
didalam Pesantren Naura sudah membaurkan dirinya dengan santri lain. tidak butuh lama, Naura langsung akrab dengan santri lain. hari demi hari Naura lalui. banyak hal yang membuatnya semakin dewasa dan kuat. begitu juga dengan ilmu agama. mulai dari pengajian serta sifat dan tingkah laku seorang muslimah semakin dikuasainya.
"Ra, Nanti mama dan papa aku datang menjenguk. kamu ikut sama sy kedepan ya?" Ajak Sari
"Tapi kan saya nggak dijenguk, apa boleh?" Tanya Naura
"Nanti saya minta izin sm umi deh. saya mau juga kenalin kamu dengan mama aku. apa mama aku masih ingat kamu. secara kan dulu kamu sering main kerumah aku" lanjut Sarah
"Ehm baiklah" Naura tersenyum
Jam istirahat pun Tiba, Sari sudah bersiap-siap menunggu informasi dari ruang piket.
"Kepada Ustadzah Sari, silahkan ke posko tamu. ada keluarga yang datang" ucap santriwati dari ruang piket
"ayok Ra, mama dan papa aku sudah datang. tadi saya juga sudah minta izin sam umi" Ajak Sari dengan penuh bahagia.
Naura ikut bersama sari menemu keluarganya. Sari menyalami mama dan abangnya sedangkan Naura hanya menyalami mama sari saja dan untuk abangnya sari, Naura hanya mengatupkan kedua lengannya didepan dadanya karena bukan mahram.
"Loh, kok mama datang sama abang sih. papa nggak ikut ya?" ucap sari yang sedikit kecewa karena papanya tidak datang menjenguk.
"Papa kamu lagi ada kesibukan diluar kota, makanya mama datang sama abang kamu"
"Memangnya kamu tidak kangen sama abang ya dik" Ucap seorang lelaki yang seumuran dengan Azzar dan juga tak kalah tampan
"Bukan begitu abang, tapi Sari juga kangen banget sama papa"
"Mama janji minggu depan mama akan ajak papa jengukin kamu ya. oh iya ini teman baru kamu ya. sepertinya wajahnya nggak asing ya?" tanya mama Sari ketika melihat Naura
__ADS_1
"Coba mama tebak siapa ayo!" ucap Sari
"Ah kamu, sama mama main tebak-tebakan begini. tapi siapa ya. wajahnya nggak asing loh"
"ini Naura ma teman SMP sari dulu" Ucap Sari sambil tertawa
"Naura yang dulu sering main kerumah ya" jawabnya setelah mulai mengenali wajah Naura.
"iya Tante, ini Naura" Jawab Naura dengan sangat sopan
"Wah, kamu sudah besar ya. makin cantik lagi" pujinya sambil melirik anak lelakinya
"hehehe Terima kasih banyak tante"
"Sama-sama. Bagaimana Nak Naura, Kamu sudah punya calon?" Tanya beliau kepada Naura yang semula senyum dan langsung terdiam
"Belum tante" Jawab naura malu-malu karena disana masih ada abangnya Sari. sosok lelaki tinggi, kulit putih, mata sipit, dan lesung dipipinya yang membuat senyumnya makin manis.
"ehmm... sepertinya ada yang dicomblangin nih" ucap Sari yang membuat Naura makin tertunduk malu
"Ih apa-apaan sih kalian semua. Lihat tuh Naura malu seperti itu. Sudah jangan digoda lagi. pastinya dia mau fokus belajar dulu. Sudah lama disini juga Naura?" ucap Aldi yang lalu berbicara dengan Naura
"Baru seminggu Bang disini" Ucap Naura sopan tapi masih kaku
"ehm, ternyata baru ya. kalau begitu kamu belajar yang rajin ya" ucap Aldi
"Biar Nanti mantap untuk dihalalin" goda Sari yang langsung mendapat cubitan kecil di pinggangnya. sedang Aldi hanya geleng-geleng melihat Tingkah mereka.
__ADS_1
"Aduh sakit Ra, Bercanda kok" ucap Sari
"Ya sudah, kalian masuk lagi. belajar yang rajin dan jaga kesehatan kalian ya. mama dan bang Aldi mau balik dulu" ucap mamanya
"Baik Ma"
"Baik tante" ucap Naura lalu menyalami mamanya sari yang hendak pulang.
Aldi hanya bisa tersenyum melihat kearah Naura yang membuat Naura malu dan tertunduk lagi.
Mama dan Abangnya Sari pulang, sedangkan Naura dan Sari masuk lagi ke pondok dengan membawa beberapa bungkus makanan. memang hal yang wajar di pondok pesantren itu, setiap ada keluarga yang menjenguk pasti juga akan ada makanan dan cemilan yang mereka bawa agar mereka dapat menikmatinya bersama teman-temannya yang lain.
Setelah makan, Naura dan Sari beristirahat sambil berbincang-bincang.
"Bang Aldi itu ditinggal pergi sama pacarnya" ucap Sari
"Ditinggal? Ditinggal kenapa?" Naura penasaran
"Tidak tahu, tiba-tiba saja putus dan hilang kabar. bang aldi cari tau ternyata pacarnya itu keluar negeri"
"Kenapa tidak disusul?"
"Sudah pernah dia susul keluar negeri tapi lagi-lagi pacarnya itu menghindar agar tidak bertemu dengan bang Aldi" ucap Sari yang kembali mengingat masa-masa dimana bang aldi putus cinta.
"Bang Aldi juga pernah tidak makan sampe seminggu karena kejadian itu. bahkan sampe sekarang Bang Aldi itu belum punya pacar lagi. mungkin karena hal itu juga sih" Lanjut Sari
"Pasti Bang Aldi kecewa dan sedih banget ya" ucap Naura yang tanpa disadarinya Air matanya ikut menetes karena mengingat Nasibnya sama. untung Sari tidak melihatnya sehingga Naura dengan cepat menghapus air matanya itu
__ADS_1
"Iya Sedih banget. makanya saya dan mama selalu menjodoh-jodohin dia dengan gadis yang kami anggap baik. mungkin saja bang Aldi mau membuka hatinya lagi"
Naura kembali merenung nasibnya yang sama persis dengan Bang aldi. sama-sama ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. begitu sakit dan kecewa. tapi begitulah hidup yang harus diterima dan dijalani dan berharap kelak bisa mendapatkan kebahagiaan yang seutuhnya.