
"Apakah kamu sudah tidur Lisa? " Adam bertanya kepada Lisa.
"Belum. Ada apa? " Lisa bertanya kepada Adam.
"Aku bertanya, bagaimana cara kamu membesarkan mereka bertiga. Kamu dapat uang dari mana?" Adam sedikit penasaran.
"Aku di bantu oleh Nyonya Caroline. Aku belajar banyak hal setelah di kirim oleh Nyonya Caroline ke luar negeri. Saat itu, aku belajar musik, menulis dan kemudian merintis usaha kecilan seperti Toko Kue dan Butik. "
"Aku sempat ingin menggugurkan mereka bertiga karena malu. Tapi semua itu tidak jadi aku lakukan, saat aku mengetahui diriku sedang hamil tiga anak kembar."
Mendengar hal itu Adam hanya terdiam sejenak. Matanya mulai berlinangan. Ia merasa bersalah kepada Lisa.
Adam pun secara sembunyi-sembunyi menghapus air matanya dengan tangannya.
"Aku hanya memiliki mereka bertiga Adam. Ayahku baru saja meninggal dunia, istri dan saudara tiriku membenciku. Sedangkan Ibuku sudah lama meninggal dunia. Aku berharap, kamu jangan mengambil mereka bertiga dariku." Lisa mulai memejamkan matanya.
Tidak terdengar jawaban dari Adam.
Aku tidak akan mengambil mereka bertiga darimu. Tapi aku akan mengambil kalian semua. Aku berjanji, aku akan segera menikahimu.
"Apa kau mendengarkanku? " Lisa bertanya kepada Adam karena tidak ada jawaban sepatah kata pun.
"Mungkin dia sudah tidur. " Lisa berusaha berfikiran positif.
kejadian beberapa tahun yang lalu.
Kirana berpacaran dengan Rivaldo semenjak kuliah.
"Sayang, makan ini. " Kirana menyuapi Rivaldo.
__ADS_1
"Am."
"Ini enak. Siapa yang buat? " Rivaldo bertanya kepada Kirana.
"Aku yang buat. Ini spesial buat kamu. " Kirana mencium Rivaldo.
Tiba-tiba saja Ayah Rivaldo menelfon.
"Ayah butuh bantuan kamu." Hal itu terdengar serius keluar dari mulut Mardy.
"Tunggu sebentar ya sayang. " Rivaldo berpamitan kepada Kirana.
"Siapa? " Kirana berbicara agak berbisik.
"Ayahku. "
"Oh, iya." Kirana mencoba mengusir Rivaldo dengan gerakan tangannya.
"Itu pacarku. Tidak terlalu penting. "
"Ayah minta bantuan apa? " Rivaldo bertanya kepada Ayahnya.
"Perusahaan Ayah mau bangkrut. Ayah ingin kamu bertunangan dengan putri dhini yang bernama Lili Gunawan. Ayah tidak ingin mendengar kata tolakan darimu. Putuskan segera pacarmu itu. "
"Tapi Ayah"
Perkataan Rivaldo di potong oleh Ayahnya.
"Jangan membantah. Ini perintah Ayah. " Lalu Mardy mematikan telfonnya.
__ADS_1
"Sial"
"Kenapa ayah egois sekali? " Rivaldo sangat kesal dengan keputusan sepihak ayahnya.
Tiba-tiba Kirana mendekati Rivaldo.
"Ada apa Sayang?" Kirana bertanya kepada Rivaldo dengan manis.
"Aku telah di jodohkan Ayahku dengan adik tirimu." Rivaldo menjawab pertanyaan Kirana dengan frustasi.
"Kamu kan bisa tolak perjodohan itu, masak melakukan itu saja kamu tidak bisa." Kirana terlihat kesal.
"Bilang ke Ayahmu bahwa aku juga anak Arkan gunawan. Aku darah daging Arkan Gunawan. "
"Tapi permasalahannya, kamu bukan putri Ayuandini William. "
Mendengar jawaban itu dari Adam. Kirana mendadak diam seribu bahasa.
"Maafkan aku Kirana. Tapi kita harus putus. Aku melakukan ini demi Perusahaan Ayahku. Tolong mengerti dengan kondisiku. " Rivaldo terlihat memohon kepada Kirana.
"Tapi aku mencintaimu Rivaldo. Aku perjelas, aku sangat mencintaimu dan berharap kita bisa lanjut ke tingkat yang selanjutnya. " Air mata Kirana mulai mengalir ke pipinya.
"Jangan menangis Sayang. Aku tidak tega melihat kamu menangis. " Rivaldo memeluk Kirana.
"Jika kamu tidak tega, batalkan perjodohan itu. "
"Maaf, aku tidak bisa membantah Ayahku Kirana. Nasib perusahaan ada di tanganku. Aku harus menerima perjodohan ini. Sebentar lagi aku akan bertunangan dengan adik tirimu Lili Gunawan. "
"Kamu jahat. " Kirana memukul dada Rivaldo dengan keras.
__ADS_1
Rivaldo hanya diam saja dan menerima kemarahan Kirana.
Bersambung...