
"Saudaraku, aku sudah mendapatkan identitas wanita itu. " Agam berdiri di sebelah Adam.
Saat itu Adam sedang melihat pemandangan yang ada di luar ruangannya.
Adam melihat ke Agam.
"Siapa wanita itu? " Adam bertanya kepada Agam.
"Wanita itu adalah anak angkat dari Caroline Bastian. " Agam menatap Adam.
"Caroline Bastian? " Adam menatap Agam dengan sorot matanya yang tajam.
"Iya. Caroline Bastian adalah sahabat dari Ayuandini William."
"Menurut informasi, Lili di usir dari rumahnya setelah keluarganya tau bahwa dia hamil di luar nikah. Kemudian tunangan Lili yang bernama Rivaldo Efendy menikah dengan Kakak Lili yang bernama Kirana Gunawan."
"Informasi baru-baru ini, nama Lili Gunawan berganti menjadi Lisa Bastian. Dia baru saja pulang dari luar negeri dengan membawa 3 orang anak. Anak pertamanya bernama Jimmy Bastian, anak keduanya bernama Tommy Bastian dan anak ketiganya bernama Alisya Bastian. "
"Tunggu! apakah dia tau bahwa pria yang menghamilinya itu adalah aku? " Adam bertanya dengan wajah yang sangat serius.
"Sepertinya tidak saudaraku." Agam menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Oh ya Saudaraku, ternyata Lili Gunawan menghadiri pernikahanmu pada malam itu. Pada malam itu dia pingsang setelah mengetahui tunangannya berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. "
"Mereka berselingkuh? " Adam hanya mengucapkan dua kalimat.
"Bukan hanya itu saja saudaraku. Ternyata Ayah dari Lili Gunawan mempunyai tujuan lain untuk Lili. Dia ingin menikahkan Lili secepat mungkin, supaya Lili bisa keluar dari daftar pewaris utama di keluarganya. Secara ya, harta yang di kuasai oleh Arkan Gunawan adalah harta warisan dari Ayuandini William."
"Jadi secara tidak langsung kamu mengatakan musuh terbesar Lili Gunawan adalah keluarganya sendiri. Pantas saja, ketika ia mengunjungi pemakaman Ibunya sendiri ia terburu-buru pergi dari sana. Hal itu dia lakukan supaya tidak ada seorang pun yang mengenali dia."
"Hmp, tapi nama dia sekarang bukanlah Lili Gunawan saudaraku. Nama dia sekarang adalah Lisa Bastian."
"Lisa Bastian ini akan memasuki umur 26 tahun. Jadi, ketika dia tidur bersamamu. Pada waktu itu bisa diperkirakan bahwa umurnya masih 19 tahun. Hmp, wanita kecil itu berubah menjadi wanita dewasa yang cantik jelita seperti bidadari." Agam berusaha menjelaskan identitas Lisa layaknya sudah seperti Sekretaris Adam.
Adam kemudian menatap Agam dengan tatapan yang mematikan.
"Jika kamu tidak bersedia menikahinya, aku dengan senang hati bersedia menikah dengannya. Dia adalah tipe wanitaku." Agam menatap Adam dengan serius.
"Apa kamu sangat menyukai Lisa Bastian? " Adam bertanya kepada adiknya dengan serius.
__ADS_1
"Ya, aku sangat menyukainya. Saat aku mengetahui siapa dia." Tapi tatapan Agam mulai melemah kepada Adam.
"Tapi sayang, aku tidak akan pernah memilikinya. Karena dirinya adalah milik dari saudaraku sendiri." Kata-kata ini di ucapkan oleh Agam di dalam hatinya.
"Hmp, sekarang apa yang akan kamu lakukan?" Agam bertanya kepada Adam dengan wajah yang penasaran.
"Aku akan menemui anak-anakku secara diam-diam. Setelah itu, aku akan menghancurkan Keluarga Gunawan dan Keluarga Efendy secara diam-diam. " Adam menjawab pertanyaan Agam sambil melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Terus bagaimana dengan Camilla?" Agam kembali bertanya kepada Adam.
"Kami hidup bersama demi perdamaian. Aku tidak mencintai Camilla. Aku pun tidak pernah menyentuh Camilla. Lagian, orang yang aku cintai adalah Lili Gunawan. Aku mulai mencintainya semenjak malam panas itu. Wajah mungilnya terus terbayang-bayang diingatanku."
"Aku sudah lama mencari keberadaannya, namun aku tidak menemukannya." Wajah Adam terlihat begitu sedih.
"Jadi selama ini wanita yang kamu cintai adalah Lili Gunawan saudaraku?"
Adam hanya menganggukkan kepalanya. Kesedihan tidak bisa di sembunyikan dari sorot matanya.
"Aku tidak pernah melihat saudaraku bersedih seperti ini." Agam berbicara di dalam hatinya.
"Jadi semenjak 6 tahun yang lalu, kamu mengundurkan diri menjadi ketua geng mafia karena dirinya saudaraku?" Agam bertanya kepada Adam.
"Aku sudah lama mencari Lili. Semenjak aku mendengar Ayuandini William meninggal dunia karena melindungi Ayah kita. Aku bersumpah pada diriku sendiri untuk menjaga anak dari wanita itu. Yang ternyata anak wanita itu adalah Lili Gunawan. Wanita yang pernah menghabiskan malam denganku meskipun hanya satu malam saja."
Agam hanya terdiam. Ia menatap wajah Adam.
"Bagaimana mungkin Mantan Ketua Mafia se melow ini. Dia bukan seperti Adam yang ku kenal. Apakah dia salah minum obat hari ini? " Agam tanpa berkedip melihat wajah Adam.
"Apa yang kamu perhatikan? apakah kamu jatuh cinta kepadaku? apakah kamu akan menciumku dengan wajah seperti itu?" Adam mengejutkan Agam yang sedang melamun.
"Ya, sepertinya aku akan menciummu dengan mesra. Saudaraku yang kejam sudah berubah." Agam tertawa kepada Adam.
"Hahaa. Kamu sungguh ingin menciumku?" Adam kembali memastikannya.
"Hahaa, dasar gila. Sinilah, aku akan memelukmu. Bagaimana mungkin mantan Ketua Mafia se melow ini?" Agam memeluk Adam.
Mereka berdua pun berpelukan.
"Apakah jatuh cinta itu menyakitkan? " Agam bertanya kepada Adam.
__ADS_1
"Ini sangat menyakitkan Saudaraku, Dia adalah cinta pertamaku. Aku sudah lama mencarinya, dan sekarang dia ada di sekitarku. Dia melahirkan anak-anakku tanpa sepengetahuanku. Aku seperti pria bajingan yang tidak bertanggung jawab. Aku membiarkan wanita yang aku cintai hidup seperti neraka. Dia di usir karena mengandung anakku." Mata Adam mulai memerah.
"Saat membeli kue, aku bertemu dengan anak-anakku. Anak yang berdebat denganku ternyata adalah anakku. Aku berdebat dengan anakku sendiri. Ah, Ayah macam apa aku ini. " Adam terus saja menyalahkan dirinya.
Kemudian Agam melepaskan pelukannya.
"Apa kamu menangis?" Agam tertawa geli melihat exspresi saudaranya.
"Tidak, aku tidak menangis. Mataku kelilipan. " Adam mengalihkan pandangannya, kemudian menghapus air matanya tanpa sepengetahuan Agam.
"Dasar, dia gengsi mengakuinya. Dia menangis, dia menangis karena telah jatuh cinta dengan seorang wanita. Dia menangis seperti perempuan." Agam berbicara dengan suara pelan.
"Aku bisa mendengarmu. "
"Aku bilang, aku bukan menangis, tapi mataku kelilipan." Adam berjalan ke arah kursi kebesarannya.
"Ya, anggap saja begitu saudaraku. Ternyata Mantan Ketua Mafia bisa menangis juga. Betapa melownya dirimu. Ha, lihatlah dirimu. " Agam meledek Adam.
"Apa kamu menghinaku? Kau berani menghinaku? " Adam menatap Agam.
"Tidak, aku hanya melontarkan pendapatku saja." Agam tersenyum tipis, kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Apakah sedihmu sudah berkurang? " Agam bertanya kepada Adam.
"Hmp, kenapa kamu sangat perhatian kepadaku? Apakah seorang Agam mencintaiku. Atau jangan-jangan, kamu adalah seorang Gay." Adam berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Iya, aku gay. Mari bercinta denganku." Agam mendekati Adam.
"Buka bajumu." Agam menarik baju Adam.
"Tidak, aku tidak mau. " Adam melepaskan tarikan saudaranya.
"dasar, kau gila. Aku mempunyai saudara yang gila dan gay. " Adam menyindir saudaranya sendiri.
"Hai dunia, Ketua Mafia ini adalah gila dan gay. Lihatlah dia, dia akan memperkosaku. " Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.
Jadi semenjak Adam mengundurkan diri menjadi ketua geng mafia beberapa tahun yang lalu. Ia kemudian di gantikan oleh saudaranya sendiri yaitu Agam, dan sampai sekarang Agam masih menjadi Ketua Geng Mafia.
bersambung...
__ADS_1