
"Terima kasih untuk hari ini Nania... Seperti yang kau katakan, aku merasa lega bisa menceritakan masalahku padamu..." Zen menundukkan kepalanya pada Nania saat keduanya sudah kembali dari ibukota dan kini hari sudah malam.
"Tidak masalah Zen, aku juga berterima kasih karena kau sudah mau menceritakan nya pada ku, datang saja kapan pun kau merasa khawatir akan sesuatu... Aku akan dengan senang hati akan mendengar keluh kesah mu..." Balas Nania.
"Kau sudah boleh kembali sekarang, aku bisa kembali ke kamar ku sendiri..."
"Baik, selamat beristirahat Zen..." Nania berbalik setelah memberikan hormat pada Zen dan berniat untuk kembali ke kamarnya.
"Tunggu Nania..." Belum beberapa langkah Nania menjauh dari Zen, kini langkahnya kembali terhenti sebelum dia benar benar menghilang dari pandangan mata Zen.
"Apa ada sesuatu lagi yang ingin kau sampaikan Zen...?" Tanyanya ketika Wajah Zen terdapat sebuah keraguan.
"Yah, rasanya tidak enak jika aku terus menyembunyikan ini darimu, aku juga tidak ingin membuat mu Khawatir... Jadi bisa kau dengar kan apa yang ingin ku katakan, ini sangat penting..." Zen yang sudah memantapkan hatinya kini mendekati Nania yang kelihatan sedikit kebingungan dengan puncak keseriusan yang ada di wajah Zen.
"Jika ini adalah sesuatu yang berat maka aku tidak akan memaksa mu untuk memberi tahuku..."
"Tidak tidak... Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir nantinya..."
"Jadi... Ada apa..."
"Masalah pemberontak kerajaan, sebenarnya dalam waktu dekat aku akan melakukan penyerangan ke sana..."
"Hanya itu saja?"
"Eh...? Ah yah hanya itu saja..."
"Aku kira kenapa..."
"Maksudku bukan begitu tapi..."
"Apa mungkin kau berpikir kalau aku akan menahan dan melarang mu?" Terka Nania yang seolah mampu membaca pikiran Zen saat itu.
__ADS_1
"Yah, mungkin seperti itulah..." Jawab pasrah Zen.
"Aku tidak khawatir sama sekali..."
"Zen adalah orang yang kuat, aku tau itu... Karenanya raja mempercayai mu untuk melaksanakan misi penyerangan ini, aku yakin kau akan berhasil... Karena itu aku akan menunggu mu kembali..." Ucap Nania Dengan senyum nya yang bersaing dengan cahaya bulan malam dari balik jendela.
"Begitu..."
"Tapi meskipun begitu... Maukah kau berjanji satu hal padaku Zen..."
"Aku akan mendengar nya..."
"Jangan terlalu memaksa kan dirimu yah, dan berjanji lah untuk kembali dengan selamat... Karena aku akan selalu menunggu kedatangan mu..."
"Yah, aku berjanji... Aku pasti akan kembali dengan selamat untuk menemui mu lagi..."
"Terima kasih... Dan semoga berhasil... Selamat malam... Zen..."
Nania kembali berlalu meninggalkan Zen yang masih tidak bergeser dari tempatnya, dia memandang sedikit keluar jendela dan mendapati kalau sang rembulan sudah tertutup oleh Awan malam yang kelihatan seperti kabut tipis di antara embun pagi.
"Sial... Apa yang ku katakan... Sejak kapan aku jadi seperti ini, ada yang salah... Kenapa aku mengatakan hal yang memalukan!!!, Seseorang tolong bunuh aku sekarang...." Ucapnya dengan wajah malu yang begitu nampak jelas dalam terangnya lampu yang menyala, dia yang menahan Malu lebih memilih untuk mati sesaat setelah mengingat lagi momen momen romantis yang barusan terjadi.
"Kehidupan penuh moe... Apa musim semi akhirnya tiba juga untukku... Akhh!!! Bagaimanapun itu tetap memalukan..." Dia berteriak kecil dengan nada gusar dan mengacak acak rambutnya.
"Baiklah, aku harus fokus lagi, ada misi yang harus ku kerjakan dan seharusnya mereka sudah menemukan letak spatial gate..." Zen kini berdiri tegap setelah merapikan rambutnya yang di acak acak dan mulai berkonsentrasi terhadap sihirnya.
Bayangan yang ada di bawah kakinya masuk dan mulai menelannya masuk, membawanya menuju ke suatu tempat yang mungkin masih terlalu cepat untuk dia datangi.
"Jadi... Apa kalian sudah menemukan nya..." Ucap Zen yang tiba tiba muncul di depan meja kerja Arthur dengan sihir bayangannya.
"Kau datang di waktu yang tepat, para pencari baru saja menemukan aktivitas penggunaan sihir perpindahan yang cukup besar... Kelihatannya para pemberontak baru saja keluar atau masuk ke kerajaan dengan spatial gate..." Jawab Arthur yang sontak berdiri dari tempatnya duduk.
__ADS_1
"Jadi dimana tempatnya..."
"Jika mengikuti gelombang sihir yang terpancar kemungkinan besar pusatnya berada di pinggiran kota... Lebih tepatnya di dalam saluran pembuangan..." Jelas Arthur yang sudah menyediakan denah kerajaan dan memberikan instruksi pada Zen.
"Ekkkhh... Apa tidak ada tempat lain mereka menempatkan spatial gatenya... Kenapa harus di saluran pembuangan..." Ujarnya dengan wajah jijik murni yang tidak di buat buat.
"Segeralah kesana Zen... Karena jejak sihirnya masih ada maka spatial Gate mereka masih aktif... Ini adalah satu satunya kesempatan untuk pergi ke markas mereka tanpa melalui wilayah tak terjamah..." Perintah Arthur menyerah kan denah kerajaan tadi pada Zen.
"Aku akan pergi menjemput satu orang lagi.. terus lah pantau mengenai spatial gatenya... Kalau perlu segera kirimkan beberapa pasukan untuk mengintai tempat itu..." Ucap Zen mengalihkan fokusnya pada ucapan serius Arthur.
"Bagaimana jika aku mengirimkan beberapa pejuang, mungkin Kodaka Asegawa Dan Aku Takagi bisa ku krim kan..."
"Tidak, jangan lakukan itu... Jangan libatkan satupun pejuang, aku hanya ingin kau menyiagakan mereka di sekitar istana... Karena jika semuanya berjalan sesuai perkiraan ku, maka acara utamanya akan di mulai sebentar lagi, kalau bisa aku ingin kau mengevakuasi seluruh anggota kerajaan..."
"Apa sebenarnya maksud mu...."
"Mereka mulai bergerak untuk menangkap sang pahlawan... Dan yang akan mereka lakukan adalah menyerang istana... Aku yakin ini akan terjadi melihat mereka baru baru ini memasuki wilayah kerajaan..."
"Baiklah aku mengerti..."
"Yang Mulia... Aku serahkan yang ada di sini padamu dan seluruh pejuang, dan serahkan sisanya padaku..."
"Aku mengerti, mari kita akhiri riwayat para pemberontak yang menganggu kerajaan ini... Kanade Zen..."
"Dan satu lagi, Kembali lah dengan selamat... Karena jika kau sampai tidak kembali, aku akan di benci oleh Elize..."
"Aku sudah dua kali mendengar kalimat itu meskipun dengan maksud yang berbeda..."
note : Tetap Support Author biar Novel ini tetap update terbaru...
sorry baru update lagi
__ADS_1
see u next chapter