TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Tidak Perlu Dendam 2 (membahas kisah asmara Agam) PROLOG


__ADS_3

Tidak Perlu Dendam 2 akan berfokus untuk menceritakan kisah asmara maupun kisah hidup dari seorang Agam Manggala.


Kenapa tidak dipisah saja aploadnya dengan membuat novel baru?


Ini alasannya karna pembahasan tentang kisah asmara dari Agam Manggala cuman akan terdiri dari beberapa Bab saja. Tidak lebih dari 40 bab, dan bahkan bisa jadi kurang atau lebih.


Menurut author, sangat banyak kisah yang perlu di kembangkan dari Novel Tidak Perlu Dendam ini, karna banyak yang menggantung rasanya.


Yang terpenting, untuk selanjutnya author akan berfokus membahas tentang kehidupan seorang Agam manggala dulu. Baru kehidupan Tika Gunawan dan Ibu Kandungnya Dewi dan tokoh lain-lainnya.


***


PENGENALAN


Agam Manggala merupakan saudara tiri dari Adam Manggala. Mereka berdua cuman satu ayah tetapi berbeda Ibu.


Nama Ibu Kandung dari Agam Manggala adalah Marbela Manggala. Atau para karyawan memanggilnya dengan sebutan Nyonya Marbela dan untuk Agam adalah Tuan Muda Agam.


Agam saat ini menjadi ketua gengster Cosa Lion menggantikan saudara tirinya. Dia juga menjadi pemimpin Perusahaan Manggala Grup.


Beberapa bulan ini dia selalu di bully oleh Adam dan Lisa untuk segera menikah. Dan ibunya Marbela juga tidak tinggal diam. Dia juga memaksa Agam untuk menikah. Mengingat usianya sudah memasuki kepala tiga.

__ADS_1


Karakter dari Agam juga semakin berubah dari tahun ke tahun. Dia tidak lagi seperti Agam yang dulu.


Tapi perlu di ketahui, Agam ini tidak playboy lo readers. Dia termasuk pria yang setia, tapi hanya saja dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Yah maklumlah, Agam itu harus memimpin Perusahaan Manggala Grup dan dia juga menjadi Ketua Gengster Cosa Lion. Dia memiliki tiga tanggung jawab, yakni mengurus perusahaan, mengurus gangster dan juga harus mengurus serta menghadapi mulut ibunya yang bawel. Bawel untuk menyuruhnya segera menikah. Hehee.


Suatu saat ketika mengurus bisnis disuatu kota. Agam bertemu dengan seorang gadis yang mabuk, gadis itu tiba-tiba masuk ke dalam kamar hotelnya dan merebahkan badan di ranjang tempat tidurnya.


Di hari itu, Agam selalu memperhatikan wanita itu. Dia terlalu percaya diri bahwa dia tidak akan mencintai wanita itu. Namun akhirnya, apakah kalian bisa menebak bagaimana perasaannya kepada wanita itu. Yah tepat sekali, dia kemudian jatuh hati kepada wanita itu.


Awalnya dia mengatai wanita itu adalah gadis pemabuk, gadis jelek, yang padahal gadis itu tidak jelek sama sekali guys, mungkin matanya sakit atau rabun kali ya. Hahaa.


***


Oh ya, untuk kalian yang membaca novel ini. Jangan lupa untuk like ya, supaya aku lebih bersemangat lagi untuk menyelesaikan tulisan ini.


Jangan lupa untuk berikan komentar dan sarannya di kolom komentar ya.


Ok, di pagi itu. Nyonya Marbela turun dari mobilnya. Dia langsung masuk ke kediaman putranya.


Kebetulan pada saat itu, Agam sedang menyantap sarapan paginya seorang diri.

__ADS_1


Yah, Marbela dan Agam itu tinggal di kediaman yang berbeda.


"Agam." Sang Ibu dengan ramah memeluk putranya yang sedang menyantap sarapan paginya.


Aduh, aku kan bukan anak kecil lagi.


Agam tampak risih dengan pelukan Ibunya itu.


"Mm, ada apa Ibu?" Agam sudah menebak, pastinya Ibunya akan membahas soal pernikahan lagi. Dia akan memaksa dirinya untuk menikah.


"Kapan kamu akan mengenalkan ibu dengan calon menantu Ibu? Ingat lo nak, kamu itu sudah tua."


"Apakah Ibu kesini cuman untuk mengingatkan bahwa aku ini sudah tua?" Agam menatap Ibunya yang kemudian duduk di salah satu kursi meja makan.


"Pada kenyataannya, kamu itu kan memang sudah tua Agam. Ibu tidak mengingatkan tetapi memberitahumu." Marbela sedikit tersenyum membahas itu. Apalagi melihat tatapan anaknya.


Lihat, putra kecilku sudah besar sekarang. Walau bagaimana pun, dia tetaplah anak kecil di pandanganku. Hehee.


Bersambung ....


Lanjut di bab selanjutnya yah.

__ADS_1


Hehee. 😁


__ADS_2