
Naura masuk kedalam sekolah, sebelum masuk kedalam kelasnya, Naura memasukkan Mawar pemberian Azzar itu kedalam tasnya kemudian berjalan masuk menuju kelasnya. Tampak Fani sedang membaca bukunya dan Naura menghampirinya
"Hani ditangkap polisi!" Ucap Naura yang membuat Fani berbalik kaget
"Apa? Kok bisa Ra?" Tanya Fani dan Naura menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.
"saya sudah bilang dari awal untuk laporin dia kepolisi tapi kamunya sih terlalu baik sama dia" Lanjut Fani
"saya pikirnya dengan kejadian itu, dia akan berubah dan menyesali perbuatannya sehingga tidak akan buat masalah lagi sama saya"
"Wanita seperti itu tidak bakalan bisa berubah"
"Ya sudah. nggak usah bahas dia lagi. pasti nggak ada habisnya. sekarang saya mau minta pendapat kamu" Ucap Naura
"Pendapat apa Ra'?" Tanya Fani
"Kalau saya pake jilbab kesekolah kira-kira bagus nggak ya? malu-maluin nggak ya?" Tanya Naura
"Kamu mau pake jilbab?
"Iya, kira-kira aneh nggak ya?"
"Ya tidak dong. kapan kamu mau pake? aku mau juga!" jawab Fani penuh semangat
"Kamu yakin mau pake jilbab juga?" tanya Naura lagi memastikan
"Yakin dong. sebenarnya dari dulu saya mau pake jilbab kesekolah karena saya suka lihat anak-anak lain kesekolah pakai jilbab"
"kalau begitu pulang sekolah kita pergi beli jilbab ya!" Ajak Naura yang tidak sabar lagi memakai jilbab
"Bukannya nanti kita ada pengajian ya?"
"Pengajiannya kan sore, jadi pas pulang sekolah kita masih punya waktu untuk beli jilbab dulu"
"Okelah kalau begitu" Jawab Fani penuh semangat.
Jam pulang sekolah, Naura dan Fani keluar dari sekolah. Nampak mobil Azzar dan sopir Fani sudah menunggu didepan sekolah. Naura dan Fani lalu masuk kedalam Mobil masing-masing.
"Selamat siang Nona Shaliha" ucap Azzar yang berdiri sambil membukakan pintu mobil
"Selamat siang juga mas baik hati" jawab Naura masuk kedalam mobil
__ADS_1
Mendengar ucapan Naura, Azzar lalu bergegas masuk kedalam mobil dan lalu berbalik mengarah ke Naura
"Tadi bilangnya apa?" Tanya Azzar lagi yang membuat Naura Malu
"Tidak ada Apa-apa. Yuk langsung jalan saja. Naura sudah lapar mas." ucap Naura beralasan yang seketika membuat bibir Azzar mengerucut dan berbalik mengemudikan mobilnya. padahal Azzar ingin sekali lagi mendengar ucapan Naura
"Lapar ya? apa kita mau beli Pizza atau nasi goreng?" Tawar Azzar
"Nggak usah Mas, kita langsung pulang saja. pasti dirumah bibi sudah masak. kasihan kalau tidak dimakan" tolak Naura
"baiklah,"
"Bagaimana sekolah hari ini?"
"Tumben tanya? biasanya juga nggak" tanya Naura yang membuat Azzar mengelus dada. Azzar seperti itu karena hanya ingin selalu ngobrol dengan Naura
"Memangnya nggak boleh bertanya ya" Tanya Azzar kembali
"Boleh saja sih, Oh iya rumah Mas Azzar dalam pesantren ya?"
"Iya, Kenapa?"
"Naura ingin masuk pesantren, tapi kayaknya umur Naura sudah tua ya"
"Jadi dipesantren ada yang lebih tua dari Naura?"
"Ada, Malah lebih banyak"
"Cantik-Cantik tidak?"
"Hehehehe pertanyaan apa itu?" tawa Azzar yang mendengar pertanyaan Naura
"Ya kan cuma nanya" ucap Naura nyengir
"yang laki-laki juga banyak dan ganteng-ganteng kayak saya" Puji Azzar yang tidak nyambung dengan pertanyaan Naura
"Saya tidak tanya laki-lakinya, tapi ceweknya" Ucap Naura yang manyun sambil melipat tangan ya di depan dadanya
"Cantik-cantik kok, kamu mau lihat?"
"Memangnya boleh kesana, walaupun bukan santri?"
__ADS_1
"Boleh dong kan hanya lihat-lihat. tapi sebenarnya memang nggak boleh sembarang yang masuk kedalam kecuali kalau ada pengawal"
"Oh, boleh kalau begitu. jadi kapan Mas Azzar bawa saya kesana?"
"yang pasti kalau mas sudah rasa kamu sudah cocok mas ajak kesana pasti langsung mas ajak nanti" ucap Azzar yang menambahkan dalam hatinya "Untuk memperkenalkan sama umi dan abi"
"Oh iya, bagaimana dengan Hani itu?"
"Sedang diproses"
"Oh, semoga dia dapat hukuman yang setimpal" ucap Naura yang mendapat anggukan dari Azzar
"Kamu jadikan nanti ikut pengajian?"
"Tidak tahu, apalagi kalau masih dibentak pasti Naura tidak mau lagi datang" Canda Naura
"jangan gitu dong, kan tadi pagi mas sudah minta maaf. Berarti mas belum dimaafkan ya?"
"Hehehehe sudah dong"
"Berarti nanti jadi dong kemasjid?"
"Insya Allah jadi mas"
"Alhamdulillah"
"Mas tidak masuk dulu?" Tanya Naura saat mobilnya berhenti tepat didepan rumahnya
"Tidak usah, karena mas harus siap-siap untuk pengajian nanti"
"Pengajian Dimana"?
"Pengajian dimasjid yang nanti sore kalian mau datangi. sekarang itu pengajian bapak-bapak. nanti sore baru pengajian ibu-ibu"
"Oh, kalau begitu hati-hati dijalan"
"Terima kasih banyak" jawab Azzar yang begitu bahagia karena diperhatikan oleh Naura, dan diam melihat naura berjalan
"Ya sudah sana jalan" Ucap Naura yang melihat Azzar masih termenung dan belum melajukan mobilnya
"Oh iya, selamat istirahat ya" ucap Azzar
__ADS_1
"iya" jawab Naura kemudian melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah. begitu juga dengan Azzar yang melajukan mobilnya.
.................................................................................