TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
episode akhir


__ADS_3

Setelah kepulangan Marbela, Melati memilih tetap duduk di sofa untuk menonton flm drakor kesukaannya.


Tiba-tiba Agam menghampiri Melati.


"Nonton apa sih? "


*Tumben dia sok akrab. *


"Nonton drakor terus, emangnya nggak capek? "


"Enggak."


"Melati aku mau ngomong baik-baik sama kamu. "


"Iya silahkan. "


Entah kenapa dengan reflek Melati mematikan flm drakor yang sedang dia lihat.


Melati menatap mata Agam yang tampaknya sangat serius.


Agam juga menatap Melati, dia kemudian memegang tangan Melati.


"Kamu tau kan, Ibuku sangat menginginkan seorang cucu. "


"Tolong mengerti ya. "


"Aku udah tau kok. "


*Kok dia mendadak seperti ini ya, jantungku jadi berdetak dengan kencang.*


"Kamu kenapa? kamu sakit? " Agam langsung memegang kening Melati.


"Enggak. "


*Aduh, kenapa jantungku tidak bisa di kondisikan. *


Malam itu Agam bertindak seromantis mungkin kepada Melati. Dia mengangkat tubuh Melati ke kasur.


Dan kalian taulah apa yang terjadi.


***


Beberapa minggu kemudian, Melati muntah-muntah setelah menyantap mie goreng buatan dirinya sendiri.


Dia bertanya-tanya ada apa dengan dirinya.


Agam yang sangat panik melihat Melati ke kamar mandi.


"Kamu kenapa? " Wajah Agam sangat panik waktu itu.


"Entahlah, aku merasa mual saja. "

__ADS_1


"Aku akan panggilkan dokter. "


"Tidak usah Agam. Palingan sebentar lagi akan hilang sendiri. "


"Tolong belikan aku tespek ya. "


Seketika wajah Agam berubah semberingah.


"Jadi kamu... " Agam langsung memeluk Melati.


"Belum tentu Agam. Aku perlu cek dulu. "


"Aku akan menghubungi Ibu. "


*Ya Tuhan, dia sebahagia ini. *


Tak beberapa lama kemudian Agam datang membawa tespek. Sang Ibu juga datang ke apartement mereka.


Ternyata iya, Melati sedang dalam kondisi hamil saat ini.


Marbela yang mendengar hal itu sangatlah senang.


"Terima kasih ya Melati, sebentar lagi Ibu akan memiliki cucu dari Agam. "


Marbela memeluk Melati dan mengusap rambut Melati.


Tak lama kemudian, dia melepaskan pelukan itu.


"Dia tidak boleh kelelahan. Kamu harus ingat ya. "


"Kok Ibu jadi tukang ngatur gini sih. Yang hamil itu istriku. Kok Ibu yang sewot. "


"Tapi dia sedang mengandung cucu Ibu."


"Cucu Ibu itu adalah anakku Ibu. Aku yang membuatnya. "


Entah kenapa Melati menjadi malu saat mendengar ucapan Agam.


*Apa? dia yang membuatnya katanya.*


*Dasar tidak tau malu.*


***


Marbela memamerkan kepada teman-temannya bahwa menantunya sedang hamil. Marbela terlihat sangat bahagia memamerkan hal itu.


Sedangkan di rumah, Melati tetap pada rutinitas biasanya.


Dia menonton flm drakor yang tentunya di temani oleh Agam. Kini saat mendengar istrinya sedang hamil, Agam selalu setia menemani Melati agar tidak kesepian.


"Kamu jangan lupa minum susunya ya. Aku udah buatkan untukmu."

__ADS_1


"Iya suamiku sayang. " Melati mencium pipi suaminya.


Entah kenapa semenjak hamil begitu, Melati jadi sering manja-manja kepada suaminya.


Dia juga sering melakukan hal yang romantis kepada suaminya.


Agam yang mendapat perlakuan seperti itu tentunya sangat bahagia.


***


Kandungan Melati sudah memasuki 7 bulan.


Melati dan Agam sudah mengetahui jenis kelamin anaknya.


Mereka berdua akan segera memiliki seorang putri.


"Yah, kenapa tidak laki-laki ya? Aku sangat ingin memiliki anak laki-laki. "


"Kamu jangan begitu sayang."


"Nanti kita buat anak laki-laki ya. "


"Apaan sih, ini aja belum lahir ditambah satu lagi. Kamu ini gimana sih. "


"Boleh request dong sayang."


Melati hanya menghela nafasnya panjang-panjang.


"Aku pengen deh mempunyai anak yang banyak. " Perkataan yang dilontarkan Agam membuat Melati agak kaget.


"Banyaknya berapa? "


Melati bertanya kepada suaminya.


"Aku pengen punya anak 12, jadi kalau main sepak bola nggak usah mikir lagi deh. "


"Dua belas? " Melati memutar kepalanya keatas.


"Kamu pasti mengeluh kan? "


"Tenang saja, dua anak cukup sayang. "


"Aku berharap kita mempunyai sepasang anak. "


*Syukurlah dia mengerti. Aku kira dia betul-betul ingin punya anak dua belas. Bisa rontok badanku. *


***


Cerita ini ditutup dengan kelahiran anak Melati dan Agam. Mereka Berdua sangat bahagia menggendong putri mereka.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2