
Dimalam harinya, Melati masuk ke dalam kamar dengan mengendap-endap.
Agam yang duduk selonjoran di atas ranjang sambil menyandar ke sandaran ranjang tentu saja mengetahui bahwa itu adalah Melati.
"Kenapa harus mengendap-endap? " Agam bertanya kepada Melati sambil menutup buku yang sedang dia baca.
"Ak akuu. " Melati tiba-tiba saja gugup.
"Bagaimana yang tadi siang? Kamu menyetujuinya. "
"Aku mau saja, tapi bisakah di tunda. "
"Di tunda? "
Agam semakin tajam menatap Melati yang masih berdiri lurus di dekat pintu.
Wanita itu melangkah beberapa langkah dan berhenti.
"Aku masih belum siap dengan semuanya."
"Tolong mengerti Agam. "
"Belum siap gimana? aku menikahimu secara sah. Kamu sekarang istriku, apakah aku perlu menjelaskan apa kewajiban seorang istri? "
Sekarang ini wajah Agam sangat serius.
"Aku tau kewajibanku, tapi.... " Perkataan Melati di potong oleh Agam.
"Mengertilah Melati, Ibuku hanya menginginkan seorang cucu. Tolong kerja samanya. Pembuatannya sangat sebentar. "
*Cih, sebentar katanya. *
"Apakah kamu menolak?"
"Aku tidak menolak, tapi tolong beri aku waktu Agam. "
"Waktu apa? "
"Waktu untuk melakukan itu. "
"Hahaa, kamu takut ? atau kamu sudah pernah melakukannya? "
"Ha? "
"Sudah ku duga, kamu sudah pernah melakukannya. "
"Hei, jaga mulutmu. Aku ini masih perawan. "
"Benarkah? sini aku coba. "
__ADS_1
"Kamu ya. " Melati membalikkan badannya.
*Laki-laki ini benar-benar menguji kesabaranku. *
"Apa kamu malu? kalau begitu aku akan membuka bajuku. "
"Apa? " Melati berbalik dan lelaki itu membuka baju kausnya.
"Aku belum siap melakukannya. "
"Kalau begitu aku akan membuat kamu siap melakukannya. "
"Hei. " Suara Melati agak berteriak.
Agam dengan nafsunya bangkit dari tempat tidur dan mulai menarik Melati ke atas ranjang.
Agam dengan sekejap mata sudah berada di atas Melati dan mengunci pergerakan Melati.
Hingga ritual malam pertama pun berhasil di lakukan. Meskipun kemudian Melati menangis.
Tapi tak lama kemudian perempuan itu tertidur di pelukan suaminya.
Kata terakhir sebelum dia tertidur adalah mengatakan Agam laki-laki yang sangat jahat. Dia tidak akan memaafkan lelaki itu karena si lelaki itu sudah berani-beraninya menonai dirinya.
"Kau jahat Agam. "
"Aku membencimu. "
Tapi bukannya sadar akan kesalahannya, Agam malah tersenyum dan bahkan tertawa mendengarkan ucapan itu.
"Aku berhak melakukan apapun kepadamu, karna kamu itu milikku. Kamu istriku. "
Agam pun memeluk wanita itu dengan erat.
***
Dipagi hari keduanya terbangun dengan kondisi tubuh tanpa ada helain benang sedikit pun di tubuh mereka. Hanya ada selimut yang menutup tubuh polos mereka itu.
Agam terbangun lebih dulu dari pada Melati.
Namun bukannya beranjak dari tempat tidur, lelaki itu malah kembali menggempur Melati.
"Kamu ngapain? "
"Menurutmu?" Agam tengah asik dengan kedua gunung milik Melati.
"Ukuranmu lumayan juga ya, aku suka. "
"Dasar mesum. "
__ADS_1
"Aku tidak mesum, aku melakukannya kepada istriku. Kamu adalah istriku, jadi setiap inci tubuhmu adalah milikku. "
Melati hanya memutar bola matanya ke atas.
Tapi kemudian mulutnya malah di sambar oleh mulut Agam. Yang membuat mereka kembali bergulat di pagi itu.
***
Setelah ritual itu di lakukan. Melati dengan tubuh sempoyongan mandi lebih dulu dari Agam. Karena dia ingin menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Kini Melati sudah berpakaian dan dandan setipis mungkin. Lalu wanita itu berdiri di depan kamar mandi.
"Agam, kalau kita pesan makanan dari luar aja gimana? " Melati sedikit berteriak di depan pintu kamar mandi.
"Ok. "
"Kamu mau makan apa? "
"Apa? "
Melati kembali menaikkan volume suaranya.
"Kamu mau makan apa Agam? "
"Terserah kamu aja. "
"Baiklah kalau gitu. "
Melati pun memesan dua porsi nasi goreng dan beberapa potong chicken.
"Katanya kan terserah aku aja. "
"Oh ya, pesan sayur juga deh. Aku mau makan capcay. "
Beberapa porsi makanan sudah di pesan oleh Melati.
Tiga puluh menit kemudian, makanan yang dipesan oleh Melati sudah sampai.
Wanita itu dengan cepat menyajikannya di meja makan.
Hingga di pagi itu mereka menyantap makanan mereka masing-masing dengan kondisi yang agak canggung.
"Gimana itu kamu? Tadi aku melihat bercak darah di kasur. "
"Kamu nggak berniat mengganti seprei?"
"Atau sengaja ingin memamerkan seprei itu kepadaku? "
"Hah? " Melati agak terkejut mendengar ocehan Agam.
__ADS_1
*Memamerkan katanya? *
Bersambung....