
Beberapa Hari Kemudian...
Derasnya Hujan yang turun di kala akhir tahun sudah dekat membasahi seluruh kota dan membuat beberapa genangan di jalanan di tambah lagi dengan suara petir dan kilat yang terdengar seperti akan membuat langit runtuh sebentar lagi.
Ketakutan yang membayang bayangi ibukota kini mulai kembali ketika matahari bersembunyi dan hari menjadi gelap, sebuah petaka bagi mereka yang menjalani aktivitas malam yang terlihat mencurigakan.
Udara terasa cukup dingin di luar tapi tubuh mereka yang di hangati oleh alkohol sepertinya sebentar lagi akan merasa lelah.
Keluar dari dalam sebuah bar tiga orang yang kini berjalan dengan langkah lunglai beberapa saat setelah hujan deras selesai mengguyur kota itu bernyanyi nyanyi dengan riangnya tanpa ada satupun orang yang berani menegur atau pun memarahi mereka.
"Haa??? Hey dua orang bodoh apa kau melihat apa yang ada Disana?" Ucap salah seorang dari mereka dengan sebuah nada bicara yang terdengar seperti orang mabuk pada kedua temannya yang berjalan tepat di sampingnya.
Dia melihat ke arah depan dengan mata yang disipitkan karena tidak bisa melihat dengan jelas di gelapnya malam yang hanya di terangi oleh cahaya bulan apalagi sekarang karena dia sedang mabuk jadi dia meragukan pengelihatannya.
"Melihat apa... Tidak ada apapun Disana... Kau pasti mabuk..." Jawab temannya yang berada di samping kanan dengan sebuah nada bicara mengejek.
"Kau juga mabuk bodoh, lihatlah Disana sepertinya ada sesuatu yang keluar dari tanah..." Dia memukul kepala temannya yang berbadan ceking tadi kemudian meraih lehernya sambil menunjuk ke depan.
Dimana sesuai apa yang dikatakan oleh si pria mabuk tadi ada sesuatu yang muncul dari tanah dimana seperti seseorang yang perlahan lahan naik dengan mengenakan sebuah pelindung kain yang menutupi seluruh kepalanya dan hanya menampakkan bagian depan wajahnya saja dimana perlahan lahan matanya terbuka dan memperlihatkan sebuah tatapan dingin dengan warna mata biru yang menyala terkena sinar bulan.
"Kau benar... Ada yang muncul... Mungkinkah itu hantu!!!"
"Aku yakin ini karena kita terlalu banyak minum jadinya kita melihat yang tidak tidak... Abaikan saja.." Ucap si ceking kemudian melepas rangkulan dari si pria mabuk dan berjalan terlebih dulu kedepan.
Melewati sosok yang muncul dengan ekspresi dingin dan tatapan mata yang tida berubah sedikitpun seolah seperti sebuah robot yang menunggu perintah.
Si ceking berjalan melewati sosok tadi dengan santainya bahkan ia sempat memain mainkan tangannya di depan wajah sosok yang kini terlihat seperti siap membunuh itu.
Tapi karena tidak mendapatkan respon apapun si ceking akhirnya pergi dengan langkah lunglai dan juga wajah yang kelihatan puas setelah beberapa kali menampar nampar pipi si sosok tadi.
"Itu benar seperti nya ini karena kita kebanyakan minum..." Balas Si pria mabuk pada temannya yang satu lagi kemudian ikut menyusul si ceking yang berada di depan.
__ADS_1
"Shadow Magic :..." Ucap Sosok tadi dengan nada suara yang terdengar datar tanpa emosi dan sangat pelan
"Haaa???" Si pria mabuk menghentikan langkahnya ketika baru saja hendak lewat di samping sosok tadi.
"Ada apa?"
"Mungkin ini juga efek minum terlalu banyak juga... Rasanya dia baru saja berbicara..."
"Lain kali jangan minum terlalu banyak bodoh... Kau seperti orang tidak waras saja..."
"Ya ya..." Jawabnya dengan jengkel kemudian mengabaikan sosok yang setelah di perhatikan lagi tidak memiliki lengan kanan dan hanya memiliki satu tangan saja itu.
"Shadow Party Night" Sambungnya menyelesaikan rapalan sihirnya yang terhenti tadi.
Crass... Crass.... Crass....
Setelah rapalan sihir selesai area di belakang sosok Tadi kini dipenuhi dengan darah yang berasal dari tubuh yang terangkat dengan kondisi perut yang di tembus oleh bayangan dengan ujung runcing dari bawah tanah kemudian mengangkat tubuh mereka ke udara.
Tidak hanya menembus perut saja, kaki tangan kepala semuanya kini telah di tembus dengan mudahnya oleh bayangan yang berasal dari tanah itu.
"Target di musnahkan... Tujuan berikutnya istana kerajaan... Target Para pejuang" Ucapnya kemudian menghilangkan bayangan yang muncul dari tanah dan menjatuhkan tubuh ketiganya yang kini terbaring kaku tanpa sedikitpun pergerakan.
Setelah itu Zen masuk kembali ke dalam tanah secara perlahan dan menutup kedua matanya setelah itu menghilang sepenuhnya seperti saat dia muncul, masuk kembali ke dalam bayangannya sendiri dan meninggalkan ketiga tubuh tadi.
• • •
Pagi Hari...
Akademi Shield...
Setelah beberapa hari tidak mengikuti pelajaran di akademi kini para pejuang dan juga putri putri dari istana kerajaan kembali masuk ke akademi atas perintah sang Raja.
__ADS_1
Meskipun mereka tahu kalau sekarang adalah saat dimana mereka harus mencari keberadaan Zen yang sudah menghilang selama 3 hari dari istana dimana yang pertama kali menyadari nya adalah Nania yang hendak mengantarkan makanan ke kamar Zen tapi bagaimana pun mereka harus tetap berfokus pada tugas mereka yaitu menjadi lebih kuat untuk menghadapi Relic war.
Beberapa orang nampak bersikap seperti biasanya, bahkan ada yang terlihat ceria ceria saja meski tahu bahwa kerajaan tengah di sibukkan dengan pencarian Zen, tapi di antara para pejuang yang terlihat tanpa masalah itu ada beberapa orang yang terlihat lesu dan khawatir.
Dimana Elize yang memasang wajah lesu dengan kantung mata yang terlukis jelas di bawah matanya berjalan sambil menggelengkan kepalanya, tepat di sebelah nya ada Shin dan Rika yang terlihat baik baik saja dari luar tapi keadaan dalam mereka tidak baik baik saja.
"Kakak... Jangan terlalu khawatir dengan Zen, kakak juga harus mengkhawatirkan diri kakak sendiri... Beristirahat lah yang cukup kak..." Ucap Luna dengan nada yang terdengar begitu prihatin menyaksikan wajah lelah Elize.
"Terima kasih Luna tapi aku baik baik saja..." Jawab Elize tanpa sedikitpun melirik ke arah Luna.
"Dilihat bagaiman pun kak Elize sedang tidak dalam keadaan baik... Istirahat lah dulu hari ini kak.. jangan memaksa kan dirimu... Jika kak Elize sakit Luna akan sangat sedih" Ucapnya lagi.
"Benar tuan Putri... Kami tahu kalau putri khawatir dengan Zen tapi jangan sampai rasa khawatir itu malah berdampak buruk bagi dirimu..." Sahut Iori yang berjalan berdampingan dengan Luna.
"Terima kasih atas perhatiannya... Sepulang dari akademi aku pasti akan beristirahat..."
"Yah... Biar kami yang melanj pencarian Kanade..." Sahut Rika.
"Dibanding denganku... Keadaan Nania jauh lebih buruk... Kalian mintalah dia untuk beristirahat juga..."
"Baik putri... Akan kami lakukan..." Balas Rika kemudian semuanya berjalan masuk ke akademi seperti biasa.
Keberadaan Zen kini benar benar tidak diketahui, dia yang pergi dengan keadaan terluka dan hilang ingatan benar benar membuat semua orang khawatir.
Bahkan Arthur sendiri takut jika Zen jatuh ke pihak Nipotia dan akan membantu mereka dalam Relic war yang akan terjadi kurang dari dua bulan lagi itu.
Dan kini tidak ada satupun yang tahu dimana keberadaan Zen kecuali satu orang yang sangat penting...
Author Kirashi...
Note : Ini adalah Chapter awal dari Arc 2 : "Reveal The Truth"
__ADS_1
Tetap support author biar Novel ini tetap update terbaru
see u next chapter