
Saat itu Adam melihat Lisa yang sedang berjalan ke arah balkon.
"Apakah dia tidur sambil berjalan? " Adam mengucek-ngucek kedua matanya.
"Jam berapa sekarang?" Adam melihat jam yang ada di tangannya, karena sebelum tidur dia lupa melepaskan jam di tangannya.
"Baru jam 3 pagi." Adam bangun dan mengikuti Lisa ke arah balkon.
Dia ternyata sadar, kenapa harus ke balkon di jam 3 pagi?
Adam kebingungan melihat keanehan Lisa.
"Hah. " Adam tersenyum tipis.
"Dia menyukai bintang di langit yang gelap. Seperti anak kecil saja. " Adam berbicara di dalam hatinya.
Adam terus melangkahkan kaki mendekati Lisa.
"Apa yang sedang kau lakukan? " Adam bertanya kepada Lisa.
Lisa dengan cepat melihat ke arah Adam.
"Kau mengagetkanku. " Lisa menatap Adam dengan tajam.
"Maaf," aku memang sengaja melakukannya.
Adam tertawa semberingah melihat reaksi Lisa.
"Kau bahagia? " Lisa terus saja menatap Adam.
"Aku hampir saja terkena serangan jantung. " Lisa dengan kesal memarahi Adam.
Adam diam saja dan ikut memandangi bintang seperti yang di lakukan Lisa sebelumnya.
"Kau juga menyukai bintang? " Lisa bertanya kepada Adam.
"Tidak juga. Kalau kamu? " Adam balik bertanya kepada Lisa.
"Aku sangat menyukainya. Mereka begitu cantik. " Lisa tersenyum bahagia sehingga membuat wajahnya semakin cantik.
"Iya, mereka cantik. " Namun Adam melihat ke wajah Lisa.
Kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik. Sekarang kau benar-benar telah menjadi sosok wanita yang dewasa.
Adam memuji Lisa di dalam hatinya.
"Benarkan? jangan bilang kau juga menyukainya. " Lisa melihat ke arah Adam.
__ADS_1
Dengan cepat Adam mengalihkan pandangannya dari wajah Lisa.
"Ya, aku sedikit menyukainya sekarang. "
"Aku menyukaimu. " Adam berbicara di dalam hatinya.
"Kenapa Kau terbangun? " Tiba-tiba Lisa menanyakan kenapa Adam terbangun.
"Entahlah, aku tiba-tiba saja terbangun. " Adam berbohong kepada Lisa.
"Mungkin karena Kau tidak tidur dikamar Kau sendiri. Dulu, aku juga begitu. " Tanpa di sadari Lisa curhat kepada Adam.
"Apakah barusan kau curhat kepadaku? " Adam bertanya kepada Lisa.
"Tidak, itu hanya pernyataan. " Lisa menjawab dengan wajah yang sedikit cemberut.
Tanpa di sadari, Adam tersenyum melihat ekspresi Lisa.
"Tingkahnya masih terlihat seperti anak kecil. " Adam kembali berbicara di dalam hatinya.
Kemudian secara perlahan Adam mendekati Lisa.
"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu semakin mendekat? " Hal itu membuat Lisa sedikit gugup.
"Tadi Kau memanggilku dengan sebutan Kau, sekarang Kau memanggilku dengan sebutan Kamu. Kau begitu tidak konsisten. " Adam menatap Lisa dengan intens, sesekali dia melihat ke arah bibir seksi milik Lisa.
"Hah," Adam tersenyum tipis.
"Apakah kau sedang gugup sekarang? " Adam bertanya kepada Lisa dengan santai.
Adam melihat Lisa dari unjung kaki sampai ujung kepala.
Wajah Lisa begitu tegang dan sedikit pucat.
"Kau, apa yang kau perhatikan? " Lisa dengan gugup bertanya kepada Adam.
"Tidak. Aku tidak menyangka saja, Kau masih pendek seperti yang dulu. " Adam terlihat begitu bahagia.
Adam mengukur tinggi Lisa dengan badannya.
"Kau begitu pendek Lisa. Lihat, tubuhmu cuman setinggi dada bagiku. " Adam mulai mengejek Lisa. Dia tertawa bahagia.
"Memang kenapa jika aku pendek? " Lisa menatap Adam yang sedang menertawakan dirinya.
"Setidaknya, Kau tetap Ibu dari anak-anakku. " Adam kembali menatap Lisa.
"Kau mengejekku. " Lisa melangkahkan kaki meninggalkan Adam. Tapi tiba-tiba saja Lisa tersandung sesuatu. Hal itu membuat dirinya hampir terjatuh.
__ADS_1
Namun dengan sigap Adam menangkap Lisa.
Mata mereka berdua sempat saling menatap.
"Apakah kau baik-baik saja? " Adam menanyakan keadaan Lisa.
"Kenapa jantungku berdetak begitu cepat? dia terlihat begitu tampan. " Lisa mulai melamun dan berbicara sendirian di dalam hatinya.
"Ayah, Ibu, kalian berdua sedang apa? " dari sudut sana, Alis mengagetkan Ayah dan Ibunya.
"Lepaskan aku. " Lisa dengan cepat melepaskan diri dari Adam.
"Ah, Ibu malu ya? " Alis menggoda Ibunya.
"Tidak apa-apa. Ayah dan Ibu begitu serasi. Silahkan lanjutkan kembali. " Alis dengan cepat kembali masuk.
"Ah, Putriku. " Adam sedikit tersenyum malu.
"Ah, ini gara-gara Kau. " Lisa terlihat begitu malu tetapi menunjukkan kekesalannya.
"Apa salahku? aku hanya ingin membantumu. "
Tapi Lisa tidak menghiraukannya dan tetap pergi meninggalkan Adam.
"Hei, seharusnya kau mengucapkan terima kasih kepadaku. " Adam mengikuti Lisa yang meninggalkan dirinya sendirian di balkon itu.
"Hah, dia tersipu malu. Tampangnya begitu lucu. " Adam berbicara sendirian sambil tertawa bahagia.
"Aku kenapa merasa malu juga ya? . " Adam bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
"Alis, " Lisa memanggil putri kecilnya.
"Aku kebelet pipis Ibu. Aku tidak sengaja melihat Ayah dan Ibu. Ibu tidak berhak memarahiku, aku tidak sengaja melihatnya. " Alis mengunci kamar mandi sebelum Lisa berhasil mendapatkannya.
"Apa Kau ingin memarahi Alis? " Adam bertanya kepada Lisa.
"Tidak, aku akan tidur kembali. Jangan ganggu aku. " Lisa dengan cepat kembali tidur dan menarik selimutnya.
Tak butuh waktu lama, Lisa menarik selimutnya kembali untuk menutupi wajahnya sendiri.
Ini begitu memalukan. Aku harus cepat-cepat tidur dan melupakan semua ini.
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment ya, supaya Autor lebih semangat lagi untuk apload.
Terima kasih.
__ADS_1
Salam dari Autor.