
Keesokan harinya, Naura memakai seragam barunya beserta rok panjanh yang baru dibelikan oleh mamanya. Mama dan papa Naura berangkat sangat pagi karena akan menghadiri rapat yang ada dikantornya.
Piipp... piip... Piip.. Terdengar suara klakson mobil yang sudah dipastikan kalau itu bunyi klakson mobil Azzar yang datang menjemput Naura. Naura berjalan menghampiri Azzar yang berdiri disebelah mobil yang sedang memainkan ponselnya. Naura berjalan penuh bahagia karena juga mau memperlihatkan perubahan cara pakaiannya
"Hai Naura" Ucap seseorang dari arah belakang yang kemudian menarik lengannya agar tidak mendekati Azzar
"Hani? Ngapain kamu disini?" Tanya Naura Heran melihat Hani yang sudah ada dibelakangnya
Azzar yang menyadari kedua wanita itu dibelakangnya, ia lalu membalikkan badannya dan melihat keduanya
"Hani? Sejak kapan kamu disini" Ucap Azzar yang melihat heran kehadiran Hani di depan rumah Naurah dan beralih heran melihat penampilan Naura
"Kamu pakai seragam Baru Ra?" Tanya Azzar penuh bahagia melihat cara berpakaian Naura
__ADS_1
"Eumm" Ucap Naura yang hendak menjawab pertanyaan Azzar. "Kamu sudah janji sama aku Kalau kita akan tukaran sopir kan. Jangan lupa itu. dan sesuai perjanjian juga kalau saya akan menyewa Mas Azzar untuk beberapa hari kedepan" Potong Hani yang bicara blak-blakan membuat Naura salah tingkah.
Azzar hanya bingung mendengar percakapan Hani dan Naura. Azzar Bingung perjanjian apa yang sudah mereka buat.
"ini Uang 100.000, untuk sewa Mas Azzar hari ini. jadi untuk hari ini saya bersama mas Azzar pulang dan pergi sekolah. kamu bersama sopir saya saja" ucap Hani yang mendorong Naura menjauh dari Azzar
"Yuk mas Azzar kita berangkat sekarang" Ucap Hani yang menarik tangan Azzar namun dengan cepat Azzar mengangkat tangannya agar tidak disentuh oleh Hani.
"Maaf mbak. saya sudah terbiasa menyetir penumpang yang duduk dibelakang. bukan disamping saya" Tegur Azzar kepada Hani yang hendak duduk didepan tepat disebelah Azzar.
"Mau duduk dibelakang atau saya tidak akan menyetir mobil" Bentak Azzar
"Iya deh Iya. saya duduk dibelakang" Ucap Hani pasrah dan berpindah duduk kebelakang.
__ADS_1
"Eh Kamu nggak mau kesekolah? sudah sana masuk di mobil saya" Teriak Hani yang masih memandang mobil Azzar
Azzar hanya melihat Naura melalui spion yang masih berdiri sambil memegang selembar uang berwarna Merah. Azzar tidak habis pikir kenapa Naura bersikap seperti itu. Ketika Hani sudah masuk kedalam mobil, Azzar lalu melajukan mobilnya dengan cukup cepat.
"Pelan-pelan dong mas, Jangan ngebut-ngebut. Hani Takut nih" ucap Hani yang sok lugu namun aslinya sangat bangsat. jika memang Hani baik, tidak mungkin dia menyuruh orang untuk memperkosa Naura. Azzar tidak akan pernah lupa semua perlakuan Hani kepada Naura. sesopan apapun pakaian hani tidak akan merubah rasa cintanya kepada Naura. dan sekarang Naura membuat Azzar seperti barang sewaan kepada Hani.
Sepanjang perjalanan, Azzar hanya memikirkan tingkah Naura yang membuatnya seperti barang sewaan. Azzar hanya terdiam tanpa bicara sepatah kata pun. hanya Hani saja yang berbicara sendiri seperti Radio Rusak.
Dilain sisi, Hanipun Masuk kedalam mobil Hani dan beranjak menuju sekolahnya. sesampainya disekolah, Naura melihat sekelilingnya untuk mencari mobil Azzar namun tidak dilihatnya
"Secepat itukah dia pergi? biasanya dia masih tinggal menunggu saya benar-benar masuk kedalam sekolah" Batin Naura yang begitu sedih dan kecewa
Naura berjalan Lunglai masuk kedalam sekolahnya. Azzar yang berdiri dibelakang pohon menatap punggung Naura hingga tidak terlihat sama sekali. kemudian dia mengambil mobilnya yang dia parkir disamping rumah warga kemudian pulang meninggalkan sekolah
__ADS_1
"Aku tidak habis pikir, Mengapa Naura membuat perjanjian dengan wanita yang sangat saya hindari" Gumam Azzar yang sangat risih dengan Hani.
................................................................................