TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Ayahku meninggal


__ADS_3

Jimmy, Tommy,Alis dan Adam keluar dari sebuah kafe.


"Ayah kami pulang dulu. " Jimmy berpamitan kepada Adam.


"Iya anak-anak, Hati-hati dijalan. " Adam tersenyum dengan hangat.


Mereka bertiga memasuki mobil yang di ekori oleh Pak Karman.


Adam mengirimkan pesan kepada Pak Karman. "Tolong jaga anak-anak saya Pak. Saya mempunyai urusan yang sangat berat. "


Ketika itu Adam dan Agam memasuki mobil.


Wajahnya mereka terlihat begitu cemas.


Lima belas menit kemudian.


Jimmy, Tommy dan Alis keluar dari Mobil. Mereka di sambut oleh Lisa dan Bibi.


"Ibu" Mereka bertiga serentak memanggil Ibu mereka.


Lisa langsung memeluk mereka bertiga.


"Sekarang ganti pakaian dan istirahat ya anak-anak. "


"Iya ibu." Mereka bertiga berlari ke kamar mereka masing-masing.


"Anak-anak itu." Lisa menghela nafasnya panjang-panjang.


Kemudian Lisa masuk ke dalam rumah yang di ikuti oleh Bibi.


....


Disini Jimmy,Tommy dan Alis sedang berkumpul di dalam kamar Jimmy.


"Tommy, Alis, kita harus mempersatukan Ayah dan Ibu."


"Iya, Alis setuju Kak Jimmy. Ayah pria yang sangat tampan dan Ibu wanita yang sangat cantik. "


"Ayah dan Ibu kita sangat serasi. " Alis terlihat sangat bersemangat.


"hmp, tapi apa yang harus kita lakukan?" Tommy mulai bersuara.


"Aku mempunyai ide yang bagus. " Jimmy tersenyum nakal.


....


Beberapa hari kemudian tersiar informasi bahwa perusahaan William Grup dan RB Grup kebakaran di beberapa cabang. Di informasi itu di sampaikan kedua perusahaan itu mengalami kerugian yang sangat besar. Penyebab kebakaran dari perusahaan mereka adalah karena aliran listrik.


Saat itu Arkan Gunawan di larikan ke rumah sakit karena mendengar perusahaannya kebakaran, sedangkan Mardy pemilik perusahaan RB Grup menganggap itu semua adalah takdir, yang dapat dia lakukan sekarang adalah bangkit dari kehancuran tersebut.


Lisa mematikan berita yang dia dengar.


"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menjenguk ayah atau membiarkannya saja. Tapi bagaimana pun juga dia adalah Ayahku. " Lisa bergegas masuk ke dalam kamarnya kemudian keluar kembali dengan membawa sebuah tas.


Lisa menghampiri Bibi.


"Bi, saya pamit sebentar ya."


"Tolong titip anak-anak. Saya berjanji akan segera cepat kembali. "Lisa meminta izin kepada Bi Minah.


"Apa terjadi sesuatu Nona? " Bibi bertanya kepada Lisa.


"Ayah saya jatuh sakit Bi, dia sedang dirawat di rumah sakit Bastian. "

__ADS_1


"Apakah ayah Nona Arkan Gunawan? karena dari tadi Bibi lihat, Nona cukup lama menonton sebuah berita dan berita itu berhubungan dengan pengusaha Arkan Gunawan. " Bibi dengan berani bertanya kepada Majikannya.


"Iya Bi. Dia Ayah saya. " Lisa pergi meninggalkan Bibi.


"Jadi Nona Lisa adalah Putri dari Arkan Gunawan." Bibi sangat terkejut.


....


Lisa mengendarai mobil sendirian. Dia dengan cepat mengemudikan mobilnya ke Rumah Sakit Bastian.


Dia melakukan penyamaran untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Saat menginjakkan kaki di depan pintu ruangan Ayahnya. Tiba-tiba keluarlah seorang lelaki paru baya.


"Lili" Dhani sangat terkejut melihat kedatangan Nonanya.


"Iya saya Pak. Bagaimana dengan kondisi Ayah? Apakah Ayah baik-baik saja? " Lisa menatap Sekretaris Ayahnya.


"Dia mengalami struk Lili. Ayahmu Struk." Dhani menatap Nonanya.


"Bolehkah saya masuk? "


Dhani hanya mengangguk.


Ketika melihat Ayahnya yang terbaring di atas kasur. Lisa langsung menghampiri Ayahnya.


"Kenapa semua ini terjadi Ayah? Mana Ibu Merry? dan mana Kirana maupun Tika? Kenapa mereka semua tidak menemani Ayah? " Lisa meneteskan air mata.


"Seharusnya ini semua tidak boleh terjadi dengan Ayah. "


"Apa yang bisa aku lakukan untuk Ayah? " Lisa terus bertanya kepada Ayahnya dalam kondisi menangis.


"Maafkan ayah Lili. aa... ayah minta maaf. Ayah menyayangimu. " Arkan menutup matanya.


Tit.. Tit titttttttt


Dokter menyuruh Lisa untuk menunggu di Luar.


Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan Ayahnya.


"Bagaimana dengan kondisi Arkan Dokter? " Dhani mulai terlihat sangat cemas.


Dokter menggelengkan kepalanya dan pergi meninggal Dhani.


Lisa terlihat emosi dengan jawaban dokter. Lisa membuka topi, kacamata dan jaketnya.


"Berhenti Dokter. "


"Apakah begini pelayanan rumah sakit terhadap pasien?"


Ketika mendengar suara itu dokter dan perawat berbalik badan.


"Nona Lisa? " Mereka sangat terkejut.


"Apakah kalian tidak menghargai saya lagi? yang kalian periksa itu adalah Ayah kandung saya. "


"Periksa dengan benar. Ayah saya tidak mungkin meninggal dunia. " Lisa terlihat sangat marah.


"Maaf Nona Lisa. Tuan Arkan Gunawan memang sudah meninggal. Kami sudah memeriksanya beberapa kali. " Di saat itu Lisa langsung jatuh pingsan.


Dokter dan perawat langsung memapa Lisa.


Jadi Rumah Sakit Bastian ini telah di warisankan oleh Caroline Bastian kepada Lisa. Bisa di simpulkan Rumah Sakit itu adalah milik Lisa.

__ADS_1


....


2 jam kemudian Lisa mulai tersadar. Di sampingnya ada Sekretaris Ayahnya yaitu Pak Dhani.


"Nona, apakah Nona baik-baik saja? "


"Bagaimana dengan Ayah saya? " Lisa malah bertanya soal Ayahnya.


"Ayah Nona sudah di bawah ke rumah." Dhani menatap Nonanya.


"Saya harus pergi kesana. " Lisa berusaha bangkit dari tempat tidurnya.


"Jangan Nona. Jangan sampai Nyonya Merry mengetahui keberadaan Anda. Tutuplah mata Nona dan anggap tidak terjadi apapun. "


Tiba-tiba saja datang Pak Toni dan ketiga anaknya.


"Ibu, apakah Ibu baik-baik saja? " Alis berlari memeluk Ibunya.


"Ibu? " Dhani terlihat sangat heran.


"Mereka bertiga adalah anak-anak saya Pak Dhani. "


"Dan ini adalah sekretaris saya. Nama beliau Pak Toni. Beliau yang telah membantu saya selama ini. "


"Begitukah? Siapa nama si ganteng dan si cantik ini? " Pak Dhani bertanya kepada ketiga anak itu.


"Namaku Alis Pak, dan mereka adalah kakakku. " Alis menujuk Jimmy dan Tommy.


"Yang ini namanya Jimmy dan yang ini namanya Tommy. " Alis memperkenalkan nama kakaknya.


"Anak-anak yang menggemaskan. "


Lalu Dhani berpamitan kepada Lisa karena dia akan mengurus pemakaman Arkan.


....


"Ini sepertinya baru permulaan. " Adam berdiri di depan kaca ruangannya sambil memandang pemandangan yang indah.


"Aku berjanji, aku akan menghancurkan mereka satu persatu. Aku berjanji dengan diriku sendiri. "


Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam ruangan Adam.


"Apakah kamu sudah mendengar beritanya? Perusahaan William Grup dan RB Grup kebakaran. Yang hebohnya, Arkan Gunawan meninggal dunia. "


"Trus" Adam dengan santai bertanya kembali kepada Agam.


"Trus?? Saudaraku, Arkan Gunawan adalah Ayah dari Lisa Bastian. Ibu dari ketiga anakmu. Lisa pasti sangat bersedih saat ini. " Agam menatap Adam yang tidak terkejut sama sekali.


"Aku yakin, Lisa adalah wanita yang kuat." Adam duduk ke tempat duduk kebesarannya.


"Apakah ini semua ulahmu? " Agam bertanya kepada Adam.


Adam menatap Agam dengan tajam.


"Aku hanya bercanda." Lalu Agam pergi meninggalkan Adam.


....


Bersambung...


Maaf ya guys, aku baru sempat menulis lagi.


Beberapa minggu ini pekerjaanku sangat menumpuk.

__ADS_1


mohon like dan vote ya, semoga aku lebih semangat lagi untuk upload.


salam dari autor


__ADS_2