TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Ayah dan Anak


__ADS_3

"Apakah ayah cuman memeluk Alis. " Tommy berbicara kepada Adam.


"Namaku Tommy, dan dia adalah kakakku yang bernama Jimmy. Kami bertiga saudara kembar Ayah. " Tommy menunjuk Jimmy dan kemudian menatap ke arah Adam.


Adam menatap anak-anaknya. Tiba-tiba datanglah Pak Karman menghampiri mereka bertiga.


"Apakah Tuan dan Nona kecil baik-baik saja?" Pak Karman terlihat cemas melihat kondisi itu.


Kemudian Agam terlihat membisikkan sesuatu kepada Pak Karman. Sehingga mereka semua pergi ke sebuah restoran untuk makan.


"Hallo, Nona Lisa ..."


"Jimmy, Tommy dan Alis sedikit terlambat pulang. Karna ban mobil kita sedang bocor, dan kebetulan sedang mengantri Nona. " Pak Karman berusaha mencari alasan.


"Iya tidak apa-apa Pak Karma. Tolong jaga mereka bertiga untuk saya. Jika mereka masih lapar atau ingin mengemil tolong belikan mereka makanan ya Pak Karman. Hari ini saya sedikit sibuk." Lisa terdengar mengerti dengan kondisi Pak Karman dan ia mempercayaikan anak-anaknya kepada Pak Karman.


"Baik Nona. " Pak Karman menutup telfonnya.


"Apakah sudah beres?" Agam bertanya kepada Pak Karman.


"Sudah Tuan Agam." Pak Karman terlihat seperti ketakutan.


"Tenang saja kami tidak akan berbuat apa-apa. Mereka bertiga itu adalah keponakanku dan lelaki itu adalah Ayah dari keponakanku" Agam menunjuk Adam yang sedang bersenda gurau dengan anak-anaknya.


"Liatlah Pak Karman. Betapa bahagianya mereka. " Agam terharu melihat mereka berempat yang bersenda gurau.


"Hmp. " Pak Karman menghela nafas panjang-panjang.


"Jadi apa rencana Tuan Agam. Bagaimana menjelaskan kondisi ini semua kepada Nona Lisa?" Pak Karman menatap Agam dengan serius.


"Ini semua tidak perlu di jelaskan untuk sementara waktu Pak Karman. Saya ingin, ini semua di rahasiakan dulu dari Lisa. Kami mempunyai tugas yang lumayan besar. Kami mempunyai rancana untuk membantu Nona Anda. " Agam kembali menatap Pak Karman dengan serius.


....


"Ayah? lalu bagaimana dengan Ibu? Aku tidak sabar memberitahu Ibu tentang Ayah. " Alis menatap Adam.


"Sayang, tolong jangan beritahu Ibu dulu. Rahasiakan Ayah dari Ibu."


"Apakah Ayah tau apa yang terjadi dengan Ibu?" Jimmy mulai bersuara.

__ADS_1


"Maksudnya? " Agam mengalihkan pandangannya dari Alis dan menatap Jimmy.


"Ayah, kakek kami yang bernama Arkan Gunawan memperlakukan Ibu dengan tidak adil. Kakek mengusir Ibu dari rumah, lalu Kakek mengambil alih semua harta warisan Nenek. Kakek membiarkan Ibu kami sengsara. Saudara Ibu.. Itu, itu Kirana Gunawan, dia mengambil tunangan Ibu dan menikahi tunangan Ibu yang bernama Rivaldo Effendy. Aku ingin Ayah memberi pelajaran kepada mereka semua." Jimmy menatap Adam dengan serius.


"Aku ingin perusahaan mereka bangkrut. Perusahaan William Grup, perusahaan RB Grup. Perusahaan itu harus bangkrut Ayah. Aku yakin itu adalah hal yang mudah bagi Ayah. Perusahaan Manggala Grup adalah perusahaan yang besar." Jimmy terlihat mengepalkan tangannya.


Adam mengangkat sebelah Alisnya dan menatap Jimmy dengan serius.


"Dari mana Jimmy mengetahui semua ini? " Adam bertanya kepada Jimmy.


"Aku meretas perusahaan mereka, termasuk perusahaan ayah. Apakah ayah tidak menyadari jika perusahaan ayah sudah di retas? Aku telah meretasnya Ayah. Aku tau siapa ayah." Jimmy menatap Adam dengan serius. Wajahnya terlihat sangat menggemaskan.


"Ayah adalah Ceo dari perusahaan Manggala Grup. Perusahaan itu adalah perusahaan nomor satu dengan pendapatan tertinggi. Dan Ayah adalah Mantan Ketua mafia, yang kemudian Ayah memberikan jabatan ketua itu kepada Paman Agam. Kenapa ayah memundurkan diri menjadi ketua mafia? Itu adalah jabatan yang keren Ayah. Hmm, Ayah ni. " Jimmy menggeleng-gelangkan kepalanya.


"Bagaimana mungkin kamu mengetahui itu semua?" Dan kemudian Adam menghela nafasnya panjang-panjang.


"Mungkinkah mereka bertiga ini mewarisi kemampuanku? " Adam melihat wajah imut anak-anaknya satu persatu.


"Ayah tidak perlu heran, Jimmy sangat hebat dalam hal komputer Ayah. Sedangkan Tommy hebat dalam bermain alat musik contohnya selo dan piano." Alis menunjuk satu persatu kakaknya.


"Dan kamu hebat dalam memukul orang. " Jimmy melanjutkan perkataan Alis.


Tommy tertawa dan berkata " Setidaknya dia rajin membaca dan hebat melukis. Cukup balance dengan kemampuan memukulnya." Tommy menepuk-nepuk pundak Alis.


"Apakah Ayah mempercayai ucapan kami?" Tommy bertanya kepada Ayahnya.


"Ayah mempercayainya Tommy. Sekarang ceritakan kepada Ayah. Apa saja yang dilakukan Ibumu setiap hari? Sekarang pekerjaan Ibu apa? " Adam bertanya kepada Tommy, namun hal itu di jawab oleh Alis.


"Setiap hari Ibu sibuk menulis. Ibu juga sibuk mengelolah Toko Kue dan Butik. tapi Ayah tenang saja. Itu semua di bantu oleh orang-orang kepercayaan Ibu."


"Oh ya Ayah, Ibu wanita yang sangat cantik. Ketika Ayah pertama kali melihat Ibu, Ayah pasti akan menyukai Ibu." Alis mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum kepada Ayahnya.


"Apakah Ayah ingin melihat foto Ibu? Alis menyimpan foto Ibu Ayah. " Alis berusaha mengambil ponselnya di dalam tas. Kemudian memperlihatkan satu persatu foto Lisa kepada Adam.


"Wanita ini, dia tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik. Dia sempurna, Bibirnya, matanya. Malam itu... " Adam berbicara di dalam hatinya.


"Cantikkan Ayah. " Alis melihat wajah ayahnya.


"Cantik sayang."

__ADS_1


"mmm, Alis sudah menduga jawaban Ayah. Alis lihat, Ayah adalah pria yang sangat tampan. Bisakah Ayah tersenyum sedikit. Perlihatkan Gigi Ayah" Alis memperagakan caranya kepada Ayahnya.


"Lihat Ayah." Alis tertawa memperlihatkan gigi.


Hal itu membuat Adam tertawa lepas, karna yang dilakukan Alis sangatlah lucu.


Sedangkan di seberang sana, Agam dan Pak Karman tertawa melihat tingkah Alis.


"Betapa bahagianya mereka. " Pak Karman tertawa sambil meneteskan air mata.


"Apakah Pak Karman semanja itu? Tidak perlu menangis Pak, saya tidak akan memukul Bapak. " Agam berusaha menghibur Pak Karman dengan menepuk-nepuk pundak Pak Karman.


"Saya menangis bukan karena takut di pukul Tuan, saya menangis karena terharu dengan mereka berempat. " Pak Karman menghapus air matanya.


"Hmp, saya juga terharu dengan mereka berempat Pak Karman. Mereka berempat bertemu setelah 7 tahun."


"Benarkah? berarti selama ini Tuan Adam berusaha mencari Nona Lisa? Apakah Tuan Adam menyukai Nona Lisa?" Pak Karman dengan lancang bertanya kepada Agam.


"Iya. Saudara saya selama ini berusaha mencari Lisa. Lisa adalah cinta pertamanya. Dia sempat Down karna tidak menemukan Lisa, sampai-sampai dirinya mundur menjadi ketua geng mafia dan saya harus menghendel itu semua demi dirinya." Agam menatap Pak Karman.


"Berarti Nona Lisa memang di takdirkan untuk Tuan Adam. Buktinya mereka mempunyai tiga anak. "


"Tapi sayang, Adam sudah menikah Pak Karman. Dia terpaksa menikah dengan anak musuh kami demi perdamaian. Tapi ada alasan kuat untuk Adam bisa berpisah dengan istrinya, Adam bisa saja menceraikan istrinya karena tidak mempunyai anak dan kemudian menikahi Lisa. Perlu di garis bawahi, Adam tidak pernah menyentuh Istrinya, Pak. " Agam terlihat sedih ketika membicarakan hal itu.


"Apakah Tuan menyukai Nona Lisa? Saya bisa melihat kesedihan di mata anda Tuan."


Dengan raut wajah sedih Agam menganggukkan kepalanya.


"Mereka bertiga terlibat cinta segitiga. Tapi kondisinya, Adam sudah menikah sedangkan Agam belum menikah. Hmp, siapa yang akan mendapatkan Nona Lisa? Adam atau Agam? Mereka berdua bersaudara dan mencintai wanita yang sama. " Pak Karman berbicara di dalam hatinya.


Bersambung....


Mohon maaf ya buat pembaca setia semuanya, Author beberapa hari ini tidak bisa menulis karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan dengan cepat.


Sebenarnya Author sangat kesulitan membagi waktu beberapa hari ini, sebab Author sibuk bekerja dan sibuk juga mempersiapkan diri untuk kuliah tahun depan. Maaf jadi curhat begini ya😁


Oh ya. Tolong bantu like, comment dan vote ya. Supaya Author lebih bersemangat lagi untuk menulis meskipun dalam keadaan lumayan sibuk.


Terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


LOVE YOU GUYS.


salam dari author.


__ADS_2