
Melati tarus memikirkan tawaran yang di berikan oleh Agam.
"Apa salahnya jika aku menikah dengan dirinya? Aku rasa dia tidak terlalu buruk. "
Hari ini, Melati hanya seorang diri di dalam kamar hotel. Karena Agam baru saja di jemput oleh seseorang.
Katanya, dia sedang ada pekerjaan yang harus di urus.
Melati monda mandir seperti orang gila untuk memikirkan tawaran Agam.
"Yah, tidak ada yang akan di rugikan dalam pernikahan ini. Malahan aku akan di untungkan."
"Aku akan aman soal uang. Aku akan mengumpulkan uang yang dia berikan dan membangun suatu usaha nantinya. Jaga-jaga apabila dia menceraikan aku suatu saat nanti. "
Di hari itu, Melati terus saja menanti kedatangan Agam.
Sampai-sampai dirinya ketiduran dan tidak menyadari bahwa Agam sudah berada di dalam kamar hotel.
Ketika dirinya terbangun dari tidurnya. Melati melihat seorang pria yang sedang duduk di balkon kamar hotel.
"Dia sudah pulang rupanya. " Melati berbicara di dalam hatinya.
Setelah berfikir-fikir, Melati memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
Dia akan menyetujui untuk menikah dengan Agam.
Di pagi itu, Agam sedang duduk di balkon sambil melihat memandangan dari kamar hotelnya.
Melati mendekati Agam, dan ikut sejenak melihat pemandangan yang ada di sana.
Pemandangannya begitu indah karena bisa melihat gunung dari kejauhan.
__ADS_1
Tapi tak berselang waktu lama, kemudian Melati mulai bersuara.
"Aku akan menerima tawaran itu. Tapi dengan syarat, kamu tidak boleh menindasku dan tidak boleh melakukan hal yang berbau kontak fisik. "
"Yah, intinya. Jangan sentuh aku. "
"Bagaimana jika aku menyentuhmu? "
"Ya batalkan saja kalau begitu. Kita tidak jadi menikah. "
"Anda harus pikirkan ini baik-baik. Bagaimana jika anda dan saya bertemu dengan Ibu saya? tidak mungkin kan, jika saya berperilaku kaku kepada istri saya. Paling tidak saya akan memeluk atau mencium anda. "
"Saya disini cuman mencium pipi atau kening anda sebagai bentuk saya menyayangi istri saya. "
"Tapi kan saya ini cuman istri pura-pura anda. Saya ini cuman istri bayaran. "
*Karena itu, saya tidak ingin rugi. Bila perlu, saya akan membuat anda bertekuk lutut di hadapan saya. Anda akan mengemis cinta kepada saya suatu saat nanti. Saya pastikan itu. *
Agam menatap wajah Melati tanpa berkedip. Entah kenapa jantung Melati berdetak dengan kencang karna tatapan itu.
"Iya, saya terpaksa melakukan ini karena uang. Saya membutuhkan uang. "
Kemudian Agam mengalihkan pandangannya.
"Tapi suatu saat kamu akan berkata, kamu mau melakukan ini karena kamu mencintai saya. Saya pastikan kamu akan mengucapkan kata-kata itu." Agam berbicara di dalam hatinya.
Saat itu, tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Agam sibuk dengan fikirannya, dan Melati sibuk dengan fikirannya.
Tak lama kemudian, ponsel Agam pun berdering.
Agam dengan cepat mengambil ponselnya di dalam saku celana dan mengangkatnya.
__ADS_1
Ternyata yang menelfon itu adalah Ibu Agam.
"Iya, hallo Bu. "
"Kapan kamu akan pulang? "
"Aku akan pulang besok Bu. "
"Baiklah kalau begitu, Ibu akan mengaturkan kencan buta untuk kamu. Ibu akan mengenalkan seorang gadis kepadamu. "
"Kamu mau ya nak. "
"Aku tidak bisa Bu. Aku sudah punya tunangan dan sebentar lagi aku akan menikahi tunanganku. "
"Semenjak kapan kamu punya tunangan? Kenapa Ibu baru tau?"
"Aku merahasiakannya dari Ibu. Waktu itu aku kurang yakin apakah dia mau menikah denganku atau tidak. Tapi sekarang, dia sendiri yang berkata bahwa dia mau aku nikahi. " Agam melihat ke arah Melati.
"Siapa nama wanita beruntung itu? "
"Melati Bu. Melati Purnama. "
"Baiklah kalau begitu. Ibu berbahagia mendengarnya. Kapan kamu akan membawa wanita itu untuk menemui Ibu? "
"Besok Bu. Aku akan membawanya dan memperkenalkannya kepada Ibu. Tolong perlakukan dia dengan baik ya Bu. "
"Tenang saja. Ibu tidak akan memakan calon menantu Ibu. Malahan Ibu sedang bersemangat sekarang karena sebentar lagi kamu akan menikah. "
"Mmm. Bu, telfonnya aku matikan. Tunanganku sedang menunggu. " Dan Agam pun mematikan telfon itu.
Sedangkan Melati berusaha mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
*Dia sudah mengakui aku sebagai tunangannya. Kenapa jantungku tambah berdebar dengan kencang ya? ada apa dengan jantung ini? apakah jangan-jangan.... *
Bersambung....