The Traitor : Relic War

The Traitor : Relic War
Chp. 48 Simulasi Pertarungan I : Rencana


__ADS_3

Pagi Hari / Akademi Shield


Arena Latihan.


Ramai riuh arena latihan terdengar sampai ke area gerbang, dimana pagi ini akan di adakan sebuah simulasi pertarungan antar para pejuang yang dipilih untuk mewakili mereka.


Lokasi yang bertempat di akademi membuat para penonton di dominasi oleh para murid dan juga pengajar dari akademi, sementara untuk rakyat yang ingin menyaksikan pertarungan itu dapat melihatnya dari sebuah cahaya terang yang berfungsi layaknya TV besar, dimana semua itu adalah hasil dari jerih payah sang penasihat raja dengan sihir Refleksi miliknya.


Arena latihan yang sangat luas itu kini di hiasai dengan ornamen ornamen kecil seperti patung dan juga beberapa peralatan yang berada di pinggirannya.


Setelah menunggu dalam waktu yang terbilang cukup lama, Arthur muncul dari sebuah balkon yang di sediakan oleh pihak Akademi untuk anggota keluarga raja bersamaan dengan istrinya juga.


Para Murid dan juga pengajar saling bertepuk tangan menyambut kemunculan Arthur dan juga istrinya yang dimana mengenakan sebuah pakaian istana yang terlihat mewah dan sangat anggun.


"Selamat pagi para Rakyat dan juga semua warga akademi Kerajaan... Dipagi yang cerah ini kita semua akan menyaksikan langsung sebuah pertarungan antar para pejuang yang menjadi tonggak keamanan kerajaan... Sebelum di mulai saya sebagai raja kerajaan Hazel akan menjelaskan peraturan tentang pertarungan kali ini..." Ucap Arthur sebelum ia duduk di kursi yang di sediakan, tangannya memegang sebuah tongkat yang terlihat mewah dengan batu permata yang beragam.


"Simulasi pertarungan kali ini berbentuk lima lawan lima, dan sesuai dengan tim yang sudah di bagi... Akan ada 2 tim yang siap bertarung pada pagi ini... Dalam satu tim akan berisi 4 pejuang dan juga satu Putri Istana... Kedelapan pejuang yang akan bertarung adalah mereka yang sudah terpilih karena kekuatannya...


Dalam pertarungan lima versus lima kali ini setiap tim di haruskan untuk menghancurkan Krystal Milik Tim lawan, Dan melindungi Krystal milik mereka agar tidak hancur, lokasinya akan di lakukan di area lapang di luar istana... Kedua tim akan di pindahkan Menggunakan sihir spatial milik Pejuang Aki Takagi..." Jelas Arthur panjang lebar, dan semua yang hadir maupun para rakyat yang berada di luar istana terus mendengarkan apa yang Arthur katakan, semuanya nampak tertarik dengan kompetisi yang di adakan Arthur kali ini.


"Kalau begitu langsung saja kita panggil para pejuang yang akan melakukan pertarungan... Tim pertama... Terdiri dari, Shin Minasaki, Kodaka Asegawa, Miharu Katagawa, Aoi Hana, Dan juga Elize Du Arthur..." Panggil Arthur dari arah balkon, tak lama setelah itu Shin, Kodaka, Miharu, Hana, Dan juga Elize muncul dari arah pintu dan masuk ke tengah arena dengan wajah percaya diri.


"Tim Kedua terdiri dari, Iori Suzuki, Natsukawa Isuzu, Rika Takada, Zen Kanade, Dan juga Luna Du Arthur...." Panggilnya lagi kemudian nama yang dia sebut muncul dan berjalan menuju ke arah Tim pertama, kedua tim kini saling berhadapan dengan sedikit percaya diri bahwa mereka pasti akan memenangkan pertarungan kali ini walaupun hanya sebuah simulasi untuk mengambil kembali kepercayaan rakyat.


"Dan kini Kedua Tim sudah masuk ke arena... Peraturan sudah di jelaskan tadi, Siapapun tim yang krystalnya hancur pertama akan dinyatakan kalah... Dan meskipun hanya sebuah simulasi kalian semua di tuntut untuk tidak menahan diri da mengerahkan semua kekuatan kalian... Mengerti!!" Teriaknya dengan nada penuh wibawa, agar kedua tim mendenganya.


""MENGERTI!!"" Jawab kedua tim serempak.


"Kalau begitu simulasi pertarungan akan di mulai dalam hitungan mundur...


3....


2...


1... Di mulai!!"


Swushhh...


Cahaya terang muncul di bawah kaki kedua tim dan dalam sekejap kedua tim tadi menghilang dari tengah arena, berganti menjadi dua layar putih seperti yang rakyat saksikan, di mana kedua layar tadi memperlihatkan kedua tim yang sudah berada di tempat krystal mereka masing masing dan siap untuk memulai pertarungan.


• • •


Lokasi : Tim 2

__ADS_1


Tim 2 kini muncul bersamaan di pinggir sebuah hutan belantara, dimana tepat di belakang mereka sebuah krystal putih besar terlihat melayang.


"Jadi kita disuruh untuk melindungi kristal ini yah..." Ucap Zen berjalan mendekati kristal tadi kemudian mengusap usapnya, dan telapak tangan nya langsung di selimuti oleh sensasi yang terasa begitu dingin.


"Zen, apa kau yakin bisa mengikuti simulasi kali ini, apa kau sudah baik baik saja..." Tanya Iori.


"Ahh... Tenang saja aku sudah baikan... Lagipula itu hanya sebuah luka kecil... Yuragi juga sangat ahli dalam menyembuhkan..." Balasnya.


"Baguslah kalau begitu..."


"Jadi... Suzuki apa yang akan kita lakukan sekarang..." Tanya Natsukawa yang berada tepat di samping Rika dan juga Luna, seperti tengah menunggu instruksi dari Iori.


"Ehm... Untuk sekarang mari kita coba untuk mencari tahu dimana lokasi musuh... Setelah itu baru kita tentukan apa yang akan kita lakukan selanjutnya..." Jawab Iori dengan nada yang terdengar tidak yakin.


"Lalu... Siapa yang bisa melakukan itu?" Tanya Natsukawa lagi.


"Kupikir Kanade bisa melakukannya..." Sahut Rika.


"Kau bisa melakukannya Kanade?..."


"Yah, kurasa itu mudah jika mereka masih dalam area dominasi sihirku..." Jawab Zen yang mungkin sedikit tidak suka dengan cara Natsukawa bertanya.


"Kalau begitu tolong yah Zen..." Pinta Iori.


"Bagaimana kau berhasil menemukannya?" Tanya Rika setelah Zen Selesai dengan rapalan sihirnya.


"Yah begitulah... Jarak antara tim 1 dan kita tidak terlalu jauh, mereka berada tepat di balik hutan sana... Mungkin kita di tempatkan besebrangan dengan mereka..." Jawab Zen menunjuk ke dalam hutan yang ada di depan mereka.


"Kerja bagus Zen... Kau memang bisa diandalkan... Sekarang ayo kita pergi..."


"Kemana Iori?" Tanya Luna yang langsung menghentikan langkah kaki Iori.


"Tentu saja ke tempat tim 1 putri Luna..." Jawabnya dengan wajah yang terkesan polos.


"Iori aku tidak tau kau ini memang bodoh atau apa..."


"Kesan ku padamu sedikit luntur Suzuki..." Sahut Natsukawa terhadap pernyataan Zen.


"Eh...? Memangnya apalagi yang akan kita lakukan..." Tanya Iori lagi.


"Haaa..." Rika mendesah kemudian menggeleng gelengkan kepalanya, sedikit mengumpat kepada kebodohan Iori yang akhirnya kembali terlihat.


"Untuk sekarang bagaimana jika kita melindungi Kristal ini dulu... Menjebaknya dalam es mungkin adalah pilihan yang masuk akal sekarang" Ucap Luna yang mulai mengacuhkan Iori dan balik menatap Rika.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan membungkus nya dengan air dan Putri Luna akan membekukan nya dengan roh es..."


"Baiklah"


"Water Magic: Water Protector"


"Spirit Magic: Ice Spirit"


Kristal yang tadinya tertutup oleh bola air Berukuran besar kini sudah terlindungi oleh Es yang mengeluarkan hawa dingin berkat perpaduan sihir antara Luna dan Rika.


"Kurasa ini masih kurang... Aku akan menambah perlindungan nya dengan kaca tebal... [Glass Magic : Amber Cover]"


Natsukawa yang baru menggunakan sihirnya itu membungkus Lapisan es tadi dengan sebuah kaca berwarna kuning yang terlihat begitu tebal dan kokoh.


"Dengan begini kita tidak perlu khawatir untuk terus melindungi kristal kita..." Ucap Senang Iori yang menyaksikan kehebatan anggota tim nya.


"Jadi sekarang kita tinggal menentukan siapa yang akan menjaga kristal dan juga menyerang Tim 1..." Ucap Rika.


"Tapi kita bisa bergerak dengan gegabah seperti itu... Takutnya mereka semua saling berkumpul untuk melindungi kristal mereka..." Sanggah Luna.


"Kalau begitu kita tidak perlu menjaga kristal nya dan hanya perlu menyerang bersama... Lagipula kristal kita terjamin kekuatannya..." Ucap Natsukawa.


"Tapi itu hanya kemungkinan pertama, bagaimana jika saat kita menyerang bersama mereka malah bergerak sebagian untuk menghancurkan kristal... Meskipun kuat tapi perlindungan yang kita buat juga bisa hancur..." Sanggah Luna lagi yang langsung mematahkan argumen Natsukawa.


"Bukan kah pikiran mu terlalu terbuka Putri Luna" Ucap Iori yang merasa bahwa Luna berpikir terlalu jauh.


"Aku hanya berpikir seperti yang Yuuna ajarkan, Katanya kita tidak boleh melewatkan satu buah kemungkinan..."


"Seperti yang diharapkan dari Yuuna..." Ucap Rika yang mengenali sosok Yuuna sebagai orang cerdas.


"Kalian semua terlalu membuang waktu untuk berpikir, Jika kita tidak bisa menyerang atau pun melindungi... Yang hanya perlu kita lakukan adalah Menyerang dan melindungi disaat yang bersamaan..." Ucap Zen yang mulai kesal dengan Alur diskusi mereka.


"Bagaimana caranya?" Tanya Luna.


"Shadow Magic : Existance Caster" Rapal Zen kemudian menelan masuk Kristal tadi ke dalam bayangannya.


"Eh?"


"Sekarang... Ayo kita pergi dan selesai kan ini"


Note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru.


see u next chapter

__ADS_1


__ADS_2