TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Pertemuan tak terduga di pemakaman


__ADS_3

Di hari Minggu Lisa mengajak anak-anaknya ke pemakaman Ibunya. Ini pertama kalinya Lisa membawa anak-anak ke pemakaman tersebut.


"Kenapa kita pergi ke sini Ibu? " Alis dengan bawelnya bertanya kepada Ibunya.


"Karna kita sedang mengunjungi orang yang sangat Ibu sayangi. "


Ketiga kurcaci itu mengekori Ibunya. Hingga akhirnya sampai di sebuah pemakaman.


"Anak-anak, ini adalah pemakaman nenek kalian. Nama nenek kalian adalah Ayuandini William, yang kemudian berganti Marga menjadi Ayuandini Gunawan." Lisa berusaha memberitahukan kepada anak-anaknya.


Anak-anak saling menatap satu sama lainnya, karena sebelumnya mereka sudah mengetahui nama nenek mereka.


"Ibu, kenapa nenek meninggal dunia? " Jimmy bertanya kepada Ibunya.


"Nenek meninggal dunia karena kepalanya tertembak oleh orang yang tidak di kenal. " Lisa menjawab pertanyaan Jimmy.


"Kenapa nenek di tembak? Apa salah nenek? " Jimmy menatap Ibunya dengan serius.


"Menurut informasi, Nenek berusaha melindungi seseorang karena Nenek mengenal orang itu."


"Lupakan itu. Sekarang perkenalkan diri kalian kepada Nenek. Nenek kalian, pasti sangat ingin mengetahui nama kalian. " Lisa menyuruh anaknya memperkenalkan diri kepada Ibunya.


"Jimmy! " Lisa memanggil nama anak pertamanya.


"Baiklah Ibu." Jimmy menundukkan kepalanya, dan kemudian menatap foto yang ada di pemakaman neneknya.


"Hallo Nenek, namaku Jimmy. "


"Hallo Nenek, namaku Tommy. "


"Hallo Nenek, namaku Alysia. "


Mereka bertiga memperkenal diri mereka masing-masing.


"Wah, Nenek Alis cantik sekali. Wajah nenek sangat mirip dengan Ibu. " Alis sangat antusias melihat foto yang ada di pemakaman itu.

__ADS_1


"Iya, wajah nenek memang mirip dengan Ibu" Tommy juga ikut berbicara.


"Tapi Ibu lebih cantik dari pada Nenek. " Jimmy mulai angkat bicara.


"Jimmy! " Lisa menatap Jimmy.


"Ibu, jika saja nenek masih hidup. Pendapat nenek akan sama denganku. Sebab, Ibu masih muda. Sedangkan Nenek sudah tua." Jimmy menatap Ibunya.


Tiba-tiba Tommy sedikit berteriak.


"lihat Jimmy, pria itu. " Tommy mengagetkan Jimmy.


"Bukankah pria itu Adam Manggala dengan Famillynya?" Jimmy melihat ke sebelah pemakaman Neneknya.


"Lou Manggala?" Di sebelah pemakaman neneknya ada pemakaman seorang pria yang bernama Lou Manggala.


Lisa sedikit heran, kenapa anak-anaknya mengenal Adam Manggala dan keluarganya.


"hmp, apa yang tidak bisa mereka ketahui.Mereka bisa melakukan apapun." Lisa berbicara di dalam hatinya. Kemudian ia memasang masker untuk menutupi wajahnya.


Adam dan Familly mulai mendekat karena mereka ingin mengunjungi salah satu pemakaman yang ada di sebelah pemakaman Ibu Lisa. Pemakaman itu adalah pemakaman dari Lou Manggala, dia merupakan Ayah dari Adam Manggala dan Agam Manggala.


"Anak-anak, ayo kita pulang!" Lisa mengajak anak-anaknya untuk pulang.


"Kenapa sebentar sekali Ibu? Kita baru saja sampai." Alis protes kepada Ibunya.


"Jangan banyak bertanya Alis. Ayo kita pulang, Ibu ada pekerjaan yang harus Ibu selesaikan hari ini." Lisa membesarkan bola matanya yang kecil.


.....


"Bukankah itu putri dari Ayuandini Wiliam?" Agam berbicara dengan suara pelan di belakang Adam.


"Lili Gunawan? Anak-anak itu?" Adam berbicara di dalam hatinya. Ia melihat anak-anak yang pernah bertemu dengannya saat membeli kue.


Adam terus saja melihat ke arah Lisa dan ketiga anaknya. Hal itu membuat Marbella juga melihat ke arah yang sama.

__ADS_1


"Adam, anak-anak itu." Marbella mengucek matanya. Ia memastikan bahwa dia tidak salah melihat.


"Yah, Ibu tidak salah melihat. Mereka sangat mirip denganmu. Kenapa mereka berada di pemakaman Ayuandini William? Apakah Wanita yang memakai masker itu Lili Gunawan yang menghilang beberapa tahun yang lalu?" Marbella sangat terkejut.


"Aku tidak tau Ibu. Tapi aku mempunyai feeling bahwa mereka bertiga adalah anak-anakku." Adam dengan santai mengucapkan kata-kata itu.


Marbela menghentikan langkahnya.


"Anak-anakmu? semenjak kapan kamu mempunyai hubungan spesial dengan Lili Gunawan?" Marbella menatap wajah Adam.


"Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya kepada Ibu? " Marbella sangat penasaran dengan jawaban Adam.


"Ada beberapa hal yang sulit di jelaskan Ibu. Tapi aku mempunyai firasat bahwa mereka bertiga adalah anakku. Lihatlah wajah mereka sangat mirip denganku." Adam menatap Ibu Titinya sejenak, lalu melihat kembali ke arah Lisa dan anak-anaknya.


...


Lisa bergegas membawa anaknya pergi dari pemakaman itu. Ia sangat takut jika ada orang lain yang akan mengusik urusan pribadinya.


"Ayo anak-anak!" Lisa mulai menaikan volume suaranya.


"Baiklah Ibu. " Alis menjawabnya dengan malas.


Kepergian mereka pun di lihat oleh Adam,Agam dan Ibunya.


"Kenapa mereka tergesa-gesa sekali meninggalkan tempat ini? seperti ada yang mencurigakan." Agam berbicara sendirian.


"Agam, tolong selidiki wanita itu untukku. Aku yakin, dia adalah Lili Gunawan." Adam melihat ke arah Agam.


Bersambung...


"Baiklah saudaraku. "


"Tapi Adam, bagaimana dengan Camilla. Jika dia mengetahui kamu sudah mempunyai anak, apa yang akan dia lakukan. " Marbella mulai mencemaskan anaknya.


"Urusan Camilla, serahkan saja kepadaku Ibu. Ibu jangan mencemaskannya. " Adam memegang pundak ibunya.

__ADS_1


Kemudian mereka pergi ke pemakaman Lou Manggala.


bersambung....


__ADS_2