
Melati dan Agam berpisah saat mereka tiba di depan kamar masing-masing.
Melati masuk ke dalam kamarnya dan Agam masuk ke dalam kamarnya.
"Ah sial. Seharusnya Melati masuk ke dalam kamarku. " Agam menendang ranjang tempat tidurnya.
Sedang Melati di dalam kamarnya memegang dadanya sendiri.
"Oh Tuhan, kenapa jantungku berdetak begitu kencang. "
"Aku seperti akan terkena serangan jantung saja. "
"Huf. "
Melati menghela nafasnya dengan panjang.
"Aku harus mengganti pakaianku dengan cepat. Aku tidak ingin sifat manisnya berubah menjadi srigala. "
Melati dengan cepat membuka lemarinya.
"Eih, mana pakaian yang ada disini? "
Lalu Melati melihat sekitarnya. Ada sebuah pakaian yang berwarna nevy di atas ranjangnya.
"Apa dia menyuruhku untuk memakai pakaian ini? "
Melati melihat gaun itu.
"Wah, gaun ini sangat bagus. Aku menyukainya. " Melati melihat dirinya di pantulan cermin dan kemudian dia mengganti pakaiannya.
sedangkan di dalam kamar, Agam memakai pakaian santai.
"Orang-orang akan berbulan madu keluar negeri. Tapi aku akan berbulan madu di apartemenku. "
"Aku harap Melati akan mengerti. Dia akan menjadi milikku seutuhnya. "
Agam melihat wajahnya di pantulan cermin.
***
Sepasang suami istri itu serentak keluar dari kamarnya masing-masing.
Bibi dan beberapa pelayan menghampiri mereka.
Melati sudah menyeret kopernya sedangkan Agam membiarkan kopernya tetap berada di dalam kamar.
__ADS_1
"Koperku di dalam kamar. "
"Bawakan ke bawah. "
"Dan sekalian koper istriku. "
Agam memberi kode seakan-akan Melati berhenti memegang kopernya. Kode itu menyiratkan, biarkan para pelayan yang membawanya, kau jangan membawanya. Pelayan itu di gaji untuk melakukan hal itu.
Agam kemudian mendekati Melati. Dia menggenggam tangan Melati.
Kemudian Melati berbisik ke telinga Agam.
"Kamu kenapa? ingat jangan menyentuhku. Aku ini cuman istri bayaranmu. "
"Siapa bilang? " Agam membalas bisikan Melati.
"Jangan pura-pura amnesia ya, aku akan membunuhmu jika kamu berani menyentuhku. "
"Membunuhku? " Agam hanya tertawa.
"Hahaa. "
*Ada apa sih dengan pria ini? menyebalkan. *
Sedangkan para pelayan yang melayani mereka tersenyum malu memperhatikan sepasang suami istri itu.
"Iya, aku juga berpikiran seperti itu. "
"Hei, Tuan Agam pasti sangat seksi di ranjang. "
"Iya, aku juga berpemikiran seperti itu. "
Bibi yang mendengar perbincangan para pelayan mendehem.
"Hmm, hmmmm. "
Seketika para pelayan yang bergosip itu diam.
"Kalian di gaji disini untuk bekerja, bukan untuk bergosip. "
"Lakukan saja pekerjaan kalian. "
"Maafkan kami Bibi. "
Yah, wanita yang merupakan kepala pelayan di rumah Agam itu di panggil dengan Bibi. Tidak ada yang tau siapa nama dari Bibi itu, yang jelas dirinya di panggil dengan sebutan Bibi saja.
__ADS_1
Baik oleh Agam, maupun para pelayan lainnya.
Para pelayan membawa koper itu hingga ke mobil. lalu memasukkan beberapa koper itu ke dalam garasi mobil.
Bibi memeriksa semuanya.
"Ini sudah ok. Terima kasih kerja keras kalian. "
"Iya Bi. " Para pelayan membungkukkan badan kepada Bibi bertanda dia sangat menghormati sang bibi.
Lalu Agam dan Melati hendak masuk ke dalam mobil.
"Kamu masuk duluan Melati. "
"Baiklah. "
Awalnya Melati membuka pintu belakang, lalu dengan cepat Agam menutup pintu itu.
"Kamu kira saya ini supir? duduk di depan. "
"Baiklah. "
*Ternyata pria ini garang juga ya. *
"Bagaimana Bi? sudah lengkap kan? "
"Sudah Tuan. "
"Hati-hati di jalan. "
"Iya, terima kasih Bi. "
Agam pun bergegas memasuki mobil.
Kali ini tidak ada sekretaris ataupun supir yang membawa mobilnya.
Dia sekarang membawa mobil itu sendirian. Karena dia ingin memperlihatkan sisi bertanggung jawabnya kepada Melati.
Dia ingin terlihat seperti suami yang sangat bertanggung jawab kepada istrinya.
Ya iyalah, menurutnya ketua geng dan pemimpin perusahaan seperti dirinya harus bisa melakukan semuanya tanpa bantuan pengawal atau pun supirnya.
Apalagi untuk beberapa minggu ke depan, dia akan berlagak sedang pergi keluar negeri. Padahal hanya pergi keapartemennya saja. Hal itu dia lakukan untuk menjaga privasi hidupnya.
Dia akan menghabiskan waktunya hanya untuk istrinya seorang untuk beberapa minggu ke depan. Dia akan hilang dari peredaran perusahaan untuk sementara waktu.
__ADS_1
Tapi jangan salah, dia tetap melakukan pemantauan diam-diam. Makanya dia tidak pergi menjauh dari perusahaan dan markasnya.
Bersambung....