
Naura berjalan sangat pelan kedalam kelasnya. perasaan dan pikirannya sangat kacau. banyak Hal yang membuatnya merasa berasalah. Naura lalu duduk dikursinya tepat disebelah Fani yang sudah lebih dulu datang di sekolah
"Terima kasih ya, kamu sudah mengizinkan saya untuk berduaan bersama Mas Azzar, Ingat! pulang nanti Mas Azzar masih hak aku loh" Ucap Hani yang menghampiri Naura dan lalu pergi meninggalkannya.
Fani yang berada tepat disebelah Naura hanya diam dan menatap heran.
"Jadi kamu serius menukar Mas Azzar dengan Uang?" Tanya Fani dengan nada kecewa
"Nggak Fan, saya nggak mungkin Setega itu" Ucap Naura yang sudah hampir menangis. hati dan fikirannya begitu kacau belum lagi Fani yang berkata seperti itu sehingga beban dipikarannya makin bertambah.
"Lah, Kenapa kamu menangis?" Ucap Fani yang melihat Naura menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Sepertinya Mas Azzar marah sama aku Fan sejak kejadian tadi pagi" Ucap Naura yang sudah menangis. "Tidak ada sedikitpun niat saya untuk menyewakan Mas Azzar kepada Hani. Kemarin saya hanya kesal sama mas Azzar, makanya saya setuju dengan permintaan Hani. Tapi ternyata hani datang dirumah saya dan menagih janji saya itu" Ucap Naura yang terisak lalu menaruh uang 100rb itu dimejanya dan lalu memeluk Fani disebelahnya.
"Sudah tidak usah nangis. yang jelas kamu sudah menyadari kesalahanmu. harusnya kita tidak boleh bertindak semena-mena tanpa sepengetahuannya, karena bisa jadi orang itu tidak nyaman dengan tindakan kita" Ucap Fani sambil mengelus pundak Naura.
__ADS_1
"Iya Yen, saya sangat menyesal. hiks.... hiks... hiks..." Ucap Naura yang masih terisak
"Sudah tidak usah menangis lagi. malu dilihat sama teman-teman yang lain. besok kamu jangan lakuin seperti itu lagi. jika Hani datang tolak saja dan uang ini kembalikan saja ke dia biar Mas Azzar Tau kalau kamu tidak ambil keuntungan dari semua ini" ucap Fani yang memberi saran
"Iya yen. Terima kasih atas sarannya. Maaf aku selalu merepotkan kamu"
"sudah tidak masalah Ra, yang jelas kamu tidak mengulangi kesalahan kamu lagi. Ooh iya, sepertinya penampilan kamu berbeda hari ini?" Tanya Fani yang melihat penampilan Naura
"Hehehe, Iya Fan. kemarin saya suruh mama belikan rok panjang. ternyata sorenya sudah dibeli padahal saya cuma bercanda mintanya. kasihan juga kan kalau tidak dipakai" Ucap Naura yang tidak sesuai dengan hatinya
"Apa? jangan mikir macam-macam ya?" Ucap Naura sambil mengeringkan air maranya menggunakan tissu.
"Kamu pasti jatuh cinta sama Mas Azzar kan?" Tebak Fani
"Jangan ngaco kamu ya, saya tuh nggak ada suka atau cinta sama mas Azzar. tadi itu waktu saya nangis juga bukan karena cinta sama dia tapi karena dia sudah banyak banget berjasa sama aku dan juga baik sama aku apalagi dia juga selalu bantuin aku tapi akunya malah menyakitinya seperti itu"
__ADS_1
"Terserah Loh deh. kamu mau pake 1000 alasan pun nggak bakalan bisa bohongin aku" Cibir Fani
"Ah kamu sok tau Fan, btw kita kapan nih beli bukunya" Ucap Naura yang mengalihkan topik pembicaraan
"Buku tuntunan shalat?" Tanya Fani
"Iya yang kamu chat kemarin?"
"Ooh itu. Nanti kalau kita pulang sekolah ya. karena setelah pulang sekolah kita akan pergi belajar mengaji lagi kan ditemapt Mas Azzar"
"Semoga saja Mas Azzar sudah tidak marah lagi sama saya"
"Amin. Insya Allah, Mas Azzar tidak marah kok"
"Amin"
__ADS_1
...............................................................................