
"Jadi permainan seperti apa yang akan kita mainkan?" Zen bertanya karena merasa penasaran dengan jenis judi yang akan mereka mainkan, tapi tentunya itu adalah permainan kartu.
"Kita akan bermain si kaya dan si miskin..." Jawab si raja judi, mulai mengocok kartu yang ada di tangannya kemudian menyerahkan pada seorang wanita yang mungkin adalah pelayannya.
"Bagaimana peraturan dalam si kaya dan si miskin ini..." Zen memperhatikan setiap kartu yang di mainkan oleh si pelayan wanita kemudian dia sedikit menghela nafas.
"Mudah saja... Setiap kartu akan mempunyai nilai masing masing... As akan bernilai satu, 2 akan bernilai dua... Begitu terus sampai king yang mempunyai nilai 13... Satu orang akan mendapatkan dua kartu... Dan menjumlahkan angka yang terdapat Disana... Tapi jika misalnya satu orang mendapatkan dua As maka jumlahnya adalah 50... Bagaimana mudah bukan..." Si raja judi menjelaskan dengan bahasa yang sangat mudah di pahami kemudian Zen sedikit mengangguk tanda mengerti dengan aturan permainan.
"Itu permainan yang sederhana... Terima kasih karena sudah membuatnya menjadi mudah tuan..." Ucap Zen kembali memainkan perannya sebagai orang sopan.
"Tidak perlu sungkan Rein... Kau tidak masalah bukan jika kartu pertama di bagi mulai dariku?" Menyodorkan telapak tangannya dengan sopan, ekspresi wajah si raja judi sangat berkebalikan dengan tindakannya itu dimana dari wajahnya terdapat sebuah intimidasi yang besar.
"Yah... Silahkan tuan..."
"Kalau begitu ayo kita mulai..."
Set... Set... Set... Set...
Setelah selesai dengan kalimat nya pelayan wanita yang berada di sebelah raja judi mulai membagikan kartu secara urut mulai dari si raja judi ke Zen.
Pembagian kartu yang cukup adil jika hanya di lihat dari mata saja, tapi memang begitu adanya.
"Maaf tapi aku hanya mendapatkan satu kartu..." Zen Mengangkat satu kartunya ke atas kemudian menunjukkan kalau hanya terdapat satu kartu saja disana yaitu 8 spade.
Si pelayan wanita sedikit bingung karena menurutnya dia sudah membagi kartu dengan benar tapi dari apa yang terlihat memang benar hanya ada satu kartu di tangan Zen.
"Apa yang kau lakukan... Bagikan kartunya dengan benar..." Si raja judi nampak membentak pelayan wanita yang membuatnya sedikit terkaget setelah itu segera memberi satu kartu lagi pada Zen.
"Terima kasih..." Ucap Zen kemudian membuka kartu yang di bagikan dan queen dengan logo clover terpampang Disana.
"Bagaimana kau siap?" Tanya si raja judi pada zen yang nampak cukup senang dengan kartunya.
"Ah.. yah... Aku siap..." Jawab Zen kemudian menyelipkan kartu tadi ke atas meja.
"8 spade dan Queen clover... Totalnya 20..." Ucap Zen Setelah memastikan kartunya memang tinggi, penonton sedikit terkagum dengan keberuntungan Zen yang mendapat kartu tinggi di awal permainan.
__ADS_1
"Kartu yang bagus... Sayang sekali tapi kartuku hanya berjumlah 18..." Si raja judi memasang wajah pasrah melemparkan dua kartu yang ada di tangan nya ke atas meja dimana kartu itu adalah 7 Heart dan Jack Diamond.
"Yeah..." Zen sedikit senang dengan peruntungan nya, dan dari hasil permainan pertama dia mendapat keuntungan sebesar 2.500 ril.
"Siap dengan pemainan kedua?" Tanya Cald ketika Zen mengambil uang taruhan yang ada di atas meja.
"Tentu... Kapan pun anda siap..."
Set... Set... Set... Set...
Kartu di bagi dan dengan segera Zen Mengangkat kartunya.
"Sudah siap?"
"Ahaha... Sepertinya aku kurang beruntung..." Tawa kecil Zen melemparkan kartunya ke meja.
"7 yah... Kalau begitu ronde kali ini milikku..." Cald ikut melemparkan kartunya yang berjumlah 16 ke atas meja.
"Ahaha... Mari kita coba di ronde berikutnya..."
Permainan berlanjut dan seperti yang Zen duga sebelumnya kalau dia hanya akan mendapatkan satu kemenangan dalam permainan saja dan sisanya adalah kekalahan, Cald menang 3 kali berturut turut melawan Zen dengan jumlah nilai kartu yang berselisih jauh.
"Gahahahha... Itu adalah yang terakhir... Kau kalah dan tidak mempunyai sesuatu yang bisa di pertaruhkan lagi... Tapi kalau kau mau kau bisa menjadikan pakaian mu sebagai taruhan selanjutnya..." Cald kembali tertawa dengan mulut yang terbuka lebar, mencoba mengejek Zen yang kalah telak dengan hanya satu kemenangan saja.
"Maukah anda bermain satu permainan lagi tuan... Kali ini taruhan dariku adalah diriku sendiri... Aku bersedia menjadi budak atau apapun itu..." Tawar Zen yang mungkin tawarannya sedikit mengejutkan, karena semua orang tau ketika seseorang menawarkan dirinya sebagai bahan taruhan maka dan kalah maka kehidupan nya sudah bisa dikatakan berakhir saat itu juga, tapi Zen tidak ragu melakukan itu.
"Apa kau serius dengan ucapan mu..."
"Yah, aku serius... Tapi sebagai balasannya aku ingin taruhan yang seimbang darimu..." Wajah Zen tidak kalah serius dari si Cald saat mengatakan itu.
"Apa yang kau inginkan sebagai taruhannya..."
"Kau serius bertanya itu padaku... Kalau begitu dari yang kudengar keluarga Cald itu menjalankan bisnis properti yang terbesar di kota ini bukan... Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku ingin kau menyerahkan sebagian pemasukan bisnis itu kepadaku..." Zen memulai pemikirannya.
"Apa yang kau katakan hahhh???... Kau pikir sebesar apa pendapatan bisnis keluargaku... Bahkan kau sendiri akan terdiam saat mendengar nya..."
__ADS_1
"Karena itulah aku menginginkan nya... Lagipula yang dipertaruhkan disini adalah hidupku... Mungkin saja jika kau menyerahkan kepalaku ke kerajaan Terarria kau akan mendapat keuntungan yang lebih besar..." Zen serius dalam perkataan itu, dia tahu bahwa saat ini dirinya adalah buronan di Kerajaan Terarria tapi dia tidak takut untum mengungkap itu semua pada semua yang hadir.
"Siapa kau sebenarnya..."
"Hanya seorang pemuda nekat..."
"Baiklah... Aku setuju... Itu adalah bayaran yang pantas... Tapi jika kau mengatakan hak yang bohong maka aku akan memastikan bahwa kau tidak akan mencapai kehidupan selanjutnya..." Ucap Cald kini mulai memberi isyarat untuk melanjutkan permainan dengan taruhan yang gila ini.
"Kau bisa memastikan nya nanti..." Ucap zen kini dia bersiap menerima kartu yang akan di berikan.
Set... Set... Set... Set...
Kartu sudah di tangan dan Zen menatap lekat lekat kartunya yang hanya bernilai 4 itu yaitu satu As Spade, dan 3 Diamond, angka yang terlalu kecil baginya untuk bisa memenangkan pertandingan ini.
"Kau sudah siap?"
"Yah... Silahkan kau pertama..." Ucapnya mempersilahkan Cald untuk membuka kartunya terlebih dulu.
"Kuharap kau tidak menyesal dengan ucapan mu tadi..."
Srett... Kartu di lemparkan dan terlihat lah jumlah nilai yang begitu besar dimana itu adakah perpaduan dari Queen Heart dan King Clover.
"Nilainya hampir sempurna... Anak itu sudah tidak bisa menang lagi..." Ucap beberapa orang yang menonton.
"Aku tidak pernah menyesal dengan perkataan ku... Karena..."
Srett... Zen melemparkan kartunya dengan begitu anggun setelah itu terlihat lah dua kartu as yang berdampingan yaitu As Spade dan As Clover.
"Nilai kartuku adalah 50... sayang sekali tapi... Kau kalah dalam pertandingan ini..." Ucap Zen dengan cukup keren, dia mengambil kartu yang ia sembunyikan dari ronde pertama karena menyadari dia akan kalah.
Itu tidak akan terjadi jika di awal dia tidak mendapat kartu as clover yang kemudian dia sembunyikan di dalam bayangan nya setelah itu meminta kartu tambahan.
"A... Apa... Itu tidak Mungkin..."
"Si miskin sudah menjadi si Kaya..."
__ADS_1
Note : Tetap support author biar Novel ini tetap update terbaru...
see u next chapter