TIDAK PERLU DENDAM

TIDAK PERLU DENDAM
Banyak hal yang di lupakan Lisa


__ADS_3

Beberapa pengawal telah datang untuk menggantikan Ucok dan Irvan.


Agam pun telah pulang dan berpamitan kepada Lisa untuk beristirahat di Apartementnya.


Begitu pun dengan Tommy, dia sudah tersadar sebelum Agam berpamitan untuk pulang.


Tak lama kemudian, Adam datang ke rumah sakit yang di dampingi oleh Arsena dan beberapa pengawal.


"Dia di kawal?" Lisa mengatakan hal itu saat kembali melihat Adam.


"Anak Ayah sudah bangun. " Adam melangkahkan kaki mendekati anaknya. Kemudian dia mencium kening anaknya.


"Ayah, Tommy merindukan Ayah. " Tommy begitu bahagia saat melihat Ayahnya.


"Katanya, kau akan kesini sekitar dua jam. Namun buktinya kau kesini setelah dua setengah jam." Lisa mengingatkan janji Adam kepada dirinya.


Adam pun melihat ke arah Lisa.


"Apakah kau begitu merindukanku?" Adam bertanya kepada Lisa.


"Cih, rinduu. " Lisa memalingkan wajahnya.


"Jika tidak rindu, kau tidak mungkin mengingat janjiku kepadamu. " Adam tersenyum tipis melihat Lisa.


"Kau GR sekali. Bagiku janji adalah janji. Telat setengah jam adalah salah. " Lisa membesarkan bola matanya yang kecil kepada Adam.


"Hahaa. " Adam hanya tertawa melihat Lisa.


"Ayah, Ibu. Tolong jangan berisik." Tommy berusaha menengahi Ayah dan Ibunya.


"Maaf Sayang. " Adam meminta maaf kepada Anaknya.


Lisa pun mendekati Tommy.


"Maafkan Ibu ya Sayang. " Lisa juga meminta maaf kepada Anaknya.


Tommy kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


"Tommy ingin beristirahat Ayah, Ibu. " Suara Tommy begitu lemas.


"Iya, tidurlah Sayang. " Lisa mengelus-ngelus rambut anaknya.


Tak lama kemudian, Tommy pun tertidur.


"Lisa, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu. " Adam mengajak Lisa untuk berbicara di suatu tempat.


"Arsena, tolong jaga anakku sementara. Aku ingin berbicara sebentar dengan Lisa. " Adam menyuruh Sekretarisnya untuk menjaga anaknya sementara.


"Baik Tuan. " Arsena membungkukkan badan.


Lisa pun melihat ke arah Bi Minah.


"Bi, tolong jaga Tommy sebentar ya. " Lisa meminta Bi Minah untuk menjaga anaknya.


"Iya Nona. " Bi Minah tersenyum ke arah Lisa.


Adam dan Lisa pun keluar dari ruangan itu. Mereka di ikuti oleh beberapa pengawal.


Sekarang mereka berdua tampak berdiri di sebuah atap gedung yang berada di rumah sakit itu.


"Tolong tinggalkan kami berdua. " Adam memberi perintah kepada para pengawalnya.


"Baik Tuan. " Para mengawal membungkukkan badan.


Adam dan Lisa tampak diam sejenak. Mereka berdua saling menatap.


"Apa yang ingin kau bicarakan? " Lisa bertanya kepada Adam.


"Lisa, aku tidak ingin berbasa basi lagi. Apa kau masih berhubungan dengan keluargamu? " Adam bertanya kepada Lisa.


"Keluarga mana lagi?" Lisa malah balik bertanya kepada Adam.


"Sudahlah Lisa, aku sudah mengetahui siapa dirimu. Seorang Lisa Bastian adalah Lili Gunawan. Dan apabila di bawa ke Marga William, kau adalah Lili William. Kau merupakan cucu dari Nupo William. " Adam sungguh tidak ingin berbicara basa basi.


"Deg. " Dimana dia mengetahui semua itu.

__ADS_1


Saat itu Lili sungguh sangat terkejut. Dia melihat Adam secara seksama.


"Siapa dia sebenarnya? kenapa wajah ini begitu familiar bagiku. " Lisa berbicara di dalam hatinya.


"Dulu aku memang Lili Gunawan, tapi sekarang aku adalah Lisa Bastian. "


"Banyak hal yang tidak aku ingat setelah Kakek dan Ibuku meninggal dunia. Mereka bilang, aku pernah koma selama satu minggu. Tapi aku benar-benar tidak mengingat itu. " Lisa berusaha bercerita sambil melihat pemandangan yang ada di atas gedung rumah sakit.


Mungkin pernah terjadi suatu hal kepadanya. Apakah sebagian ingatannya pernah hilang? Apakah itu ingatan yang menyakitkan?


Adam bertanya-tanya saat menatap Lisa yang kebingungan dengan dirinya sendiri.


"Lalu? " Adam bertanya lagi kepada Lisa.


"Lalu, Ayahku tiba-tiba menikah dan telah mempunyai anak dari wanita lain. Ayah membawa wanita itu ke rumah dan kemudian aku mempunyai adik lagi. "


"Setelah itu, hidupku seperti di neraka. Rumah itu bagaikan neraka bagiku. Hingga akhirnya, aku bertunangan di usia muda dan tunanganku berselingkuh dengan kakak tiriku. Aku pun di usir setelah mereka mengetahui aku hamil di luar nikah, padahal kakak tiriku juga hamil diluar nikah. Namun hanya aku yang di usir dari rumah, kakakku tidak usir sama sekali. Setelah itu, aku di bantu oleh Nyonya Caroline dan aku di kirim oleh Nyonya Caroline keluar negeri." Lisa pun menatap Adam.


"Apa kau puas mendengar ceritaku? lalu apa yang ingin kau ceritakan? " Lisa bertanya kepada Adam.


"Aku tau siapa dirimu Lisa. Kita pernah bertemu sebelum Kakek dan Ibumu meninggal dunia. Mungkin kau tidak mengingat hal itu."


"Satu hal lagi Lisa, Ibumu memiliki saudara kembar. Saudara kembar Ibumu adalah seorang laki-laki yang pada saat ini merupakan ketua dari Geng Sky Blue Pitaloka. Saudara laki-laki Ibumu hidup bersama nenekmu."


"Nenek? jadi selama ini Nenekku masih hidup? " Lisa balik bertanya kepada Adam.


"Nenekmu sudah meninggal dunia. Dia adalah wanita yang sangat kaya raya. Saat ini, perusahaan Nenekmu di kelola oleh saudara kembar Ibumu."


"Yang berarti dia adalah Pamanmu. Pamanmu bernama Morgan Tama William. Nama itu adalah gabungan dari Marga Tama dan Marga William." Adam tertunduk melihat Lisa.


Kau benar-benar melupakan semuanya Lisa. Kau melupakan siapa dirimu dan siapa jati dirimu.


Bersambung...


Jangan lupa like dan coment ya. Oh ya, kalau bisa tolong bantu Vote ya guys.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2