
Pagi Hari / Terarria Kingdom
"Kak Elize... Lihat ada salju..." Luna dengan senang berlari keluar istana sambil melompat kesenangan, dia menunjuk nunjuk ke arah Langit dimana banyak benda putih kecil yang turun dan benda itu terasa dingin saat menyentuh kulit.
"Hmm... Ternyata sudah masuk musim dingin yah... Kupikir masih ada beberapa hari lagi, ternyata lebih cepat dari biasanya yah..." Balas Elize kemudian ikut mengangkat telapak tangannya dan ikut merasakan sensasi dingin ketika menyentuhnya.
"Benarkah... Kupikir tidak ada bedanya, yang paling penting adalah saljunya... Hahaha..." Luna tertawa riang kemudian menjauh dari arah pintu masuk, berputar putar di antara salju yang turun dan mulai menimbun di halaman.
"Luna hati hati... Nanti kau terjatuh...!" Teriak Elize memperingatkan Luna.
"Apa putri Luna selalu menyukai salju?" Iori muncul dari arah belakang dan menyapa Elize dengan sebuah pertanyaan.
"Selamat pagi Iori" Balas Elize membenarkan sapaan dari Iori dengan yang seharusnya ia ucapkan.
"Yah... Selamat Pagi Putri Elize..."
"Apa kau berpikir seperti itu?"
"Kurasa begitu..."
"Haha... Kau memang sangat pengertian... Luna itu sangat menyukai salju... Karena dia lahir di saat musim dingin..." Jawab Elize kini perhatian nya kembali pada Luna yang masih menari nari dibawah hujan salju yang berangsur-angsur deras.
"Tepatnya kapan?"
"Besok..."
"Benarkah... Itu artinya besok adalah ulang tahun putri Luna..."
"Yap... Jadi apa yang akan kau lakukan?, Apa kau akan memberikan nya hadiah ulang tahun..."
"Ehmm... Aku belum memikirkannya..." Iori terlihat cukup kebingungan dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Elize secara spontan itu.
"Kalau begitu mau mendengar saran dariku?"
"Bolehkah..."
"Tentu saja... Lagipula ini semua demi adikku tersayang" Elize mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
"Tolong..."
"Besok akan ada Perayaan salju di kota... Mulai dari pagi sampai malam... Kau tau bukan apa yang biasanya di lakukan saat ada sebuah perayaan besar..."
"Ahhh... Aku mengerti... Terima kasih banyak putri Elize..."
"Shutt... Jangan memanggilku Putri Elize lagi... Tapi Kak Elize... Mengerti?" Elize mengedipkan matanya kemudian memberikan senyuman penuh arti dari kata kata yang barusan ia lontarkan setelah itu dia masuk ke dalam istana dan menyerahkan Luna pada Iori.
Iori terdiam, dia masih mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Elize barusan, berpikir dan terus berpikir hingga akhirnya ia paham juga maksud sebenarnya dari perkataan itu.
Dia tersenyum dengan sangat gembira kemudian membalikkan badannya, menoleh ke arah Elize yang terlihat berjalan dengan anggun di koridor setelah itu Iori membungkuk.
"Akan ku lakukan yang terbaik, terima kasih banyak Kak Elize..."
• • •
Waktu yang sama
Pintu ruang kerja Arthur kini terbuka dan menampilkan sosok Zen yang datang dengan tatapan mata yang begitu dingin dan sangat berbeda dari sebelumnya.
Ia masuk dengan pelan kemudian berjalan ke dekat meja Arthur dan berhenti tepat di depannya, menatap wajah Arthur yang terlihat lelah dan seperti terlalu banyak memikul beban.
"Kau sudah sampai rupanya... Maaf karena memanggil mu tiba - tiba... Saat ini aku sedang dalam masalah yang sangat serius..."
"Sepertinya kau tidak pernah terkena masalah yang mudah... Karena itu aku memaklumi nya..." Balas Zen melirik ke atas kertas yang di dalamnya terdapat laporan sesuatu.
"Jadi ada apa..." Tanyanya lagi.
"Ini... Coba kau baca terlebih dulu" Balas Arthur kemudian menyerahkan lembaran kertas yang ia raih dari pinggiran meja.
Zen mengambilnya kemudian membacanya cepat, ia sedikit mengerti dengan apa yang tertulis Disana.
"Jadi bedanya Artifact dengan Relic wujudnya... Tapi untuk masalah kekuatan Artifact bisa lebih kuat dari Relic... Lalu apa masalahnya..." Zen menaruh kertas tadi di depan Arthur kemudian meringkas apa yang ia baca.
Sebuah tulisan tentang teori adanya sebuah benda yang di gadang gadang mempunyai kekuatan menyamai atau bahkan lebih besar dari sebuah Relic pada umumnya
"Tapi itu hanya sebuah teori bukan... Belum ada yang pernah melihat Artifact sebelumnya..." Ucap Zen lagi.
__ADS_1
"Memang benar tidak ada yang pernah melihat Artifact sebelumnya... Tapi kejadian hari ini membuktikan bahwa kemungkinan besar Artifact itu benar adanya..." Arthur berdiri lalu menunjuk ke luar jendela seolah menyuruh Zen untuk melihat keluar.
Zen mengikuti petunjuk dari Arthur, dia melihat keluar jendela dimana banyak benda putih yang turun dari langit dan perlahan mulai menumpuk di atas halaman.
"Maksudmu turunnya salju adalah Ulah dari Artifact... Bukankah itu karena pergantian musim?" Ucap Zen tidak menatap Arthur sama sekali dan terus melihat keluar jendela.
"Tidak, pergantian musim harusnya masih satu Minggu lagi... Tapi kenapa hari ini salju turun..."
"Yah, kurasa itu memang sedikit aneh... Tapi tidak masalah bukan... Setidaknya ini hanya salju yang turun, tidak ada yang dapat terjadi selain badai salju..."
"Itu jika saljunya memiliki jeda untuk berhenti... Tapi kalau ini memang karena sebuah Artifact maka saljunya tidak akan berhenti sampai musim dingin berakhir dan akan terus menumpuk..."
Kini Zen berbalik, dia melihat ke arah Arthur yang terlihat semakin cemas, dan penuh ke khawatiran.
"Jadi kau ingin aku menyelidiki tentang ini?"
"Yah, tolong aku menyelesaikan ini, setidaknya jangan biarkan saljunya menumpuk, itu saja..."
"Tapi dari mana aku harus memulainya... Kita bahkan tidak tau dimana Artifact itu..."
"Dikatakan dalam sebuah teori Kalau satu satunya tempat Artifact berasal adalah Hutan penyihir... Tapi aku tidak tau apa itu memang benar... Setidaknya pergilah ke sana..."
"Dimana letaknya..."
"Di arah Selatan kerajaan Nipotia... Aku yakin sekarang kerajaan merekalah yang paling terkena imbasnya..."
"Hee... Ini sedikit menguntungkan..."
"Apa maksudmu..."
"Tenang saja... Kurasa aku akan sedikit bermain main Disana nanti..."
"Aku hanya ingin masalah ini Selesai sebelum Relic War... Karena menumpuknya salju akan berpengaruh terhadap persediaan Logistik dan juga Banyak hal lainnya pada para Pasukan..."
"Tentu saja... aku akan menyelesaikan ini secepat mungkin..."
Note : Tetap support author biar Novel ini tetap update terbaru...
__ADS_1
see u next chapter