
Adam dan Sekretarisnya yang bernama Arsena sedang berada di sebuah mobil.
Saat itu Arsena melaporkan sesuatu kepada Tuannya.
"Maaf Tuan, saya mempunyai informasi untuk Tuan. " Arsena memulai pembicaraan kepada Tuannya.
"Katakan, apa itu? " Adam menyuruh Sekretarisnya untuk menyampaikan informasi tersebut.
"Saya melihat Geng dari Salvador Black R sedang melakukan pergerakan untuk menyerang kita Tuan. Mereka menyangka, kita telah merencanakan pembunuhan Nyonya Camilla dengan menyebabkan Nyonya Camilla kecelakaan. Mereka berfikir kita telah bekerja sama dengan Geng Blue Sky Pitaloka untuk menjatuhkan mereka. Tuan tau kan, Lisa Bastian itu sebenarnya adalah Lili Gunawan dan apabila di lihat dari daftar Geng Blue Sky Pitaloka, Lili Gunawan adalah Lili William. Dia merupakan cucu dari Nupo William. Di tambah Tuan Adam dikira berselingkuh dengan Nona Lisa sehingga mempunyai tiga orang anak. Tuan Muda Agam semakin memperkeruh suasana ini dengan memasukan Baron Roger ke dalam penjara. Mereka tidak memikirkan insiden penembakan itu, mereka hanya berpikir bahwa kita telah menghianati mereka. " Arsena mulai menjelaskan kepada Tuannya.
"Hah, kenapa mereka berpikiran seperti itu? pikiran mereka sempit sekali." Adam tertawa kecil namun tatapannya begitu tajam.
"Sekarang ini kita mau kemana Tuan? ke markas atau ke kantor? " Arsena bertanya kepada Tuannya.
"Kita ke kantor dulu, ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. "
"Baiklah Tuan. "
"Pak supir, kita pergi ke kantor. " Arsena memberi perintah kepada Sang Supir.
"Aku sudah mendengarnya, kenapa kau harus bicara dua kali sih?" Sang supir berbicara di dalam hatinya, kemudian membelokan mobil ke kiri untuk pergi menuju kantor.
.....
Kejadian di masa lalu.
Saat itu Adam sedang mengejek gadis kecil yang badannya lumayan mungil.
"Hai Gadis Mungil, apa yang sedang kau lakukan? " Adam bertanya kepada Gadis Mungil itu.
"Apa kau buta? aku sedang mengepang rambutku. " Gadis Mungil yang bernama Lili itu tetap melanjutkan aktivitasnya.
Tiba-tiba Adam mengambil ikat rambut milik Lili.
"Hei, kembalikan ikat rambutku. " Lili meminta kembali ikat rambutnya kepada Adam.
"Coba kau ambil kalau bisa. " Adam berlari menjauhi Lili.
"Kau menantangku ya?" Lili terlihat begitu kesal. Dia pun mengejar Adam. Saat itu rambut yang dikepang oleh Lili terlepas kembali dan Rambut itu terurai begitu panjang.
"Kau laki-laki jahat, laki-laki yang cuman berani menghadapi wanita. " Lili terus berlari sambil mengucapkan kata hinaan kepada Adam.
Tiba-tiba Lili tersandung oleh batu yang membuat dirinya terjatuh.
"Auh, aku terjatuh. " Lili mengeluh kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Karena melihat Lili terjatuh, Adam berlari mendekati Lili.
"Apakah itu menyakitkan? " Adam bertanya kepada Lili.
"Kau masih bertanya? kau bodoh. " Lili memaki Adam.
Kemudian Lili berdiri dan merebut ikat rambutnya.
"Hei, kau curang sekali Gadis Mungil. " Adam tertipu oleh Lili.
"Curang atau tidaknya, yang terpenting aku mendapatkan kembali ikat rambutku. " Lili langsung mengikat rambutnya yang panjang.
Namun Adam berniat mengambil ikat rambut itu kembali. Dengan cepat Lili menyingkirkan tangan Adam.
"Wow, kau cepat sekali rupanya. " Adam memuji Lili.
Namun Lili menatap Adam dengan tajam.
"Kau rupanya ingin coba-coba denganku. " Lili langsung memukul Adam, tetapi Adam dengan cepat menangkis pukulan Lili.
"Tidak semudah itu Gadis Kecil. " Adam tersenyum sinis.
"Jangan panggil aku Gadis Kecil, aku pastikan kau akan menyesal. " Lili kembali menyerang Adam.
Selama beberapa saat Lili menyerang Adam bertubi-tubi namun Adam tetap saja bertahan dan berhasil menangkis serangan Lisa.
Tak berselang waktu lama, Lili berhasil tepat sasaran. Hal itu membuat Adam terjatuh dan dengan cepat Lili berhasil memukuli wajah Adam.
"Ini untuk kau yang telah mengganggu wanita."
"Dan ini untuk kau yang telah memanggilku Gadis kecil. " Pukulan itu bertubi-tubi mendarat di wajah Adam.
Tiba-tiba Nupo William yang merupakan Kakek Lili datang.
"Lili, hentikan itu. "
"Kau bisa saja melukai bahkan membunuhnya. " Dengan cepat Nupo William menggendong Lili.
"Biarkan saja Kakek. Dia telah menggangguku. " Lili berusaha memberontak.
Damag yang datang bersama Nupo tampak bangga kepada Lili. Damag Liu Manggala menatap ke arah cucunya dan menertawakan cucunya yang berhasil di pukuli oleh seorang wanita, yang mana wanita itu adalah cucu dari teman sepeguruannya sendiri.
"Maafkan aku Damag. " Nupo meminta maaf kepada Damag.
"Tidak apa-apa, sepertinya cucuku memang pantas mendapatkannya. " Damag terus saja menertawakan cucunya.
__ADS_1
"Kakek jahat sekali, kenapa tidak memarahi Gadis Mungil itu. Dia hampir saja menghancurkan wajah tampanku, bahkan dia hampir saja membunuhku. " Adam mengeluh kepada Kakeknya.
"Apa yang kau lakukan? hahaa, kenapa kau di pukul oleh Lili? " Damag bertanya kepada cucunya.
"Aku mengambil ikat rambutnya, supaya dia tidak mengikat rambutnya. " Adam menatap kakeknya.
"Apa maksud kau? " Lili dari seberang sana tampak geram melihat Adam.
"Aku rasa kau lebih cantik menguraikan rambutmu dari pada mengikat rambutmu Gadis Kecil. Aku hanya ingin kau menguraikan rambutmu, itu saja. " Adam dengan tatapan rasa bersalah menatap ke arah Lili.
Saat itu Damag dan Nupo saling bertatap-tatapan.
"Tuan, kita sudah sampai. " Arsena membuyarkan Tuannya yang sedang melamun.
"Ah, kita sudah sampai rupanya." Adam merapikan jasnya.
Dengan cepat Arsena keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Tuannya.
Adam pun keluar dari mobil dan Mereka berdua masuk ke dalam perusahaan.
....
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan Adam." Lisa mencoba mengingat masa lalunya.
"Ah, tapi di mana ya? " Lisa bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
Tiba-tiba Bi Minah mengagetkan Lisa.
"Nona Lisa ini sudah selesai. "
"Nona, " Bi Minah memegang tangan Lisa.
"Ah, ya Bi. Mari kita pergi. " Lisa membantu Bi Minah membawakan rantang makanan untuk Agam dan kedua pengawalnya.
Bi Minah pun mengikuti Lisa dari belakang.
"Apakah Nona Lisa sedang memikirkan sesuatu? tampaknya yang di pikirkan Nona Lisa begitu serius. " Bi Minah berbicara di dalam hatinya sambil menatap punggung Lisa dari belakang.
"Ah, sudahlah itu urusan Nona Lisa. Aku tidak boleh ikut campur. " Bi Minah berusaha menyingkirkan rasa ingin tahunya.
Bersambung...
Jangan lupa Like dan Koment ya. Sekalian coba berikan masukan dan sarannya buat novel ini.
terima kasih guys.
__ADS_1
#Salamdariautor