
A Few Day's Later...
Terarria Kingdom / Akademi Shield
"Ini sudah hari ke tiga sejak hilangnya Zen, kira kira dimana dia sekarang..." Elize berbicara sambil mengaduk aduk piring yang ada di depannya dengan sebuah sendok makan ketika tengah berada di Kantin Akademi bersama dengan Iori, Shin, Rika, Luna, Natsukawa, Serta Miharu.
"Dan meskipun begitu kita sama sekali tidak mendapatkan apapun dari mengawasi pak Haley... Apa sebenarnya tujuan ayah menyuruh kita melakukan ini..." Sahut Luna yang kala itu berhenti makan sejenak mendengar keluhan dari kakaknya.
"Dasar Zen bodoh... Sebenarnya kemana dia pergi... Saat dia menjadi incaran musuh dia malah pergi tanpa memberi tahuku... Beraninya dia membuatku khawatir seperti ini... Dan juga berani sekali dia meninggalkan tugasnya..." Elize mendesah pelan kemudian menyandarkan kepalanya di samping piring, tersesat dalam lamunannya sendiri tentang dimana keberadaan Zen yang sudah menghilang sejak 3 hari yang lalu tanpa kabar apapun.
Mendengar keluhan dari Elize, Luna dan yang lain saling bertukar pandangan, saling memberi kode untuk menggoda Elize.
"Apa kakak sebegitu khawatir nya dengan keadaan Zen..." Ucap Luna yang menjadi orang pertama menggoda Elize.
"Tentu saja..." Sahut Elize tanpa sedikitpun mengangkat kepalanya.
"Apa jangan jangan tuan putri menyukai Kanade..." Miharu menyahut diantara keheningan yang memenuhi kelompok mereka dengan raut wajah ragu yang tertahan dalam senyuman paksa.
"Yah, aku memang menyukainya... Bukankah itu sudah jelas..." Elize berbicara tanpa ragu kemudian mengangkat kepalanya dan menatap balik Miharu, membuatnya tercengang bersama dengan reaksi yang buru buru dikeluarkan.
"Ahaha... Benar juga... Itu sudah terlihat jelas kan..." Perempuan dengan mata abu abu dan rambut ungu yang di ikat kepang samping tertawa Canggung berusaha terlihat biasa saja dengan pernyataan Elize ketika semua orang hanya bereaksi biasa saja karena memang mereka sudah tahu.
"Ada apa Haru?, nampaknya kau sedikit aneh..." Tanya Rika yang menyadari keanehan dari Miharu.
"Ti... Tidak apa Rika... Aku baik baik saja... Hanya sedikit terkejut... Yah begitulah..." Jawabnya dengan sedikit menundukkan kepala.
"Katagawa... Jangan bilang kalau kau..." Shin menyipitkan matanya, memandang lurus kedepan di mana Miharu sedang beradu dengan makanan yang ada di depannya.
"Ada apa Shin?" Tanya Iori yang duduk tepat di samping Miharu dan juga Luna.
"Kau menyukai Zen juga kan..." Terkanya langsung ketika semua tatapan menuju ke dirinya untuk menunggu perkataan yang akan keluar dari mulutnya.
Miharu menunduk dengan wajah panas yang mungkin sedikit memerah, untuk berusaha menahan malunya dia bereaksi dengan sedikit imut dimana ia memainkan jari jarinya di bawah meja.
Dan setelah beberapa saat dia mengangkat kepala langsung untuk membalas perkataan Shin dimana saat dia mengangkat kepalanya sebuah anggukan yang mungkin terasa malu malu untuk dia keluarkan terlihat dengan sangat jelas.
"Yang benar saja..."
• • •
Siang hari
Nipotia Kingdom / Penginapan Kota.
__ADS_1
Anak laki laki itu masuk dengan wajah tertunduk, berjalan memasuki penginapan berlantai tiga yang terletak dekat pusat kota, dan ketika sudah sampai di dalam dia langsung melirik kesamping dimana seorang anak laki laki lainnya tengah duduk di restoran penginapan sambil menyantap makan siangnya yang berupa roti dan sup berwarna putih.
"Kak Zen aku kembali..." Ucap Daven yang mengangkat kembali wajahnya saat berada tepat di depan Zen.
"Ah, selamat datang kembali, apa pendaftarannya sudah selesai..." Tanya Zen tidak menatap balik Daven dan hanya fokus pada makanan yang ada di depannya.
"Begitulah... Ternyata mendaftar sebagai Pemburu Magische lebih mudah dari perkiraan ku... Dan mulai besok aku sudah bisa melakukan perburuan..." Jawab Daven kemudian duduk di depan Zen.
"Baguslah... Dengan begitu kau bisa mengganti uang ku..." Zen mengangkat wajahnya kemudian melirik ke arah meja resepsionis dimana di jaga oleh seorang pria berbadan besar dan wajah garang.
"Yah aku akan mengganti nya, ngomong - Ngomong ada apa kak Zen?, Daritadi kakak terus melihat ke arah penjaga penginapan..." Daven bereaksi terhadap tatapan Zen yang tidak lepas dari si penjaga penginapan.
"Tidak... Hanya saja aku baru membeli beberapa informasi darinya..." Balas Zen melanjutkan makannya yang tertunda.
"Informasi..."
"Yah benar... Dia adalah makelar informasi di kota ini... Dan kau tau apa yang aku dapatkan?" Zen melirik dengan tatapan senang ketika mendengar pertanyaan dari Daven.
"Gadis manis dan Bohay?" Terka Daven secara tiba tiba dan ketika mendengar itu wajah senang Zen kembali berubah menjadi sedikit kecewa dan juga ragu dengan pemikiran dari Daven.
"Tidak bodoh..."
"Lalu..."
Zen meraih sesuatu yang ia letakkan di bawah bokong nya kemudian mengangkat sebuah kertas ke depan wajah Daven.
"Itu adalah informasi tentang Bangsawan yang menyerang adik adikmu... Dan tebak berapa harga informasi ini... 10.000 Ril dan itu adalah uang terakhir ku..."
"Benarkah..." Daven berdiri dari tempatnya duduk kemudian membaca nama yang tertera di atas kertas tadi, membacanya cepat kemudian memberikan tatapan senang dan sadis disaat yang bersamaan.
"Kak Zen... Ini... Ini adalah harta Karun, dengan begini aku bisa membalaskan kematian adik adikku... Ini adalah langkah awal dari tujuan yang telah kubuat" Sambungnya lagi.
"Tenang dulu dasar bodoh, kau memancing perhatian orang orang... Duduklah kembali"
"Ah, maaf" Daven kembali duduk setelah sadar bahwa tatapan semua orang termasuk si penjaga penginapan tertuju padanya.
"Jadi dimana kita bisa bertemu dengannya...' tanya Daven lagi setelah menyadari kalau informasi tadi tidak menyertakan tempat tinggal si bangsawan.
"Menurut informasi, dia tinggal di mansion yang masih masuk ke dalam bagian istana... Mungkin kau tau sesuatu tentang itu?"
"Bangsawan yang tinggal di daerah istana biasanya adalah Bangsawan yang memiliki pengaruh besar, kemungkinan dia adalah Bangsawan setingkat Duke dan juga termasuk orang penting bagi kerajaan ini..." Balas Daven setelah mendengar pertanyaan dari Zen.
"Apa di dunia ini tidak ada bangsawan yang baik... Aku jadi penasaran apa sifat mereka di tentukan oleh kekayaan?..." Gumam pelan Zen.
__ADS_1
"Tapi kak Zen, untuk memasuki istana sangat sulit... Banyak penjaga yang berpatroli..."
"Kau khawatir tentang itu?, kau pikir dengan siapa kau berbicara..." Tantang Zen dengan wajah yang sedikit sombong.
"Apa mungkin kak Zen akan membantu ku.."
"Benar, aku akan membantumu... Lagipula aku punya beberapa urusan di istana kerajaan... Jadi kupikir aku bisa sekalian membantumu.."
"Kalau begitu ayo kak Zen... Apa lagi yang ditunggu..." Daven berdiri kemudian mengajak Zen untuk segera pergi.
Brukk...
Daven terduduk paksa ketika sesuatu di bawah kakinya memaksa nya kembali duduk, dan ketika dia menatap ke bawah dua Buah Shadow hand nampak memegangi kakinya.
"sebelum itu... Mari kita membuat perjanjian Daven..." Ucap Zen yang menyingkirkan piring makannya yang sudah kosong ke samping.
"Perjanjian..."
"Benar perjanjian... Aku tidak akan membantumu secara gratis karena ini adalah masalahmu..."
"...."
"Pertama aku ingin kau mengganti semua uangku Caranya adalah dengan mengambil harta milik Duke yang kau incar nanti, tentu saja kau boleh mengambil untukmu juga... Kedua kita akan bergerak secara terpisah, aku hanya akan mengantar mu masuk kedalam mansion nya dan Setelah itu aku akan pergi untuk urusanku sendiri...
Ketiga mari kita membuat kelompok setelahnya, kelompok yang hanya terdiri antara kau dan aku... Dan tentu saja tujuan kelompok kita adalah pembasmian terhadap sampah sampah... juga aku ingin kau menjadi mata mataku di Kerajaan ini.." Zen menunjukkan satu persatu jarinya ketika memberi tahukan persetujuan mereka, kemudian di akhir kalimat ia menajamkan pandangannya seolah sedang menunjukkan tentang kekuatan yang sebenarnya.
Dan Reaksi yang diberikan oleh Daven adalah Sebuah ketakutan ketika tatapan mata itu seolah ingin membunuhnya, dan dia hanya menegak liurnya sendiri sambil menahan tubuhnya yang mulai gemetar.
"Sekarang aku penasaran, apa kak Zen adalah sekutu atau musuhku..." Ucap Daven setelah beberapa saat terdiam dalam ketakutan.
"He... Bagaimanapun aku bukanlah keduanya, aku melakukan ini untuk keuntungan ku sendiri, karena aku tidak pernah melakukan apapun yang tidak menguntungkan bagiku... Dan kurasa kau benar kalau pertemuan kita adalah takdir... Aku akan membantumu dan kau akan membantuku... Tidak ada yang dirugikan disini... Bagaimana..." Ucap Zen lagi kini dengan wajahnya yang kelihatan sedikit santai namun penuh dengan kelicikan.
"Baiklah... Aku setuju... Ini semua demi balas dendam..." Daven mengangguk langsung.
"Keputusan yang bagus... Dengan begitu hari ini Kelompok Empty Shadow resmi terbentuk... Tidak akan ada ketua dalam kelompok ini dan kita akan saling bertukar informasi..."
"Baik aku setuju..."
"Misi pertama kita adalah menyusup ke istana kerajaan, kau akan pergi ke mansion Duke dan aku akan menyusup ke istana...
Dan malam nanti, akan menjadi malam yang sedikit merah bagi mereka yang mempunyai jiwa kotor...
Hanya bercanda... Tidak perlu seserius itu..."
__ADS_1
Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru...
see u next chapter