
"Yosh!, Ini adalah yang terakhir..." Zen melirik ke belakang di mana shdow hand milik nya terlihat memegang kantung kulit yang hanya tersisa empat kantung saja.
Sejauh ini dia sudah mengantar dengan cepat dan jika mengingat letak para murid lokasi yang selanjutnya adalah lokasi terakhir yang akan di datangi oleh Zen, Untuk reaksi kemunculan Zen para murid hampir memberikan respon yang sama seolah olah menganggap Zen adalah hantu yang muncul dari tanah, terlebih banyak dari mereka yang memindahkan agar Zen membawa mereka ke garis akhir tapi semuanya di tolak.
"Selamat Malam, apa kalian lapar?" Zen mengejutkan dua orang murid perempuan yang kini tengah duduk di tepi danau kecil dekat hutan sementara dua yang lainnnya nampak sedang tertidur pulas di bawah pohon.
"Siapa..." Salah satu perempuan tadi berdiri kemudian waspada terhadap kemunculan Zen yang tiba tiba, reaksi yang wajar karena saat itu wajah Zen tertutup oleh gelapnya malam.
"Ah, ternyata kau adalah yang terakhir yah Natsukawa Isuzu...." Mengenali perempuan yang kini tengah waspada terhadapnya Zen berjalan mendekat memperlihatkan wajahnya lebih jelas.
"Zen Kanade..."
"Yoo... Sepertinya kalian sudah hampir sampai yah..."
"Laki laki asing..." Perempuan yang duduk di dekat kaki Isuzu berdiri kemudian memanggil Zen dengan nada serta ekspresi datar.
"Namaku Zen Kanade, jadi ganti nama panggilan mu itu..." Keluh Zen pada sosok Yurina Oliver.
"Apa yang kau lakukan disini... Apa kau berniat bergabung dengan kelompok kami..." Tanya Isuzu.
"Tidak tidak... Aku sama sekali tidak ada niat seperti itu..."
"Kenapa..."
"Yah, aku karena aku sudah sampai di garis akhir dan ditugaskan untuk mengantar perbekalan kepada kalian..." Jawab Zen tanpa percaya diri.
"Jangan bodoh... Kau tidak mungkin sampai secepat itu..." Tolak Isuzu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Zen.
"Itu benar... Kau tidak mungkin sampai di garis akhir meskipun kau mengunakan sihir enchantment seperti ku..." Sahut Yurina masih dengan nada datar.
"Terserah saja mau percaya atau tidak... Bukan kewajiban ku untuk membuat kalian percaya... Ambil ini..." Shadow hand di belakang Zen bergerak maju mengantar dua buah kantung kulit ke tangan Isuzu dan Yurina.
"Itu adalah perbekalan kalian... Oh yah, berikan ini juga untuk teman kalian yang tertidur..." Menggerakkan lagi shadow hand milik nya Zen melemparkan dua buah kantung kulit lagi pad Isuzu.
"Dari mana kau mendapatkan ini..."
"Aku sudah bilang kalau aku disuruh mengantar perbekalan pada kalian oleh para pengawas... Sayangnya kalian tidak percaya..." Zen mengangkat bahunya ke atas memberikan jawaban yang acuh tak acuh.
"Kalau begitu bawa kami bersamamu... Kalau kau bisa sampai dengan cepat harusnya kau membentuk kelompok dan mempermudah kami semua... Kenapa kau hanya pergi sendiri..." Isuzu menyanggah argumen dari Zen dengan sebuah permintaan yang sama dengan murid murid yang mengikuti Tes Fisik.
"Ditolak..."
"Kenapa?... Kau begitu Egois Zen Kanade..."
__ADS_1
"Bukan Egois Natsukawa Isuzu, tapi sayangnya aku bukanlah Pangeranmu atau pangeran siapapun jadi aku tidak pantas bersama siapapun... Sampai jumpa..." Mata Zen menyorot dengan cukup tajam memberikan sedikit tekanan pada ucapannya kemudian tububnya secara perlahan masuk kembali ke dalam tanah.
"Kalau begitu, Tolong selesaikan tesnya dengan baik, Natsukawa Isuzu dan Juga perempuan asing..." Ucapnya sebelum menghilang sepenuhnya dari hadapan Isuzu dan Yurina.
Keduanya diam mematung mendengar jawaban Zen yang mungkin seperti membalas perlakuan Isuzu sewaktu mereka berada di istana.
• • •
Tes Fisik berakhir di hari kedua saat sore hari dimana kelompok yang pertama kali tiba setelah Zen adalah Natsukawa Isuzu dan juga Yurina Oliver bersama dengan dua orang Lainnya, kedatangan mereka mendapatkan ucapan selamat dari Haley dan Patricia, Sementara Zen yang berada tidak jauh dari keduanya memberikan tepuk tangan kecil sambil memasang senyumnya yang terkesan jahat dan sinis.
Selang beberapa saat kelompok kelompok lainnya juga ikut berdatangan secara bergantian, dan sampailah pada kelompok terakhir yang tiba yaitu kelompok yang terdiri dari 5 orang yang dimana adalah kelompok yang pertama kali di datangi oleh Zen saat Pengantaran Perbekalan.
"Selamat karena sudah menyelesaikan Tes Fisik kali ini, jujur saja waktu yang kalian tempuh untuk sampai disini masih tergolong lama daripada murid murid sebelumnya... Tapi tenang saja meskipun begitu tidak ada satupun yang berhenti di tengah jalan dan itu saja sudah membuktikan bahwa kalian semua mempunyai kekuatan fisik dan sihir yang baik... Untuk yang sampai terakhir saya akan menunggu kalian di ruangan saya saat pulang nanti... Pastikan kalian datang yah... Dan untuk yang lainnya saya ucapakan selamat sekali lagi karena sudah berhasil melalui tes fisik... Tenang saja saat kalian kembali nanti rasa lelah kalian akan hilang dan mengikuti Kekuatan fisik kalian sebelum berada di dunia ini..." Ucap Haley yang menutup tes fisik di hari yang mungkin akan segera beranjak malam.
"Kita kembali sekarang..."
• • •
Pagi Hari
"Selamat pagi Putri Elize..." Sapa Zen dengan sedikit berlari kecil untuk menyusul Elize yang berjalan di depan nya seorang diri sambil melirik ke kanan dan ke kiri.
"Pagi Zen..." Jawab Elize tanpa membalas tatapan Zen sama sekali dan terus melihat sekeliling.
"Ada apa Putri Elize?" Tanya Zen yang sedikit penasaran menyaksikan gerak gerik Elize yabg mungkin sedikit memasang ekspresi curiga.
"Menyadari apa?"
"Bodoh perhatikan lagi sekeliling mu..." Umpat Elize merasa bahwa Zen benar benar tidak merasakan apapun.
Mendengar ucapan Elize, Zen ikut memperhatikan sekeliling nya, terus memperhatikan sampai pada akhirnya ia mendapat jawaban.
"Benar juga.... Bukankah disini sangat sepi untuk sebuah jalanan kota di pagi hari..." Ucap Zen terlebih dulu ketika menyadari bahwa dari tadi tidak ada satupun warga yang terlihat.
"Itu dia... Sepertinya ada sesuatu yang aneh disini... Aku juga dari tadi merasa kalau ada yang mengawasi kita dari jauh..." Duga Elize mungkin kini dengan sedikit waspada.
"Shadow Magic : Reach Enchancer" Zen Berhenti melangkah kemudian merapalkan mantra sihirnya untuk mencari siapa yang mengawal mereka berdua dengan menggunakan perluasan jangkauan area sihir bayangan, dimana dari Rapalan sihir itu dia bisa menjangkau area area yang terdapat bayangan termasuk bayangan manusia.
Tapi ketika baru beberapa saat mencari, Zen membuka matanya dengan sedikit tersentak dan itu membuat Elize sedikit penasaran.
"Ada apa Zen..."
"Tuan putri aku akan bertanya sesuatu yang penting sekarang..."
__ADS_1
"Apa itu..."
"Apa mungkin ada sihir yang bisa membatasi jumlah jangkauan... Atau mungkin sihir yang bisa mengurung sesuatu..." Tanya Zen dengan wajah serius.
"Tidak ada sihir seperti itu... Tapi jika kau membahas tentang alat sihir itu ada... Kalau tidak salah namanya 'Barriere'... Fungsinya adalah mengurung sesuatu seperti menyegelnya, tapi butuh beberapa alat agar bisa mengurung suatu objek... Dan objek yang berada di dalam Barriere akan terpisah dari dunia nyata sebelum orang yang mengaktifkannya kehilangan kontrol sihir..." Ucap Elize mengingat ingat tentang apa yang dikatakan oleh Zen.
"Terima kasih atas penjelasannya... Sekarang mari kita buktikan perkiraan ku... [Shadow Magic : Confinement Of Being]" Mengeluarkan beberapa shadow hand, Zen menyerang ke dalam sebuah gang yang berada cukup dekat dengan mereka berdua.
Trankk....
Shadow hand milik Zen terpantul seolah menabrak sesuatu yang mungkin cukup elastis, dan membuat Elize terbelalak.
"Sepertinya dugaan ku benar... Sihir jangkauan ku tidak bisa menembus sampai bagian belakang bangunan... Dan juga kau lihat sendiri kan tuan putri kalau serangan ku terpantul..."
"Kau benar... Sepertinya ini adalah perbuatan yang di sengaja..."
"Kalau seperti ini seperti nya kita seperti kucing yang terkurung dalam kandang besi dan tidak bisa keluar sebelum si pemilik kandang membebaskan kita..." Ucap Zen kini mulai memperhatikan sekeliling nya dengan sengat cepat.
"Perumpamaan yang bagus Zen... Sepertinya kita sengaja di tahan disini... Mungkin ada sesuatu yang akan terjadi di akademi... Tidak bisakah kau menggunakan perpindahan bayangan mu agar kita berdua bisa keluar dari sini?"
"Sayang sekali, jangkauan sihir ku dibatasi oleh Barriere... Jadi tidak bisa sampai ke akademi..."
"Kalau begitu satu satunya cara hanyalah itu..."
"Yah, kita harus mencari si pemilik kandang agar bisa keluar dari sini..." Keduanya saling membelakangi dan memasang sikap waspada terhadap sekeliling mereka.
• • •
Waktu Yang sama / Akademi Shield
Suasana kelas nampak cukup tenang saat itu, semua murid nampak tengah belajar sendiri karena perintah yang ada di papan tulis menyuruh mereka belajar sendiri, karena saat itu juga seluruh pengajar akan mengikuti rapat dengan akademi lain untuk membahas sesuatu.
Hampir semua murid sudah hadir dan untuk kelas B sendiri hanya tersisa kursi Zen saja yang masih belum terisi karena untuk saat ini dia masih tertahan bersama dengan Elize.
Bruakkk... Pintu kelas hancur karena di ledakan secara paksa dari luar, mengagetkan orang orang yang berada di dalam kelas an tengah belajar.
Dan setelah beberapa saat beberapa orang yang mengenakan topeng aneh masuk secara bersamaan dan menodong para murid dengan sihir yang siap di lepas kapan saja.
"Jangan ada yang berani bergerak... Atau kalian semua akan mati disini..." Ancam salah satu pria yang berdiri tepat di depan papan tulis sambil mengarahkan Sihirnya ke para murid yang sudah mulai meringkuk takut di kursinya.
"Kami mencari Yurina Oliver... Jadi siapapun yang namanya Yurina Oliver kami perintahkan untuk menyerahkan diri sekarang juga... Dan jangan menunjukkan perlawanan sedikitpun..." Ucapnya berteriak sangat kencang.
Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru...
__ADS_1
stay Strong puasanya guys 🔥
see u next chapter