
Wajah pucat itu meringis, matanya kini terlihat semakin sayu bersama helaan nafasnya yang semakin cepat dan memburu, suara nya yang terdengar parau merintih dengan satu tarikan nafas.
Zen masih mencoba mempertahankan kesadarannya agar tidak pingsan, karena jika dia kehilangan kesadarannya saat itu juga maka dia tidak akan pernah bangun lagi untuk selama lamanya.
Zrekkk.... Zreekkkkk.... Zrekkkk...
Suara benda yang terseret semakin dekat dengannya, bersamaan dengan suara langkah kaki yang menggebu terdengar dari arah Depan.
Zen mengangkat matanya yang cukup lemas dan melihat ke arah depan di mana secara samar samar dia mendapati sosok Uccisore yang sudah menjadi mayat hidup tengah berjalan sambil menyeret pedang besar dengan gerigi itu di lantai.
"Sudah berakhir... Disinilah akhir dari riwayat mu" Suara Regurd terdengar tapi tidak ada siluet nya yang terlihat di mata Zen.
Dengan kaki yang gemetar Zen mencoba bangkit sembari menekan lengannya yang putus untuk menghentikan pendarahan, rasa sakitnya seperti sudah menjalar ke setiap sel tubuh Zen saat dia menekan bekas potongan yang begitu rapi di lengannya.
Rintihan rintihan tidak berhenti ia keluarkan saat mencoba kembali berdiri tegap dengan tubuh yang sudah terluka cukup parah dimana dari mulutnya saja ada darah yang mengucur dan meninggalkan bekas di pakaian yang ia kenakan.
"Shadow Magic : Confinement Of Being" Zen merapalkan lagi sihirnya dan memanggil empat shadow hand dari arah belakang, kemudian membentuk empat buah katana dengan Relicnya.
"Belum menyerah juga rupanya, kau tidak akan bisa menang hanya dengan kegigihan" Ujar Regurd lagi yang melihat kegigihan Zen.
"Dasar... Bodoh... Kau pikir... Aku adalah tokoh utama dalam sebuah cerita... Yang akan menang hanya dengan mengandalkan kegigihan..." Ucap Zen sedikit menahan rasa sakit di perutnya bekas hantaman dari Uccisore.
"Kalau begitu menyerah sajalah dan terima nasibmu dasar pahlawan yang merepotkan..."
"Asal kau... Tau saja... Tapi aku bukanlah pahlawan..." Zen maju perlahan dan berjalan mendekati Uccisore.
"Tapi aku adalah...." Zen mengangkat wajahnya kemudian berbicara dengan volume keras yang mungkin suaranya dapat di dengar di seluruh ruangan.
Regurd yang menyaksikan itu dari kejauhan menunggu ucapan lanjutan dari Zen karena mengira dia akan mengungkap jati diri yang sebenarnya karena dari awal Regurd sendiri juga ragu kenapa orang seperti Zen di pilih sebagai pahlawan dari dunia lain.
"TIDAK TAUUU!!! [Shadow Magic : Shadow Party Night]"
Zen memulai serangannya, matanya memerah ketika bayangan yang muncul dari belakangnya menyerang ke arah Uccisore, Satu persatu ujung runcing bayangan yang ia keluarkan menyerang Uccisore dan bergantian dengan Shadow Hand yang memegang Katana.
Gerakan Uccisore cukup lambat karena itulah dia tidak dapat menahan satu persatu serangan dari Zen yang begitu cepat, Satu persatu Ujung Runcing itu menusuk tubuh Uccisore dan menembusnya seperti kertas yang di tusuk dengan jarum tipis.
Tapi ketika tusukan itu hilang dari tubuhnya maka di saat itu juga bekas lubang tusukan itu kembali tertutup dan menghilangkam luka di tubuh Uccisore.
'Eghh... Sial aku hampir Kehilangan kesadaran ku, jika begini terus maka aku akan benar benar pingsan... Terlalu sedikit bayangan di tempat ini, dan terlalu memakan banyak mana untuk membentuk nya... selain itu aku juga kehilangan banyak darah sepertinya...' Batin Zen yang kini terlihat semakin lunglai masih dengan tangan kiri yang menekan lengan kanannya.
"Sial!" Zen melompat ke belakang di saat Uccisore memilih untuk tidak menghiraukan tusukan bayangan yang mungkin terasa seperti gelitikan baginya.
Dan kini Uccisore melompat dengan sangat cepat sambil menusukkan senjatanya ke arah Zen yang mulai menyadari kedatangannya.
Berhasil menjaga jarak dengan Uccisore Zen kembali bersiap dengan rapalan Sihirnya di udara.
"Shadow Magic : Shadow Party Nigh- Guahhhh!!!"
__ADS_1
Crasss....
Zen kembali memuntahkan cairan merah dari mulutnya ketika Senjata Milik Uccisore memanjang dan menembus perut Zen yang tubuh nya masih melayang di udara.
Srettt...
Bukk...
Uccisore memendekkan panjang senjatanya setelah Tubuh Zen berdiri tanpa pergerakan di atas tanah dengan senjata milik Uccisore sebagai penopangnya, dan saat Senjata itu kembali ke bentuk semula Tubuh Zen jatuh bertahap dan akhirnya terbaring kaku di atas lantai.
Darah bercucuran dari mulut dan juga perutnya mengotori lantai yang ada di sekitar dengan noda merah yang berbau amis.
"Habisi dia ... Uccisore..."
"Ha.. haha... Hahahhahahahaha!!!!" Zen tertawa cukup keras dari wajah yang terbenam di permukaan lantai.
"Un... Tung saja... Aku sudah berjanji... Padanya sebe... Lum kemari... Karena jika tid.. ak.. aku pasti akan mati di... Sini dengan mengenaskan..." Zen kini mengangkat wajahnya yang babak belur dan penuh dengan kotoran debu, dia mencoba bangkit hanya dengan satu tangan untuk menopang tubuhnya yang lemas.
Matanya memancarkan aura membunuh yang begitu intens bersama dengan luka di perutnya yang tidak kunjung berhenti mengeluarkan darah.
"Shadow Magic : Additional Limbs" Bayangan yang ada tepat di bawah kaki Zen naik, Dan terus menapaki tubuh Zen dan berhenti tepat di lengannya yang putus, dan dengan cepat membentuk sebuah tangan dengan warna hitam pekat yang memancarkan beberapa serpihan residu ke udara.
"Uccisore segera habisi nyawa nya..." Regurd berteriak lantang menyuruh Uccisore yang berjalan dengan Sangat pelan agar segera menghabisi Zen yang tersenyum dengan seringai jahat yang biasanya ia tunjukan.
"Shadow Magic: Inverted Shadow World" Tepat sebelum Uccisore tiba di dekat Zen, Bayangan yang ada di bawah kaki Zen meluas dan menutupi satu ruangan dengan warna hitam pekat polos tanpa ada warna lainnya.
"Apa yang kau lakukan... Kanade Zen..." Regurd berteriak saat menyadari di ruangan itu hanya ada dirinya dan juga Uccisore.
"Selamat datang di dunia pribadiku, Bayangan Dunia Terbalik" Suara Zen menggema di ruangan hitam pekat itu tanpa ada wujud yang terlihat.
"Uccisore serang dengan membabi buta..." Perintah nya pada Uccisore yang berdiri mematung dan menunggu perintah lanjutan.
Uccisore kembali bergerak dengan mengayunkan senjatanya ke sembarang arah memukul ruangan yang terlihat seperti memiliki dinding pembatas yang dekat dengan Tempat nya berdiri tapi di setiap serangan nya tidak ada satupun yang berhasil mengenai dinding pembatas yang ia duga sebelumnya seolah dinding pembatas itu hanyalah sebuah ilusi dan ruangan ini tidak memiliki ujung sama sekali.
"Kau mencari ku?" Ucap suara yang tiba tiba muncul tepat di belakang Uccisore.
Dimana Zen berdiri santai dengan perut yang terbuka bak Donat, Tidak ada lagi kelesuan yang terlihat di matanya dan berganti dengan sebuah seringai tajam yang ia tunjukan.
"Serang Uccisore"
Mengangkat tinggi senjata miliknya, Uccisore Mengayunkan nya untuk menyerang Zen yang berada tepat di belakang tapi dengan segera Zen menghindari serangan itu dengan melompat kesamping.
Tahu kalau serangan nya tidak berhasil mengenai Zen, Uccisore mencoba mengangkat kembali senjatanya tapi tiba tiba saja dia tidak bisa mengangkat kembali senjata yang menyentuh tanah itu.
"Carta : Lancy!" Zen memanggil Relicnya dan membentuk Relic milik Elize kemudian berlari dengan lankah lunglai menyerang ke arah Uccisore saat masih berusaha menarik kembali senjatanya yang tertelan masuk ke dalam lantai ruang bayangan Zen.
Melompat dengan cukup Tinggi berkat bantuan dorongan bayangan dari bawah kakinya, Zen kini memainkan Lancenya untuk menembus lengan Uccisore dengan harapan dapat memutusnya.
__ADS_1
Dan benar saja lengan Uccisore terputus dan jatuh bersama dengan senjata yang masih tertelan masuk ke dalam lantai bayangan milik Zen.
Untuk sesaat Zen merasa menang yah hanya untuk sesaat karena dalam sekejap saja lengan Uccisore kembali tumbuh, dan dengan segera menangkap tubuh Zen yang melayang di atas Udara.
Dengan memegang kerah baju milik Zen, Uccisore mengangkat tubuh Zen setinggi wajahnya kemudian dengan tangan yang satu lagi dia memegangi kepala Zen yang dimana telapak tangan nya meliputi setengah kepala Zen.
Zen memberontak ketika Uccisore menekan kepalanya dengan sangat kuat, kakinya meronta ronta seolah ingin dilepaskan tapi yang ada hanya Uccisore yang menambah kekuatan cengkraman kepala Zen.
Sampai pada akhirnya...
Crassss... Kepala Zen pecah dan akhirnya tubuh Zen berhenti bergerak, Uccisore menjatuhkan tubuh Zen kelantai yang dimana sudah tidak memiliki kepala lagi.
"Usaha yang sia - sia... Kau hanya membuang waktuku..." Ucap Regurd.
Untuk sesaat dia merasa sudah menang saat menyaksikan tubuh Zen yang sudah tidak bergerak lagi, tapi dia menyadari bahwa ada keanehan yang terjadi, dimana ruangan gelap tempat ia berada sekarang tidak kunjung hilang.
Crass...
Tubuh Regurd mulai terasa panas dan sakit di bagian perut, dia menatap ke bagian bawah tubuhnya dengan mata yang terbelalak dimana Zen ada Disana dengan lengan kanan yang terbentuk dari bayangan yang menembus perutnya.
Kemudian Regurd kembali menatap ke arah Uccisore yang berdiri di dekat Zen yang sudah menjadi mayat dan sesaat setelahnya tubuh itu menghilang menjadi bayangan yang tertelan masuk ke dalam lantai.
"Aku akan mengakhiri ini untuk selamanya" Ucap dingin Zen, dia mengendalikan tangan Bayangan nya untuk masuk lebih dalam ke tubuh Regurd, merambat secara perlahan ke satu persatu bagian tubuhnya.
Sampai akhirnya bayangan yang merambat itu berhenti di tempat yang Zen tuju, yaitu Jantung Regurd, dengan pengendalian yang teratur Zen menyelimuti seluruh jantung Regurd dengan bayangan miliknya, kemudian...
Crass....
Jantung yang terkena tekanan dari genggaman bayangan Zen pecah.
"Guahh!!" Regurd memuntahkan dara dari mulutnya dan mengotori wajah Zen dengan cairan merah itu.
"Begitu... Rupanya aku kalah oleh boneka.... Kerajaan sialan itu..." Ucap Regurd yang sudah memandikan darah yang keluar dari mulutnya, Uccisore menghilang sesaat setelah Zen menarik kembali lengannya dan menjatuhkan tubuh Regurd yang tak lagi bernyawa ke tanah.
"Kalau di suruh memilih, aku lebih suka Manekin daripada Bo..."
Bukkk....
Ruangan Hitam Pekat menghilang dan berganti menjadi ruangan yang sama seperti sebelumnya.
Zen jatuh terbaring dengan kesadaran yang hilang, dia tidak mati tapi mungkin akan benar benar mati sebentar lagi jika tidak segera di tolong oleh seseorang.
"Kak Zen!!!"
"Kanade Zen..."
Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru...
__ADS_1
see u next chapter