TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Adam gila!


__ADS_3

Lisa berjalan menuju kamarnya membawa pakaian Adam.


Lisa mengetuk pintu kamarnya.


"Adam? apakah kau sudah selesai mandi? " Lisa bertanya kepada Adam.


Namun tidak ada sautan dari dalam.


Mungkinkah dia masih berada di dalam kamar mandi?


Kemudian Lisa membuka pintu kamarnya dan masuk.


Tiba-tiba Adam keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih milik Lisa. Dia hanya mengikatkan handuk itu di pinggangnya.


"Wah, badannya bagus sekali. " Lisa memuji Adam.


Tanpa mengedipkan mata, Lisa terus saja memandangi tubuh Adam yang bertelanjang dada.


Adam yang melihat Lisa langsung tersenyum tipis.


"Kenapa Kau melihatku seperti itu? " Adam mulai menggoda Lisa.


"Apa Kau ingin memperkosaku dengan tatapan seperti itu?" Adam terus saja melangkahkan kaki menuju Lisa yang membawa pakaiannya.


"Tidak, Kau GR. " Lisa melemparkan pakaian Adam ke tempat tidurnya.


Melihat reaksi Lisa, Adam tersenyum tipis.


"Apa Kau sedang malu? " Adam kembali menggoda Lisa.


Lisa langsung membalikkan badannya.


"Pakailah pakaimu segera. Aku dan anak-anak menunggumu di bawah. " Lisa menyuruh Adam untuk memakai pakaiannya.


"Hei, aku bertanya. Apakah Kau sedang malu? " Adam kembali mengulangi pertanyaannya.


"Buat apa malu. " Lisa melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya.


Namun dengan cepat, Adam memegang tangan Lisa.


"Kau gila ya, lepaskan aku." Lisa menyuruh Adam untuk melepaskan tangannya.


Adam mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa dan kemudian menatap mata Lisa dalam-dalam.


"Kau sedang malu. Wajahmu mulai merah merona. " Adam menjawab pertanyaannya sendiri.


"Kau tidak usah malu, Kau sudah pernah menikmati tubuh ini. "


Perkataan itu semakin membuat Lisa sangat malu.


"Kau gila, lepaskan tanganku. "


Saat itu jantung Lisa berdetak begitu kencang.


"Oh Tuhanku, mengapa aku gerogi sekali? " Lisa berbicara di dalam hatinya.


Adam tersenyum tipis dan melepaskan Lisa.


"Jangan sok kuat, wajahmu sudah merah merona. " Adam pun mengambil pakaiannya di atas kasur.


Saat itu Lisa hanya terdiam dan melihat aktivitas yang di lakukan oleh Adam.


"Katanya Kau ingin pergi, atau Kau ingin melihatku mengganti pakaian? " Adam bertanya dengan wajah yang berusaha menyembunyikan senyumannya.


"Iih, siapa yang mau liat? " Lisa pun pergi meninggalkan kamar itu.

__ADS_1


"Hahaa, exspresi wajahnya begitu lucu. " Adam dengan suara pelan menertawakan Lisa.


"Iih, siapa yang mau lihat? " Adam mempraktekkan ucapan Lisa.


"Hahaa, Lisa Lisa. " Adam pun memakai pakaiannya.


Tak lama kemudian, Adam turun ke bawah.


"Ayah, selamat pagi. " Alis menyapa Ayahnya.


"Selamat pagi Sayang. " Adam mencium kening Alis.


"Selamat pagi ya Yah. " Jimmy juga mengatakan hal yang sama.


"Iya, selamat pagi Sayang. " Adam juga mencium kening Jimmy.


Lisa menatap sinis ke arah Adam.


"Apa kau menggunakan farfumku? aku mencium kau menggunakan farfumku. " Lisa terus saja memandangi Adam yang ingin duduk.


"Ya, aku minta sedikit. "


"Dasar kau pelit. " Adam berusaha menyembunyikan senyumannya ketika melihat ekspresi Lisa.


"Apa kau sedang kesal? " Adam berbicara di dalam hatinya saat menatap wajah Lisa.


"Kau banyak alasan. Kau menyentuh barang-barangku tanpa ijin. " Lisa kembali menyantap sarapannya.


"Ku rasa, bukan barang-barang itu saja. " Mata Lisa dan Adam saling bertemu.


"Apaan sih." Lisa tetap saja mengunyah makanannya.


....


Adam dan anak-anak keluar dari rumah di ikuti oleh Lisa.


Dengan cepat, Arsena dan satu pengawal Adam keluar dari mobil.


"Pagi Tuan. " Arsena menyapa Tuannya.


Namun Adam hanya menganggukkan kepala kepada Arsena.


"Tuan Agam menyuruh saya membawa Alim untuk mengawal anak-anak Tuan ke sekolah. " Arsena membuka percakapan kepada Adam.


"Mm, iya. " Adam hanya mengucapkan kata-kata itu.


Kemudian Adam menatap ke arah Alim.


"Alim, ini kedua anakku. Perkenalkan dirimu kepada mereka. " Adam menyuruh pengawalnya memperkenalkan diri.


"Baik Tuan. " Alim membungkukkan badan kepada Adam. Kemudian dia membungkukkan badannya kepada Alis dan Jimmy.


"Hallo Nona Kecil dan hallo Tuan Kecil. Perkenalkan nama saya Alim Nuggroho. Mulai hari ini saya akan menjadi pengawal kalian. " Alim kembali membukukkan badannya kepada mereka berdua.


"Mohon kerja samanya Nona Kecil dan Tuan Kecil. " Alim menambah perkataannya.


Alis dengan gemas tersenyum kepada Alim, sedangkan Jimmy hanya menunjukkan ekspresi biasa.


"Hallo Paman Alim. Perkenalkan nama aku Alis, senang bertemu denganmu. " Alis sambil tersenyum memperkenalkan diri kepada Alim.


"Hallo Paman, perkenalkan namaku Jimmy. Senang bertemu denganmu. " Dengan datar seperti Adam, Jimmy memperkenalkan dirinya.


"Bocah yang satu ini seperti Ayahnya. " Alim berbicara di dalam hatinya.


Pada saat itu ia hanya bisa tersenyum ke arah kedua bocah itu, sambil sesekali menatap wajah Adam.

__ADS_1


Tak berselang waktu lama, Tiba-tiba Pak Karman datang.


"Tuan Adam." Pak Karman terlihat agak kaget.


"Selamat pagi Tuan Agam. " Pak Karman membungkukkan badan kepada Adam.


Lisa dengan heran melihat ke arah sang supir.


"Pak Karman kenal ini orang dari mana? " Lisa menunjuk Adam dan kembali menatap Pak Karman.


Pak Karman hanya bisa tertawa. Sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Anu Nona... " Pak Karman tidak melanjutkan perkataannya.


"Ibu, Jimmy pergi sekolah dulu. Sepertinya Jimmy akan telat ke sekolah. " Jimmy berusaha mengalihkan pembicaraan Lisa.


"Iya Ibu, Alis takut terlambat. " Alis mengatakan hal yang sama.


"Tunggu, tapi Ibu belum mendapat penjelasan dari Pak Karman. " Lisa merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Sudahlah, Adam memegang pundak Lisa. "


"Jangan sentuh aku." Lisa menyingkirkan tangan Adam.


"Kau galak juga ya rupanya."


"Sudahlah, aku ingin pergi bekerja. " Adam dengan cepat mencium pipi Lisa.


"Kau, " wajah Lisa kembali memerah.


"Jaga dirimu baik-baik. Dua jam lagi, aku akan menyusulmu ke rumah sakit. " Adam berpamitan kepada Lisa sambil melambaikan tangannya.


"Apakah aku tidak salah liat? " Arsena berbicara di dalam hatinya.


"Ayo Ars, apa kau ingin tinggal? " Adam menyuruh Arsena untuk masuk ke dalam mobil.


"Permisi Nyonya. " Arsena membungkukkan badan kepada Lisa, lalu masuk ke dalam mobil.


Lisa hanya diam terpaku sambil memegang pipinya.


"Alis pergi sekolah dulu ya, Ibu. " Alis mencium tangan Ibunya.


"Jimmy juga, Ibu. " Jimmy mencium tangan Ibunya.


Kedua bocah itu masuk ke dalam mobil yang diikuti Pak Karman dan Alim.


...


Mereka semua telah pergi dari tempat itu.


Sedangkan Lisa, hanya diam terpaku setelah melihat kepergian mereka semua.


"Dasar Adam bajingan. " Lisa menyebut Adam bajingan.


"Berani-beraninya dia menciumku di depan orang banyak. Dia menciumku tanpa izin. " Lisa menggosok-gosok pipinya yang telah di cium oleh Adam.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya!


Salam dari Autor.


Oh ya, jangan lupa beri masukannya ya. Agar Autor memperbaiki tulisan ini agar lebih baik lagi.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2