The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 22 Menuju Ke Kerajaan Nipotia Untuk Tugas Sampingan


__ADS_3

Malam Hari / Terarria Kingdom


Ruang Kerja Arthur


"Ekhemm... Ini adalah saatnya Pejuang Zen..." Arthur berdeham kecil kemudian menarik sebuah kertas dari atas mejanya.


"Sepertinya kau sudah mendengar tentang apa yang terjadi di akademi yah... Kalau begitu baguslah karena ada juga yang ingin ku tanyakan padamu..." Balas Zen.


"Yah aku sudah mendengarnya kurang lebih dari Elize, dan dari yang di katakan olehnya kau akan menjadi target mereka selanjutnya..."


"Itupun kalau mereka bisa..." Zen berjalan ke Arah Rak buku yang ada di pinggir ruangan kemudian meraih sebuah buku kecil dari sana.


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan..."


"Tentang pangeran Regurd... Bagaimana caramu menjelaskan tentangnya..." Zen mengatakan hal itu tanpa memandang ke arah Arthur yang melirik ke arahnya dan hanya terus membaca sebuah buku yang ada di genggaman nya.


"Ini adalah pertanyaan yang ingin ku hindari..."


"Kalau begitu kau juga tidak memberitahu Elize soal orang yang mengaku kakaknya?"


"Yah, demi mencegah perilaku gegabah Elize, aku menunda untuk memberitahu nya... Tapi aku yakin cepat atau lambat dia juga akan tahu soal kakaknya itu.." Arthur menghela nafas kemudian meletakkan kembali kertas yang tadi dia ambil ke meja.


"Jadi kau mengakui kalau dia adalah anakmu sekaligus kakak dari Elize dan Luna?" Zen mengalihkan pandangan nya dari buku dan menatap wajah cemas Arthur.


"Begitulah faktanya"


"Yah aku juga tidak akan menuntut mu untuk menjelaskan rinciannya karena aku yakin ini adalah masalah keluarga yang cukup berat untuk di jelaskan pada orang luar seperti ku..."


"Terima kasih atas pengertiannya... Yang Ingin ku tanyakan padamu adalah mengenai orang yang berkhianat di akademi... Apa kau tahu siapa orangnya?"


"Kalau aku bilang tau... Apa yang akan kau lakukan... Menangkapnya terus melakukan interogasi?" Zen menutup buku yang ia baca kemudian menaruhnya kembali di rak sebelumnya.


"Memangnya apa lagi yang akan di lakukan?"


"Bodoh... Kau hanya akan membahayakan semua orang di akademi dan juga di kerajaan ini..."


"Kenapa kau berkata seperti itu..."


"Yah karena itulah yang akan terjadi jika kau melakukan hal yang tadi kau katakan... Kau hanya akan memancing pergerakan dari organisasi pemberontak anakmu itu..."


"Lalu apa yang harus dilakukan... Apa kau ingin aku hanya berdiam saja dan tidak melakukan apapun..." Arthur sedikit berteriak sambil memukul meja yang ada di dekatnya.


"Kira kira seperti itulah yang aku ingin kau lakukan..." Jawab santai Zen, bola matanya bermain seolah memikirkan kembali apa yang ia rencanakan.


"Karena mereka menjadikan ku target selanjutnya maka aku yakin mereka tidak akan melakukan apapun sebelum menangkap ku dan tentu saja selama itu mereka akan fokus untuk terus menangkap ku... Karena itu aku ingin kau menyuruh Elize dan beberapa pejuang untuk mengawasi Haley Slien selama aku pergi mencari keberadaan Regurd dan juga semua organisasi nya..." Sambung nya


"Jangan bilang kalau kau mencurigai Haley Slien sebagai pengkhianat di akademi..."


"Yah, karena itu memang faktanya... Tapi suruh mereka untuk tidak melakukan apapun selain mengawasi nya... Karena jika mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan aku takut Haley Slien akan sadar..."

__ADS_1


"Aku mengerti... Tapi apa kau tau dimana letak organisasi Regurd?"


"Sejauh ini aku baru bisa menyimpulkan bahwa letak organisasi mereka berada di luar kerajaan..."


"Darimana kau bisa menyimpulkan sesuatu yang tidak menyakinkan seperti itu..."


"Entah lah... Hanya insting sebagai si pengkhianat mungkin..." Zen mengangkat bahunya sedikit sambil membuang wajah.


"Aku aka percayakan ini padamu... Tapi kita tidak boleh berlama lama menyelesaikan masalah ini... Kurang dari tiga bulan lagi Relic war akan terjadi... Para pejuang dan juga seluruh anggota kerajaan tidak boleh terpaku pada masalah ini... Karena kita semua harus bersiap siap dalam Relic War yang kedua... Belum lagi masih ada Uccisore yang harus di tangani..."


"Kau tenang saja pak tua Arthur... Selagi menyelidiki tentang Organisasi pemberontak... Aku juga akan menjadi mata mata di kerajaan Nipotia..."


"Apa kau yakin bisa melakukannya..."


"Akan ku selesaikan masalah ini dengan cepat... Mungkin paling lama adalah satu bulan sampai masalah ini benar benar Selesai..."


"Baiklah kuserahkan padamu... Tolong selesaikan masalah ini Secepat mungkin..."


"Boleh aku bertanya satu hal lagi?"


"Silahkan..."


"Aku dengar kalau Yurina Oliver memiliki sihir enchantment... Sebenarnya seberapa berharganya sihir seperti itu?, Bukankah itu hanya sebuah sihir penguatan saja?, Bahkan saat Tes Fisik dia membutuhkan waktu yang lama..."


"Itu karena Rina belum bisa menggunakan Sihirnya dengan maksimal... Tubuhnya tidak akan sanggup memberikan penguatan yang lebih besar dari kapasitas kekuatan tubuhnya sendiri..."


"Jadi maksudmu Sihir enchantment akan sangat kuat tergantung dari siapa pemiliknya..."


"Penjelasan darimu sangat sulit untuk dicerna... Bukankah itu sudah jelas karena mereka menculik Yurina Oliver untuk sihirnya..."


"Bukan begitu maksudnya..."


"Jadi?"


"Maksudku adalah.. karena Rina tidak bisa mengeluarkan potensi penuh Enchantment magic akibat tubuhnya yang lemah... Mereka ingin mengambil sihirnya dan memindahkannya pada orang yang tepat..."


"Apa mengambil sihir seseorang itu memungkinkan..."


"Aku tidak tahu... Itu hanyalah perkiraan ku..."


"Tapi entah kenapa aku berpikir kalau itu adalah penjelasan yang masuk akal sekarang..." Zen berpikir sambil memegangi dagunya.


"Aku juga berpikiran sama... Akan sangat berbahaya bagi kerajaan ini jika mereka benar benar bisa mengeluarkan potensi penuh dari Enchantment magic... Apalagi jika mereka menggunakannya untuk bergabung dengan kerajaan Nipotia dalam Relic war nanti..."


"Yah aku bisa melihat seberapa sulitnya dirimu di saat seperti ini..."


"Kau mengerti rupanya..."


"Kurang lebih... Yah untuk sekarang jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini... Aku akan mengurusnya sebisa ku..."

__ADS_1


"Apa kau yakin tidak perlu bantuan..."


"Tidak perlu, aku tidak ingin membawa beban di saat saat seperti ini..."


"Baiklah aku mengerti, kau tidak perlu khawatir tentang Elize, aku tidak akan memberi tahukan tentang ini padanya..." Arthur mendekat ke arah Zen kemudian menepuk pundaknya.


"Yah tolong, karena kalau dia tahu dia pasti akan betingkah gegabah lagi..." Membalikkan badannya, Zen membuka pintu yang tertutup rapat kemudian melangkah ke luar ruangan.


"Aku akan pergi malam ini juga, jadi aku ingin membawa beberapa perbekalan..." Ucap Zen sebelum pintu belum tertutup kembali sepenuh nya.


"Yah, kau bisa meminta pelayan pribadi ku untuk menyiapkannya..." Balas Arthur kemudian pintu tertutup.


"Tuan Zen anda sudah selesai" panggil suara dari samping dimana Nania tengah berdiri sambil bersandar di tembok.


"Yah kira kira begitulah... Terima kasih sudab menunggu..." Balas Zen.


"Tidak masalah tuan Zen... Kalau begitu silahkan ikuti saya..."


"Kemana?"


"Mengambil Perbekalan... Bukankah Anda barusan bertanya pada yang mulia untuk itu..."


"Ah baiklah... Terima kasih"


• • •


Malam Hari / Nipotia Kingdom


Dari atap bangunan berlantai dua itu sebuah bayangan muncul dengan sendirinya, dan dari bayangan yang semakin melebar sosok Zen muncul sambil membawa sebuah buku kecil di tangan nya, ia mengenakan sebuah jubah abu abu tanpa penutup kepala dan hanya terlihat seperti selimut yang di lingkaran di leher.


"Wuahh sepertinya suasana malam disini sangat ramai di banding dengan yang ada di Kerajaan Terarria..." Ucapnya Kagum ketika menyisir pemandangan jalan Yang ada di bawah dengan matanya.


"Yah untung saja sihirku sangat mudah di gunakan saat malam... Kalau tidak aku pasti harus melewati gerbang itu besok pagi..." Ucaonya melirik ke samping kanan dimana terdapat sebuah gerbang dengan pintu besi yang di jaga oleh beberapa pengawal dengan perawakan seram.


Setelah beberapa kali melirik kesana kemari, Zen berjalan ke pinggir bangunan dan melompat turun ke dalam sebuah gang kecil yang ada di sana.


"Hupp..." Desahannya kecil kemudian menoleh kesamping kanan dan kiri memastikan tidak ada siapapun yang melihatnya melompat turun.


Dan setelah merasa aman Zen kembali berjalan keluar gang dan mulai membaur di antara kerumunan orang yang lalu lalang.


Tujuannya untuk sekarang adalah mencari tempat untuk istirahat dimana dia akan melanjutkan misinya besok pagi agar lebih efektif.


Lampu lampu terang jalan nampaknya membuat suasana menjadi lebih ramai dan juga menyenangkan di saat yang bersamaan, sangat berbeda dengan kerajaan Terarria yang beberapa jalanan kotanya tidak ada satupun penerangan, membuat kejahatan dapat berlangsung kapan saja.


Zen yang matanya terus menerus melirik kemana mana akhirnya terpaku kepada sesuatu yang ada di depannya, Sesaat setelah tersenyum kecil ia berjalan sedikit cepat untuk menyusul anak laki laki berusia sekitar 13 tahun yang ada di depannya.


"Baiklah pencuri... Kau tertangkap..." Ucapnya sambil memegangi lengan anak laki laki yang kini mulai berusaha berlari masuk ke dalam salah satu gang sambil membawa beberapa buah yang ia simpan di dalam baju nya.


Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update

__ADS_1


see u next chapter


__ADS_2