TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
kisah ending


__ADS_3

Adam dan Lisa pun menikah. mereka berdua memutuskan untuk tinggal di sebuah perdesaan yang lumayan jauh dari perkotaan dengan membawa kedua anak mereka.


Bagaimana dengan Merry Gunawan dan Tika Gunawan?


Mereka bangkrut dan jatuh miskin setelah kepergian Arkan Gunawan. Merry Gunawan pun menjadi wanita pemabuk. Ia meninggal dunia dengan seorang pria karena tertabrak oleh mobil, yang mana mobil itu kabur entah kemana.


Sementara Tika, ia mengetahui bahwa dia bukanlah anak kandung Merry Gunawan dan Arkan Gunawan setelah Bi Dewi yang dulu Asistent rumah tangga mereka datang ke kontrakkannya.


Bi Dewi mengatakan bahwa Tika Gunawan adalah putrinya. Sedangkan ayahnya bukanlah Arkan Gunawan tetapi Aska yang merupakan selingkuhannya Merry Gunawan, selingkuhan majikannya sendiri.


Disitu terbongkarlah bahwa Aska telah memperkosa Bi Dewi, saat Merry dan Arkan tidak berada di rumah. Setelah itu, Aska menyuruh Merry merawat anaknya sendiri sebagai pengganti bayi Merry yang meninggal dunia setelah beberapa hari di lahirkan.


Merry tidak pernah tahu bahwa Tika adalah hasil hubungan gelap selingkuhannya dengan Asistent rumah tangganya. Ia hanya menganggap bahwa Tika adalah anak yang di jadikan sebagai pengganti anaknya yang telah meninggal dunia.


Disitu terbongkarlah bahwa Kirana bukanlah anak dari Arkan Gunawan, melainkan dia adalah anak dari Aska yang merupakan selingkuhan Merry.


Jadi bisa disimpulkan bahwa Kirana dan Tika merupakan saudara satu ayah tetapi beda Ibu.


Semenjak saat itu, Tika pun tinggal bersama Bi Dewi yang merupakan Ibu Kandungnya.


Dan disini bisa diketahui bahwa pria yang ikut tertabrak mobil bersama Merry adalah Aska yang merupakan ayah kandung Tika dan Kirana.


Lalu bagaimana keadaan Kirana?


Apakah dia sudah sadar dari komanya?


Kirana sudah sadar dari komanya, tetapi akibat kecelakaan itu dia harus selalu terapi secara rutin agar bisa kembali jalan seperti semula.


Sedangkan Rivaldo, ia tetap setia mendampingi Kirana dan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Kirana. Mardy dan Sarah sebagai orangtua Rivaldo, mereka selalu mendukung dan menghargai keputusan anaknya.


Semenjak Kirana mengalami kecelakaan, dan saat mendengar Ibunya Kirana meninggal karena kecelakaan, Orangtua Rivaldo sangat bersimpati kepada Kirana. Ditambah, mereka sudah mengetahui yang sebenarnya bahwa Kirana bukanlah anak kandung dari Arkan.


Disitu setidaknya mereka mengetahui bahwa Kirana masih memiliki saudara yang sedarah yaitu Tika, meskipun mereka memiliki ibu yang berbeda.


Bagaimana dengan Agam dan Marbela yang merupakan Saudara dan Ibu Tirinya Adam?


Saat ini, Agam menjadi Pimpinan Perusahaan Manggala Grup dan menjadi Ketua Gengster Cosa Lion.


Sedangkan Ibunya, terus mendampingi Agam dan memberikan nasehat serta masukan kepada anaknya mengenai perusahaan dan keputusan dalam gengster.


Sesekali, marbela juga menjenguk Adam dan Keluarga Kecilnya. Marbela ikut merasa bahagia setelah melihat kebahagiaan dan keharmonisan Keluarga Kecil Adam. Ia ikut merasa senang melihat Adam yang sudah jauh berubah. Saat ini Adam terlihat lebih bahagia dan lebih santai setelah menikah dengan Lisa.


" Ibu, kami pergi. " Alis berteriak ketika hendak memasuki mobil Ayahnya.


Hari ini, mereka berdua pergi ke sekolah diantar oleh Ayah mereka.


"Kalian siap? "


"Siap Ayah. " Mereka berdua serentak mengatakan kata itu.


Adam melihat kebelakang dan kesampingnya.


"Ok, kita meluncur. " Adam pun menghidupkan mesin mobilnya, dan kemudia mulai menjalankan mobilnya.


" Jimmy, apakah pemilik yayasannya sudah kembali dari luar negeri? " Adam bertanya kepada Jimmy yang berada di sampingnya. Hari ini yang duduk di depan adalah Jimmy, karena mereka selalu bergantian untuk duduk di depan.


"Aku dengar sudah, Ayah. Kenapa Ayah selalu menanyakan Pemilik Yayasan? " Jimmy bertanya kepada Ayahnya.


"Anak kecil tidak perlu tahu urusan orang dewasa. " Adam mengelus rambut milik Jimmy.


Sedangkan Alis, ia tengah sibuk dengan buku ceritanya.


Tak beberapa lama kemudian, mereka pun sampai disekolah. Jimmy dan Alis pun keluar dari mobil.


"Jangan lupa jemput kami jam 12.00 Ayah, jangan sampai telat. " Alis memberi perintah kepada Ayahnya.


Bicah itu berlari masuk melewati gerbang sekolah.


"Ah, bocah itu. " Adam pun tersenyum tipis dan kembali menjalankan mobilnya.


Saat ini, Adam dan Lisa memiliki sebuah glosir stok kebutuhan sehari-hari terbesar di desa itu. Setiap hari, Adam, Lisa dan beberapa karyawan selalu sibuk melayani beberapa pembeli yang membeli stok kebutuhan sehari-hari dalam skala besar.


"Sayang, ini sudah jam 11.45" Lisa memperlihatkan jam tangannya kepada Adam.

__ADS_1


"Makasih Sayang. " Adam memberikan senyuman kecil kepada lisa dan mengambil kunci mobilnya.


Setelah itu, Lisa kembali kekasir dan membantu karyawannya.


Setelah menjemput Jimmy dan Alis, biasanya kebua bocah itu akan bermain di dalam kantor milik Adam yang tersembunyi di glosir itu. Mereka bermain bahkan mengerjakan PR sembari menunggu Ayah dan Ibunya yang tengah sibuk bekerja.


"Jimmy, ganti bajumu" Alis melemparkan sepasang pakaian ke wajah saudara laki-lakinya.


"Ah, bocah ini bawel seperti Ibu. " Jimmy pun pergi untuk mengganti pakaian.


"Desa ini sudah banyak berubah. " Seorang lelali tua berbicara sembari melihat pemandangan desa yang masih asri.


"Huh, sudah ada glosir? "


"Sudah Tuan, glosir itu sudah 2 tahun beroperasi. Saat ini, glosir itu merupakan glosir terbesar di desa ini.


"Kita berhenti disini. "


"Baik Tuan. "


Mobil itu berhenti tepat di seberang glosir itu. Sedangkan mobil yang mengiringi mobil itu juga berhenti tepat di belakang mobil itu.


Salah satu wanita, keluar dari mobil yang dibelakang setelah menerima pesan dari ponselnya.


Wanita itu tampak memesan beberapa stok sehari-hari dengan jumlah yang lumayan banyak. Ia menyuruh pesanan itu untuk diantar saja ke alamat yang dia berikan. Lalu wanita itu pergi dari glosir dan kembali masuk ke dalam mobil.


2 setengah jam kemudian.


Adam,Lisa, 2 orang karyawan beserta 2 anak mereka sampai di alamat itu.


"Rumahnya besar. "


"Seperti rumah kerajaan." Alis sangat antusias melihat rumah besar yang ada di depan matanya.


"Berhentilah bicara. Kau norak. " Jimmy begitu kesal melihat tingkah adiknya.


Perkataan itu, cukup membuat Alis kesal dan menampilkan wajah cemberut.


Tiba-tiba dua orang pria dan satu orang wanita yang memesan tadi menghampiri mereka.


"Letakan langsung ke gudang dapur saja, Bu. " Wanita muda itu berbicara kepada Lisa.


"Ok. " Hanya itu yang keluar dari mulut Lisa.


Ketika pengangkutan yang terakhir, tiba-tiba lelaki tua yang memangkai tongkat sudah berdiri di depan pintu dapur.


Adam yang baru keluar dari gudang dapur sangat terkejut melihat lelaki tua itu.


"Kau begitu terkejut. "


"Morgan Tama William. " Adam berbicara didalam hatinya.


"Apa kau terkejut melihat aku sudah tua? "


"Ah, kau sudah dewasa Tuan Manggala Muda. "


Adam berusaha bersikap tenang meskipun saat ini dia sangag terkejut dengan apa yang dia lihat.


Tiba-tiba Lisa dan dua anaknya keluar dari gudang dapur, yang kemudian di iringi dua karyawan beserta 2 pria dan satu wanita yang membantu mengarahkan mereka.


"Ayah, semuanya sudah selesai. "


"Bisakah kau jangan Cerewet Alis. " Jimmy terlihat kesal kepada Alis.


"Sudahlah anak-anak, jangan berisik lagi. Ibu sedang tidak ingin marah-marah. "


"Kau rupanya sudah berkeluarga dan memiliki anak yang sangat lucu-lucu. "


"Lihat, mereka sudah besar dan sangat mirip dengan wajahmu. "


Adam tersenyum kaku. Ia berusaha bersikap rileks.


"Kemarilah, siapa namamu? " Kakek tua itu menunjuk Jimmy.

__ADS_1


"Namanya Jimmy. "


"Nona kecil itu? " Kakek tua itu menunjuk Alis.


"Namanya Alisya. bisa di panggil Alis. "


Tetapi kedua bocah itu terlihat kebingungan dengan apa yang mereka lihat. Di tambah ekspresi Ayah Mereka begitu kaku dan tegang.


"Kau memiliki istri yang sangat cantik, wajahnya mengingatkanku dengan wajah seseorang."


"Mengingatkanmu dengan wajah Nyonya Andini William."


"Dia adalah putrinya. "


Mendengar kata itu, kakek tua itu sangat terkejut.


Matanya mulai berlinangan air mata.


"Perlu kamu ketahui Sayang, Kakek tua ini adalah Morgan Tama William. Beliau adalah saudara kembar Ibumu. Beliau pamanmu dan beliau adalah kakek kalian. " Adam berlinangan air mata setelah menjelaskan semuanya.


Lisa, Jimmy, dan Alis berlari kearah Morga. Mereka semua memeluknya. Pertemuan mereka berlangsung seperti itu.


Bagaimana kabar Keponakan Caroline Bastian yang mengambil semua aset pemberian Caroline dari Lisa?


"Aku.. tidak... ingin... lumpuh"


Dia membuang makanan yang berada diatas nakas, yang bertepatan di sebelah tempat tidurnya.


"Apakah dengan membunuhku kau merasa bahagia? " Itu adalah ucapan Tommy yang merupakan Putra Lisa dan Adam sebelum dia meninggal dunia.


Bayangkan itu selalu muncul di benaknya saat dia berada di keterpurukan.


"Tidak, aku tidak bahagia. Aku dipenuhi rasa bersalah. " Dia menjawab pertanyaan itu didalam hatinya.


"Buat apa aku mempunyai semuanya, jika aku lumpuh dan tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa terbaring lemah di ruangan ini dan hanya di atas ranjang ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan. " Dia pun meneteskan air mata penyesalannya.


Bagaimana dengan Pak Toni, Bi Minah dan Pak Karman?


Pak Toni membuka sebuah restoran yang dibantu oleh Bi Minah dan Pak Karman sebagai orang kepercayaannya. Setiap hari, restoran itu tidak pernah sepi oleh para pelanggan.


Bagaimana dengan Dhani yang merupakan mantan sekretaris Arkan?


Dhani sekarang membuka sebuah Kantor Notaris dan sudah memiliki beberapa karyawan.


Bagaimana dengan Fandy yang merupakan Sekretaris Rivaldo dulu?


Fandy akhirnya dipecat oleh Rivaldo karena dia terbukti telah mengkorupsi uang Perusahaan RB Grup.


Dia pun di narapidanakan oleh Rivaldo. Saat ini dia berada didalam penjara dan sedang menjalani hukumannya.


Bagaimana dengan Baron Roger yang merupakan saudara dari Camila Roger?


Setelah di penjara karena menusuk Tommy, ia pun kembali menjadi Pimpinan atau Ketua dari Gengster Salvador Black R.


Saat ini, gengster yang mereka takuti adalah Gengster Blue Sky Pitaloka karena mereka meliki aset yang sangat banyak dan di tambah lagi gengster itu bekerja sama dengan Gengster Cosa Lion yang saat ini dipimpin oleh Agam.


Sedangkan yang membuat dia terkejut, Gengster Blue Sky Pitaloka di pimpin oleh Lisa dan di wakili oleh Adam.


Hal itulah yang membuat Baron sangat ketakutan di tambah dia diliputi rasa bersalah, karna dia menyangka Tommy meninggal dunia karna dirinya.


Oh ya, ternyata Camila yang merupakan istri pertama Adan yang telah meninggal dunia adalah anak pungut dari Keluarga Roger. Mereka mengambil Camila dari sebuah panti asuhan yang berada di eropa.


Mereka semua merahasiakan itu supaya bisa menyatukan Keluarga Roger dengan Keluarga Manggala. Mereka berniat, dengan bersatunya Keluarga Roger dan Keluarga Manggala mereka bisa menyerang gengster Blue Sky Pitaloka dan menghancurkan mereka. Tetapi kenyataannya sekarang berbeda, Gengster Blue Sky Pitaloka dan Gengster Cosa Lion bersatu dan seakan bisa saja menghancurkan kekuasaan Keluarga Roger. Ibarat senjata memakan tuan.


"Aku rindu kamu. " Baron mencium foto Camila yang memakai pakaian seksi.


"Aku rindu sentuhanmu. "


Ternyata selama ini, Camila telah berselingkuh dengan Baron. Camila memuaskan nafsunya dengan Baron karena dia tidak pernah mendapatkan pelayanan dari Adam.


Tapi lain dengan Baron, dia sangat mencintai Camila.


NOVEL INI SELESAI....

__ADS_1


__ADS_2