TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Tidak Perlu Dendam 2 (BAB 1)_wanita mabuk part 1


__ADS_3

Agam berusaha santai menghadapi Ibunya, yang selalu menyuruh dirinya untuk memperkenalkan seorang wanita yang akan menjadi menantunya.


Wanita seperti apa yang akan dia perkenalkan, sedangkan dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ada hal yang penting yang harus dia urus selain hal yang bernama pernikahan.


Pada hari itu dia akan melakukan perjalanan bisnis di kota A. Ada hal yang harus dia urus di sana. Yah, apalagi kalau bukan berkaitan dengan pekerjaannya.


***


Agam sudah selesai melakukan pertemuan dengan rekan kerjanya. Dia saat ini sedang melihat pemandangan dari balkon kamar hotelnya.


Paling tidak dalam beberapa hari ini dia tidak akan di tanya soal nikah, begitu pikirnya.


Dia ingin menenangkan fikirannya untuk sementara waktu.


Bisa jadi seorang Agam sedang stres karena di desak nikah melulu. Hehee.


Ketua mafia aja bisa stres, apalagi kita yah. Hehee. Becanda yah 😁.


Agam pun masuk kembali ke dalam kamar dan berniat akan merebahkan badannya di atas ranjang.


Tiba-tiba dia mendengar seakan-akan pintu kamarnya berusaha di buka seseorang. Yang menyebabkan jiwa mafia seorang Agam meronta-ronta. Hahaa.


Agam dengan langkah perlahan pergi menuju pintu. Dia berusaha melihat, siapa orang yang berusaha untuk memasuki kamar hotelnya.


Agam melihat di cela pintu yang telah di sediakan hotel. Itu bulatan yang berfungsi untuk melihat siapa yang ada di luar.


Ternyata di luar ada seorang gadis yang berusaha masuk ke dalam kamar hotelnya.


Adam hanya mengangkat alisnya. Kemudian dia membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Wanita itu terlihat lemah, dan bisa di pastikan wanita itu dalam kondisi mabuk.


"Menyingkir, ini kamarku." Dengan badan sempoyongan wanita itu masuk ke dalam kamar Agam.


Agam hanya melihat wanita itu dan meletakkan tangannya di bawah dadanya.


Drama apa lagi ini.


Agam mengikuti wanita yang sempoyongan itu dengan santai.


"Hei Nona, sepertinya anda salah memasuki kamar." Agam berusaha berbicara dengan wanita itu.


Agam berdiri tidak jauh dari ranjang tidurnya, sedangkan wanita itu main tidur saja diatas ranjang tempat tidur Agam.


"Aku tidak salah masuk kamar, ini kamarku. Ini kamarku." Wanita mabuk itu terus mengatakan bahwa kamar hotel itu adalah kamarnya.


"Anda mabuk berat Nona, anda sudah salah memasuki kamar."


Agam mengangkat satu alisnya. Menurutnya percuma saja berbicara dengan wanita mabuk itu.


"Kau tau, aku minum minuman itu baru pertama kali. Rasanya melayang dan semua masalah menjadi hilang. Hahaa." Wanita mabuk itu malah curhat kepada Agam.


Cih, ada apa dengan wanita ini.


Agam pun beralih dan memilih duduk di atas sofa.


Wanita itu kemudian duduk.


"Hei, kenapa kau duduk di sofa itu? Kau tidak boleh duduk di sofa itu."

__ADS_1


"Kau keluar dari kamarku. Ini kamarku." Dia menunjuk pintu keluar dan Kemudian dia kembali merebahkan badannya di atas ranjang.


"Seharusnya anda yang keluar dari kamar ini. Ini adalah kamarku. Aku yang membayar kamar ini."


Tapi kemudian, Agam mendengar wanita itu menangis.


"Hik hik."


Wanita itu menangis sejadinya-jadinya.


"Kau tau, Si brengsek itu meninggalkan diriku. Dia berselingkuh dengan temanku sendiri."


"Dia memanfaatkan aku."


"Setelah Ayahku meninggal, dia meninggalkan aku. Dasar laki-laki brengsek." Wanita itu terus saja mengoceh.


"Jadi anda sedang mengalami putus cinta, begitu."


"Jones dong ya." Agam pun tertawa dengan recehnya. Dia tidak menyadari bahwa dia juga jones, bahkan lebih parah dari wanita itu. Hahaa.


Wanita mabuk itu kemudian bangkit lagi.


"Diam kau." Dia meneriaki seorang Agam, seorang pimpinan Perusahaan Manggala Grup dan seorang ketua mafia.


Agam hanya tertawa mendengar teriakkan itu.


Sepertinya dia adalah permainan yang menarik. Hahaa.


Dia meneriakiku, berani-beraninya dia.

__ADS_1


Entah kenapa di malam itu, Agam merasa terhibur dengan keberadaan wanita mabuk itu.


__ADS_2