TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Lisa menjenguk Tommy


__ADS_3

Lisa dan Bi Minah sudah sampai di rumah sakit. Mereka berdua di sambut oleh Ucok dan Irvan sebelum memasuki ruangan VIP.


"Apakah Tommy sudah bangun? " Lisa bertanya kepada Ucok dan Irfan.


"Sepertinya belum Nona. " Irfan mewakili Ucok untuk menjawab pertanyaan.


"Oh, semoga Tommy baik-baik saja. " Lisa berbicara di dalam hatinya dan menghela nafasnya panjang-panjang. Lalu Lisa kembali menatap kedua pengawal itu.


"Dimana Agam? " Lisa bertanya kepada kedua pengawal itu.


"Tuan Agam ada di dalam Nona. " Irvan kembali menjawab pertanyaan Lisa.


"Apakah kalian berdua sudah tidur? " Lisa menatap kedua Pengawal Agam yang seperti kelelahan.


"Belum Nona. " Ucok kali ini menjawab pertanyaan Lisa.


"Tapi sebentar lagi, akan ada pengawal lain yang akan menggantikan kami Nona." Irfan menambah perkataan Ucok.


"Baiklah, terima kasih telah ikut menjaga anak saya. Ini makanan untuk kalian." Lisa memberikan sebuah rantang makanan kepada mereka berdua.


"Ambillah. " Lisa meletakkannya di sebuah kursi.


"Kalian belum makan kan? " Lisa bertanya kepada Ucok dan Irfan.


"Belum Nona. " Mereka berdua serentak menjawabnya.


"Oh ya, saya lupa bertanya. Nama kalian berdua siapa? " Lisa kembali bertanya kepada dua pria yang ada di hadapannya.


"Nama saya Ucok Nona. " Ucok membungkukkan badan kepada Lisa.


"Nama saya Irfan Nona. " Irfan juga ikut membungkukkan badannya kepada Lisa.


"Tidak usah membungkukkan badan seperti itu." Lisa melarang Ucok dan Irvan untuk membungkukkan badan kepadanya.


"Berapa umurmu Ucok? " Lisa bertanya kepada Ucok.

__ADS_1


"Umur saya 27 tahun Nona. " Ucok dengan malu-malu menjawab pertanyaan Lisa.


"Kalau kamu Irvan?" Lisa bertanya kepada Irvan.


"Saya hampir sama dengan Ucok Nona. " Irvan hanya menundukkan kepala karena malu menatap mata Lisa.


"Hmp, sepertinya kalian berdua cuman tua setahun dari saya. " Lisa meninggalkan mereka dan langsung masuk ke dalam kamar anaknya.


"Permisi Tuan. " Bi Minah meminta izin kepada Ucok dan Irvan, kemudian mengikuti Lisa dari belakang.


"Mana Agam?. " Lisa melihat setiap sisi yang ada di ruangan itu.


"Ah, mungkin dia sedang berada di kamar mandi. " Lisa berbicara sendirian.


Lisa pun melangkahkan kaki mendekati anaknya yang masih terbaring di tempat tidur.


"Sayang. " Lisa mencium kening Tommy.


Tiba-tiba suara seorang laki-laki mengagetkan Lisa.


Lisa dan Bibi melihat ke arah sumber suara.


"Agam, kamu dari mana saja? " Lisa berbasa basi bertanya kepada Agam.


"Aku dari kamar mandi. " Agam melihat ke arah rantang yang di bawa oleh Bi Minah.


"Apakah itu untukku? " Agam menunjuk rantang dan melihat ke arah Lisa.


"Iya, kamu belum makankan? " Lisa mengambil rantang yang di bawa Bi Minah dan menyerahkannya kepada Agam.


"Ya, tentu saja belum. " Agam menerima rantang tersebut. Ia pun menikmati makanan itu dengan lahap.


....


Kejadian di masa lalu.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah makan? " seorang Gadis Munggil bertanya kepada Agam.


"Belum. " Agam hanya menjawab sepatah kata.


Gadis Munggil itu memotong kuenya dan memberikan sebagian kuenya kepada Adam.


"Ini, makanlah. " Gadis Mungil yang bernama Lili itu menyuruh Agam untuk memakannya.


"Benarkah. Terima kasih. " Agam dengan bahagia menerima kue itu.


"Namamu siapa? " Agam bertanya kepada Lili.


"Namaku Lili." Lili menyantap rotinya tanpa bertanya lagi kepada Agam.


"Dia cantik dan baik sekali. " Agam berbicara di dalam hatinya sambil menatap Lili yang sedang memakan roti.


Tak lama kemudian, Lili di jemput oleh Ibunya.


"Ayo kita pulang sayang. " Dhini yang merupakan Ibu Lili mengajak Lili untuk pulang.


"Ibuku sudah menjemput, aku pulang dulu ya. " Lili pun pergi meninggalkan Agam.


"Hei, kau belum tau siapa namaku. " Agam berteriak ke arah Lili, namun tidak ada jawaban dari Lili.


"Dari dulu sampai sekarang sifatmu masih sama Lili, kau tetap saja memberiku sebuah makanan. " Agam memanggil Lisa dengan panggilan Lili. Ia terus saja menatap Lisa yang sedang berada di dekat anaknya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan koment ya.


Oh ya, tulisan pendapat dan saran kamu tentang novel ini di kolom komentar.


Terima kasih.


#SalamdariAutor.

__ADS_1


__ADS_2