Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Paket dari Mas X


__ADS_3

Naura Masuk kedalam kelasnya. Nampak Fani yang sudah dari tadi duduk disebelah kursi Naura


Fani memang hobi kesekolah lebih cepat. makanya mereka tidak pernah berangkat bersamaaan ke sekolah karena Naura Ogah berangkat kesekolah cepat-cepat.


"Eh mawar darimana itu? dari arjun?" Tanya Fani setelah Naura duduk di seblahnya dan menaruh bunga itu diatas mejanya.


"Sepertinya bukan"


"Loh kok sepertinya sih. emangnya kamu tidak tau siapa yang ngasih"


"Tahu, Bapak-bapak Tua".


"Apa, Hahahaha" Tawa Fani pecah kala mendengarkan ucapan Naura hingga kening Naura berkerut karena tawa Fani


"Kenapa tertawa? Apanya yang lucu?" Tanya Naura datar


"Uppsss, Nggak ada yang lucu ya" ucap Fani sambil menutup mulutnya.


"Jadi Bapak-bapak itu naksir sama lo Ra? tanya Fani kepada Naura yang memasukkan tas dan bunga tersebut kedalam laci agar tidak terganggu dengan buku-buku yang sudah dia keluarkan diatas meja.


"Katanya ada yang nitipin bunga itu kepada saya. namun orang itu tidak mau ngasih tau namanya"


"Misterius dong?" Tanya Fani dengan penuh penekanan


"Begitulah" Jawabnya menangguk.


"Jadi penasaran aku. Misalnya kalau cowok misterius itu jelek gimana?" Tanya Fani yang selalu curi-curi pandang terhadap lelaki cakep.


"Asalkan dia baik"


"Cie... Sepertinya ada yang jatuh cinta dengan pengagum rahasianya ini" Goda Fani


"Apaan sih, hahaha. aku tuh orang yang tidak memandang dari wajahnya. menurutku lelaki baik jauh lebih indah dibanding lelaki ganteng"


"Berarrti tipe kamu seperti ustadz Azzar dong?"


"Loh kok kamu sebut nama dia sih. dia itu tidak masuk lelaki pilihan saya"


"jadi yang masuk seperti apa?


"Ya.. yang sebaya sama kita lah"


"Jadi sekarang kamu sudah mau pacaran?"


"Pacaran? heheh enak saja. Aku tidak suka yang nanya pacaran"


"Tapi jika sebaya sama kita berrti hanya bisa pacaran kan. kalau untuk nikah sepertinya gak bisa secepat itu sama mereka"


"Sudah ah, pokoknya dalam kamus saya nggak ada istilah pacaran"


"Jangan-jangan kamu nggak normal Ra"


"Eh, ngomong sembarangan. Jangam buat tanduk saya keluar pagi-pagi ya"

__ADS_1


"Hahaha okok my best Friends"


Mereka terus bercanda sampe jam pelajaran tiba. ketika semua murid sudah keluar dari kelas, Naura kembali memandang bunga mawar yang tampak sudah layu itu. Rasanya dia ingin cepat-cepat menaruh kedalam air bunga itu.


Sesampainya dirumah, Tanpa melepas seragamnya, Naura langsung menuju dapur dan mengambil Vas bunga kosong yang disimpan pembantunya dalam rak kaca.


"Untu apa Vas itu Non?" Tanya Bibi


"Mau diisi bunga bi, Naura bawa kedalam kamar dulu ya?"


"Iya Non"


setelah Vas bunga itu dia dapat, Naura langsung mengisinya dengan air dan menaruh bunga ktu kedalam vas yang telah terisi air.


Naura memandang bahagia bunga itu walaupun dia tidak tau siapayang mengirimkannya bunga itu. tapi dia yakin kalau lelaki ini sangat romantis.


Setiap Naura keluar masuk dari kamarnya, Naura selalu mencium bunga mawar tersebut.


"Bunga dari siapa sayang?" tanya Sarah karena melihat Naura daritadi memandangi bunga tersebut.


"Bukan dari siapa-siapa kok ma"


"Hayo... jujur saja sama mama. kamu sudah punya pacar?" Tanya mamanya


"Tidak Ma, Naura tidak suka pacar-pacaran"


"Lalu bunga ini darimana?"


"Dari pengagum rahasia" Ucap Naura dan memberikan kertas kecil yang ada dibunga itu tadi.


"Kamu jangan terlalu banyak berharap banyak, siapa tau kenyataannya lelaki itu tidak sesuai dengan harapan kamu"


Naura mencerna perkataan Mamanya.Tak ada sedikitpun Niat membantah. dia tau apa yang disampaikan mamanya itu baik.


"Iya ma. Naura tidak akan berharap banyak. Tapi Naura bisa simpan bunga ini kan ma?


"Bisa dong sayang. Wanginya juga harum bisa jadi pewangi ruangan" Sambung Sarah yang menghirup aroma mawar dihadapannya.


"Terima kasih mama" Ucap Naura bahagia


"Ia sayang. kalau begitu mama keluar dulu ya"


"Iya Ma".


Naura masih memandang bunga itu sambil menajalankan aktifitasnya, sedangkan Azzar Masih memikirkan cara apalagi untuk menaklukkan pujaan hatinya. Yang pasti setangkai Mawar akan selalu dia kirim setiap paginya untuk mengawali hari yang indah bagi Naura.


Hari Minggu pun tiba. seperti biasanya Masing-masing melakukan aktifitasnya dirumah. kedua orang tua Naura juga pun berada dirumah.


"Permisi" Ucap seorang lelaki dari luar


"Bi, Bibi, ada orang diluar tuh. coba dilihat dulu siapa yang datang bi" Teriak Sarah memanggil pembantunya


"Iya Bu" Ucap pembantunya sambil menuju pintu dan membukanya sedangkan Sarah sibuk didepan laptopnya.

__ADS_1


"Maaf, Betul ini rumah Naura?" Tanya Kurir itu


"Oh, Non Naura. Ia ada pak. tunggu sebentar saya panggilkan" Jawab bibi lalu masuk kedalam rumah untuk memanggil Naura. Ia melewati Sarah yang sedang duduk di kursi santainya.


"Memangnya yang datang siapa bi?"


"Pak kurir bu. katanya mau ketemu sama Non Naura"


"Oh..." Sarah tidak bertanya lagi karena dia sudah tau kalau Naura selalu belanja online. Sarah pasti berpikir kalau itu paket pesanan Naura.


"Non, diluar ada kurir" Tanya Bibi sambil mengetuk pintu kamar Naura dan Naura membukanya


"Kurir? Tapi Naura tidak merasa pesan apa-apa Bi?"


"Coba dicek dulu non. mungkin saja non lupa saat sudah pesan" Jawab pembantunya Kekeh karena tidak mau pusing berbicara dengan kurir kalau anak majikannya tidak merasa pesan barang tersebut.


Dengan Rasa penasaran, Akhirnya Naura keluar untuk bertemu dengan Kurir tersebut.


"Pesan apa kamu sayang" Tanya sarah kepada Naura yang masih menatap Laptopnya


"Em... Ti..Tidak ma"


"Ya sudah cepat. kasihan kurirnya lama menunggu"


"iya ma. Naura keluar sekarang" sambil mempercepat langkahnya kearah kurir tersebut.


"Saya yang bernama Naura"


"Ini mbak titipan dari Mas X" ucap kurir itu sambil memberikan s


2 buah paket.


"Apa ini pak? Saya tidak berani terima, Jangan-jangan bom nanti lagi!" Jawab Naura dengan cepat karena merasa takut


"Hehehe bukan Bom lah mbak. jtu hanya bunga dan sepatu"


"kok bapak bisa tau isinya? Tanya Naura sambil menandatangani surat terimanya.


"Karena dikasi tau dari aplikasinya"


"boleh saya lihat aplikasinya pak?


"Nggak ada fotonya mbak"


"No ponsel nya ada nggak?


"Oh iya ada mbak, Ini" ucap kurir sambil memperlihatkan No ponsel yan tertera di aplikasi


"sebentar saya catat dulu" sambil mengeluarkan ponselnya. dan mencatatnya.


"Terima kasih banyak ya pak" Lanjut Naura


"Sama-sama mbak"

__ADS_1


...


__ADS_2