TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
TPD2_


__ADS_3

Melati mengikuti Agam untuk masuk ke dalam kamar.


"Maksud kamu itu apa? "


Melati bertanya kepada Agam.


Namun pada saat itu Agam memilih untuk diam dan naik ke atas ranjang tempat tidur.


Lelaki itu memilih untuk tidur.


Melati hanya bisa menghela nafasnya dan pergi dari kamar itu.


Itu pun memilih untuk duduk di sofa.


Dia sangat mengutuki Agam, dia berfikir kenapa pria itu membawanya ke apartement. Hanya mereka berdua yang ada di apartement itu.


Tidak ada yang bisa dia dilakukan di apartement. Hingga akhirnya dirinya tertidur diatas sofa.


***


Silau-silau Melati terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba dirinya sudah berada di atas ranjang.


Dia begitu frustasi dan bangun.


"Rasanya tadi aku tidur di sofa, sekarang kenapa aku tidur di atas ranjang? Apa Agam memindahkan aku? "


Tiba-tiba pria itu muncul dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Kamu sudah bangun? "


"Mmm, apa kamu yang memindahkan aku ke atas ranjang?"


"Iya. "


Agam pun mengganti pakaiannya, dengan cepat Melati menutup matanya.


Dia tidak ingin melihat pemandangan fulgar itu.


"Apakah kamu tidak berniat untuk mandi? "

__ADS_1


Pertanyaan itu cukup membuat Melati tersentak.


"Iya, aku akan mandi sebentar lagi. "


Tiba-tiba saja handuk melayang ke kepala Melati.


"Mandilah, aku akan menunggumu di ruangan tamu. "


Melati dengan kesal mengambil handuk itu.


"Kenapa tidak sopan sekali sih?" Melati dengan terpaksa bangkit dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi.


Sedangkan di dapur, Agam memilih untuk memasak mie instan.


Dia ini adalah tipe laki-laki yang sangat menyukai mie instan.


"Rasanya sudah lama aku tidak memakan mie instan. "


"Ah, sekalian aku akan membuatkannya untuk Melati. "


"Jarang-jarang aku memasak, sekali memasak aku memasak untuk perempuan itu. "


Agam dengan lihai memasak di dapur apartemen.


"Seharusnya dia yang memasak untukku. Apakah dia tidak tau bagaimana tugas seorang istri?"


"Ah, wanita macam apa dia. "


Hingga kemudian Agam menyiapkan dua mangkok mie instan.


Tak lama kemudian Melati keluar dari kamar, dia mencium aroma mie instan.


Ternyata Melati ini juga pencinta mie instas guy.


Melati pun melihat Agam yang tengah sibuk menyajikan mie instan.


"Ternyata dia juga bisa beraktifitas di dapur. "


"Tapi semakin di lihat, dia semakin tampan ya."

__ADS_1


"Oh My God, apa yang aku bilang barusan? aku terpesona kepada dia, begitukah? "


"Jangan sampai ini terjadi, ini tidak boleh terjadi. "


"Tapi.... "


Agam pun melambaikan tangan kepada Melati.


"Kenapa dia cuman berdiri disitu? seharusnya dia membantu suaminya yang sedang kesusahan. "


Dia pun memberi kode agar Melati mendekati dirinya.


"Apa yang dia inginkan? "


Melati pun mendekati Agam.


"Apa? " Melati bertanya dengan juteknya.


"Kamu tidak ingin makan? "


"Aku sudah membuat mie instanmu."


"Malam ini kita makan ini saja. "


*Cih, buat apa kaya. Kalau makan aja masih mie instan. Dia tidak semewah yang aku kira ternyata. *


"Heh, jangan bengong. Kamu bawa makananmu sendiri. "


Agam membawa semangkok mie instan untuk dirinya sendiri dan pergi menuju meja makan. Dia terlihat seperti tidak sabar untuk menyantap semangkok mie instan favoritnya.


Melati pun dengan malas membawa semangkok mie untuk dirinya sendiri.


Dia memilih untuk duduk lesehan.


Agam hanya melihat gerak-gerik Melati.


*Seharusnya dia berinisiatif untuk membawakan aku mangkok ini. Tapi apa yang dia lakukan? Dasar laki-laki tidak peka, tidak romantis. * Melati memaki Agam di dalam hatinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2