The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 55 Reveal The Truth


__ADS_3

"Kau melakukannya sesuai dengan apa yang kami katakan bukan..." Pria yang duduk di dalam ruangan gelap itu berbicara dengan tekanan yang begitu kuat, nada bicaranya terkesan berusaha mengintimidasi orang yang berada di tengah tengah meja bundar tempat dimana dia dan beberapa orang lainnya berkumpul.


"Be... Benar... Aku sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang kalian berikan, dan untuk hasilnya bisa kita lihat sebentar lagi... Jika memang benar maka dia akan kembali dengan salah seorang perwakilan dari kerajaan Nipotia..." Jawab Pria yang ada di tengah tengah meja bundar sambil terus melihat sekeliling nya dimana ada beberapa orang yang tengah duduk mengelilingi dirinya.


Terlihat seperti sebuah rapat suatu organisasi besar yang bertujuan untuk memperkuat atau memperluas wilayah organisasi mereka, tapi itu hanyalah sebuah gambaran, karena suasana yang ada terasa sangat jauh berbeda.


"Setidaknya kau bisa sedikit diharapkan di banding sebelumnya... Bagaimanapun ini adalah kesempatan mu untuk membuktikan perkataan mu saat itu... Dan jika kali ini kau gagal maka Kamilah yang akan langsung turun tangan..." Sejenak suara perempuan terdengar tapi tidak tahu darimana asalnya karena ruangan yang cukup gelap tadi.


"Baiklah..."


"Yah tugasmu itu masih ada tergolong mudah... Karena kau hanya perlu memancingnya masuk ke dalam perangkap dan Kamilah yang akan melakukan sisanya..."


"Tapi kurasa dia cukup cerdik juga karena dapat memanfaatkan situasi dengan baik..."


"Terima kasih atas pujiannya... Setelah ini serahkan sisanya padaku... Dan tolong untuk melakukan nya sesuai rencana" Perlahan tapi pasti sosok itu mulai mundur kebelakang berusaha untuk segera pergi dari dalam ruangan gelap tadi.


"Padahal kau berniat melakukan perjanjian perdamaian, tapi siapa sangka kau akan bermain curang di belakang..." Suara tadi kembali memancing perhatian sosok yang baru hendak keluar ruangan.


"Perjanjian perdamaian?, Aku tidaklah senaif itu sampai sampai melakukan hal yang dimana tidak ada keuntungan nya... Sebaliknya daripada membuat perjanjian perdamaian setelah perang Relic, lebih baik aku meminta mereka menyerah tanpa syarat sebelum perang Sebenarnya dan meminta mereka menyerahkan seluruh wilayah kerajaan mereka..." Dengan senyum licik yang terlihat kurang jelas karena minim nya cahaya sosok tadi mulai membuka pintu dan bersiap keluar.


"Memanfaatkan seorang pahlawan palsu untuk memanipulasi semua orang dan akan menjatuhkannya sampai menjadi lebih rendah dari sampah... Kau benar benar licik... Arthur"

__ADS_1


"Selain itu aku kagum dengan caramu melakukan sandiwara yang sangat rapi dan terlihat natural selama ini... Sepertinya kau benar benar serius yah..."


"Apapun akan ku lakukan untuk kerajaan ini, meski itu harus berbuat curang ataupun mengkhianati seseorang... Karena pada akhirnya semua orang akan menjadi serakah"


• • •


Sentuhan yang terasa begitu dingin di kulit mulai membangunkan Zen yang mungkin masih tertidur dan merasa sedikit sakit di kepalanya.


Terlebih lagi suara riuh yang memenuhi telinganya terdengar begitu menganggu, bahkan sangat berisik tanpa ada sedikitpun jeda, dan karena penasaran Zen akhirnya memilih untuk mulai membuka matanya secara perlahan.


Ketika saat dimana ia membuka matanya tiba, yang pertama ditangkap adalah sebuah cahaya putih yang begitu menyilaukan tapi berangsur-angsur mulai jelas, yah sangat jelas baginya tapi tidak bisa dia pahami tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Dia menoleh ke kanan dan ke kiri secara cepat tapi dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Pahlawan itu sudah bangun!!"


"Ayo segera lakukan...!!"


Teriakan itu terdengar di antara riuhnya orang yang tengah mengelilingi Zen, dan posisi Zen saat ini adalah seperti seorang budak yang kaki dan tangannya diikat menjadi satu di bagian punggung belakang, dan di biarkan tiarap di atas tanah dengan salju yang perlahan tidak lagi menumpuk.


"Apa yang terjadi..." Dia kebingungan dengan situasi yang sedang terjadi, ingatannya sama sekali tidak membiarkannya mengingat tentang apa yang terjadi sedikitpun, dia hanya mengingat sampai dimana ia pergi dari kerajaan Nipotia bersama Maihime.

__ADS_1


"Benar dimana dia..." Mengingat sosok Maihime, Zen segera menoleh kesana kemari dan membiarkan tubuhnya tergesek di tanah.


Dia berusaha menggunakan sihir tapi tidak bisa melakukannya sedikit pun dan dia merasa de Javu akan hal itu dimana hanya dua orang yang dia tahu bisa melakukan penetralan sihir yaitu Arthur dan Maihime.


Tapi opsi Maihime Langsung hilang dari pikirannya setelah melihat bahwa sosok yang ia duga tadi berada dalam kondisi yang mungkin sedikit berbahaya.


Tangannya di rantai, dan kakinya dipasung, kemudian tubuhnya terduduk lemas dan tidak sadarkan diri tidak jauh dari tempat dimana Zen terbaring.


"Sebenarnya apa yang terjadi disini..." Di tengah kebingungan yang melanda pikirannya, Zen terlihat berusaha mencari jawaban kesana kemari, dia benar benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi sampai siluet yang ia kenal muncul di salah satu balkon arena.


"Selamat sore para rakyat kerajaan ku yang sangat aku cintai... " Arthur muncul kemudian memberikan salam yang sangat disambut meriah oleh para rakyat yang hadir saat itu.


Tepat di sampingnya ada Helena yaitu sang ratu dan dua putri nya dimana Elize terlihat memasang wajah Putus asa, dan Zen mungkin tau apa penyebabnya.


Di beberapa balkon yang lain kini ada para pejuang yang tengah ikut meyaksikan keberadaan Zen yang berada di tengah arena, dan diantara mereka ada Nania yang terlihat sama sedih nya dengan Elize.


"Sore hari ini aku sebagai raja merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi di Kerajaan ini... Dimana siang tadi akhirnya aku berhasil menemukan siapa dalang di balik kekacauan yang terus menghantui kerajaan ini... Dan pelaku nya adalah sosok yang paling di banggakan dan tempat kita menaruh harapan besar Kerajaan ini..." Sambungnya setelah huru hara para rakyat selesai.


"Sang Pahlawan, telah berkhianat..."


Note: Tetap support author biar Novel ini tetap update terbaru...

__ADS_1


see u next chapter


__ADS_2