi tidak mendapatkan Respon apapun karena Mira tahu Zen sama sekali tidak berbuat kecurangan apapun.


"Ini bukanlah kecurangan... Tapi ini adalah kekuatan dari sihir bayangan, [Shadow Magic: Infinite Range Wall]... Sekarang aku akan mengakhirinya..."


"Dasar Pahlawan Penipu [Sand Magic : Black Sand Body]" Rapalnya sesaat sebelum Zen kembali merapalkan sihirnya dan memunculkan gelombang pasir hitam dari belakang Zen.


"Shadow Magic: Crush Shadows " Ucap Zen sesaat sebelum dia dan seluruh tubuh nya tenggelam dalam gelombang pasir yang mic muncul dari belakang, dan disaat yang bersamaan kedua tembok tadi juga menghimpit Tubuh Kira dan membuatnya langsung tidak sadarkan diri.


Semua bertanya tanya siapa pemenang nya karena Zen yang masih belum juga terlihat setelah tenggelam dalam pasir hitam dan Kira yang sudah pingsan terlebih dulu.


"Pemenangnya, Kanade Zen..." Mira mengugumknan pemenang ketika Zen muncul kembali dari bawah tanah dan terlihat sehat sehat saja.


"Sayangnya, Sihir ku adalah sihir yang tidak berguna..."


Note : Tetap support Author biar Novel ini tetap update terbaru...


see u next chapter

__ADS_1


__ADS_2