
Azzar kembali melanjutkan setirnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa dengan cepat sampai kesekolah Naura
"Kamu mau membunuh saya ya?" Tanya Naura yang melihat Azzar menyetir seperti orang kesurupan.
"Enggak lah, Mana mungkin saya mau membunuh kamu"
"Kurangi kecepatan mobil kamu" Teriak Naura kepada Azzar yang dengan cepat mengurangi kecepatan mobilnya menjadi normal
"Nah itu sekolahnya," Ucap Azzar saat memasuki jalan didepan sekolah Naura
"Sudah, disini saja" Ucap Naura yang memberhentikan mobil Azzar
"Loh kenapa?"
"Udah, Kalau saya bilang disini saja ya disini. jangan banyak tanya"
"Jangan Galak-galak nona, Nanti jatuh cinta" Jawab Azzar sambil menggombal Naura
"Cih, Sorry. Anda bukan tipe saya" Jawab Naura sambil membuka pintu dan keluar dari mobil Azzar
Azzar kemudian menurunkan kaca mobil dan berucap " Terima kasih Neng". Sindir Azzar yang membuat Naura makin jengkel.
Naura ingin cepat-cepat turun dari jalan, Naura takut dilihat sama teman-temanny kalau dia datang ke sekolah bersama dengan lelaki dewasa.
Setelah Naura turun dari mobilnya, Azzar masih harus memastikan kalau Naura masuk disekolahnya dengan selamat. setelah itu dia azzar pun kembali pergi untuk melanjutkan aktivitasnya mengajar di pondok pesantren.
dari kejauhan, sopir Sarah ternyata diminta oleh sarah untuk memantau Naura dari belakang.
"Non Naura sudah sampi disekolahnya Nyonya"
"Kamu tahu siapa lelaki itu?"
"Sepertinya Lelaki yang mengantar Motor Naura kemarin nyonya"
"Baik-baik. Apa mereka kelihatan bermesraan?"
"Tidak Nyonya. terlihat Naura galak sama Lelaki itu"
"Oh, berarti bukan pacarnya ya"
"Setau saya Non Naura tidak suka pacaran nyonya, karena saya pernah sempat dengar perbincangan dengan teman sekolahnya"
"Oh begitu, terima kasih infonya. sekarang kamu sudah boleh pulang"
"Baik Nyonya"
"Ada apa Ma," Tanya Tomi ayah Naura
__ADS_1
"Tidak, Tadi mama menyuruh sopir mama untuk memastikan Naura kalau dia baik-baik saja sampai disekolah"
"Lalu?"
"Katanya tadi Naura hampir kecopetan, untung saja ada seorang lelaki yang menolong dia dan mengantarkannya ke sekolah" Jawab Sarah sambil menceritakan persis seperti yang didapat info dari sopirnya.
"Kira-kira siapa lelaki itu ma?
"Sarah juga tidak tau pa, tapi kalau cerita dari sopir saya sepertinya lelaki itu orang baik"
"Kita tidak bisa langsung mengecap lelaki itu orang baik, hanya karena menolong anak kita. kita harus tau anak itu siapa. agar kita dapat mengambil keputusan apakah dia lelaki baik atau tidak"
"iya pa. mama setuju sama penjelasan papa.kita tidak bisa menbak-nebak bagaiman dia.tanpa kita ketahui latar belakangnya seperti apa" Jawab Sarah.
...
Naura tiba disekolah dan langsung masuk ke kelasnya. Naura lalu meletakkan tasnya dengan keras sehingga temannya Fani yang sudah lebih dulu tiba dikelas merasa kaget dan heran melihat wajah Naura yang tampak Kesal.
"Kok kamu baru datang langsung ngambek seperti itu?. Kenapa? Ada masalah? cerita dong!" Tanya Fani seperti mengintrogasi.
"saya merasa hidup gua hari ini apes banget"
"apes gimana maksudnya?"
"Ah pokoknya banyak banget yang bikin bete"
"Hy Cantik, sudah datang ya. dari tadi saya tungguin loh" Ucap Arjun Lelaki paling ganteng disekolahnya yang selalu mengejar-ngejar Naura.
"Apa loh, kenapa tertawain saya" tanya arjun kepada Fani
Fani langsung menutup mulutnya saat melihat Arjun membentaknya.
"Sudah deh Jun. cepat pergi sana. saya lagi pusing. saya nggak mau diganggu sekarang"
"Loh Kok begitu Ra"
"Cepat pergi nggak, daripada nanti saya berkata kasar"
"Oke.. Oke. Aku pergi. Tapi janji jangan marah sama aku. Aku tidak bisa hidup kalau kamu marah-marah sama aku" Ucap Arjun yang penuh gombalan yang membuat Fani hampir muntah mendengarnya.
Setelah Arjun keluar dari kelas, Fani langsung berbalik kearah Naura
"Kamu jangan sampe tergoda rayuan gombal Arjun ya, dia itu Playboy banget. banyak ceweknya" Ucap Fani
"Oh ya? Emangnya kamu tau dari mana Fan?" Tanya Naura yang tertarik dengan pembahasan Fani
"Aku dibilang sama teman aku" Jawab Fani
__ADS_1
"Masa bodoh!. Aku tidak peduli dengan Yang namanya Arjun itu. bukannya aku sudah bilang berkali-kali sama kamu, kalau sekarang saya tidak mau pacaran. saya masi mau menikmati kebebasan saya dulu tanpa harus terikat dengan lelaki" Jawab Naura yang membuat bibir Fani ikutan Naik karena penjelasannya yang sia-sia kepada Naura.
Tidak terasa Waktu berlalu, akhirnya jam istirahat pun tiba. Arjun kembali terlihat membawa cemilan kedalam kelas Naura.
"Hy Naura, Ini aku bawain sesuatu. Mohon diterima ya" Ucap Arjun kepada Naura yang hendak ke kantin. ia menyerahkan kotak makanan ke hadapan Naura.
"He Jun, Lo ngapain sih mengejar-ngejar tuh Cewek. masih mending dengan Hani yang jelas-jelas sangat mencintai kamu" Ucap salah satu Teman Hani yang membuat Naura makin emosi. Hani adalah salah satu wanita yang tajir dan sok cantik di sekolah tersebut. Hani memiliki sikap yang nekat melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau.
"Dengar tuh, Nggak usah kejar-kejar gua. cewek yang naksir sama lo kan bintang sekolah" Cecar Naura sambil berdiri dan meninggalkan Arjun dan fani ikut mengejar Naura.
Arjun menatap kesal kepada Hani. npak Hani malu-malu saat ditatap oleh Arjun.
"Disekolah ini yang paling cantik itu Naura, jadi jangan mimpi saya suka sama kamu. karena kamu itu jauh dibawah Naura. Jadi stop mngejar-ngejar saya karena saya cuma suka sama Naura" Ucap Arjun yang kesal dan juga meninggalkan Ruangan tersebut.
"Ih, Nyebelin Banget sih tu Laki. Ini semua salah Naura. beraninya dia cari masalah dengan saya. Awas saja kamu Naura. saya akan bikin perhitungan sama kamu" Ucap Hani dengan Geram
Naura telah sampai dikanton sekolah yang juga disusul oleh Arjun yang masih membawa kotak makan kepada Naura.
"Ngapain lagi sih kamu ngikutin saya? kamu tidak dengar tadi teman hani bicara apa? Hani itu suka banget sama kamu" Ucap Naura dengan nada geram.
"Aku tidak cinta sama Hani. saya hanya cinta sama kamu" Jawab Arjun deidepan Murid-murid yang lain. membuat semua yang ada dikantin menyorakinya.
" Terima... Terima... Terima..." Sorak mereka sambil tepuk tangan dengan meriah.
"Ada apa ini?" Sontak Pak guru yang datang tiba-tiba.
Semua murid membubarkan dirinya termasuk Naura dan Fani.
"Kalian masih kecil. Nggak usah pacar-pacaran" Lanjut pak guru sehingga membuat murid-murid yang ada disana tertawa melihat Arjun
"Siap tadi itu yang bilang cinta-cintaan!" Tanyanya lagi. semua mata tertuju kepada arjun
"Oh..ternyata kamu Arjun. Sabar saja dulu. kan kamu tidak lama lagi tamat sekolah. emangnya siapa cewek yang kamu naksir" Tanyanya lagi hingga semua mata tertuju pada Naura. Naura dengan sigap langsung menutup mukanya dengan buku yang ada ditangannya.
"Oh Kamu Naura, Sabar saja dulu. nanti jika kalian sudah tamat sekolah bisa langsung menikah" Lanjutnya.
"Amit-amit pak aku nikah sama dia. dia itu cinta sejatinya sama....-" ucapan Naura terputus karena melihat Hani yang masuk kedalam kantin. "Nah itu cinta sejatinya arjun pak. Nikahkan saja mereka berdua. saya tidak mau nikah muda pak"
Ucapan Naura membuat semua murid tertawa. apalagi melihat ekpresi Arjun yang tidak menyangka akan ucapan Naura. sebaliknya Hani malah senyum-senyum tidak jelas yang membuat Naura merinding melihat kelakuan Hani yang percaya diri akut.
"Sudah-sudah, pokoknya disekolah tidak boleh pacar-pacaran. kalau bapak dengar sekali lagi ada yang pacaran jangan salahkan bapak kalau kalian saya cambuk" ucapnya yang membuat murid ngeri. kemudian pergi meninggalkan kantin yang membuat murid-murid tertawa lega.
"Huufftt, Jantung saya mau copot Ra" Ucap Fani
"Emangnya cuma kamu saja Fan yang gugup. saya juga kali. ini semua karena Arjun itu. Bikin jengkel saja" Lanjut Naura.
" Tapi kan tadi dia Nembak lo. so sweet banget ya" Ledek Fani.
__ADS_1
"Kamu suka? Noh ambil saja. saya nggak suka sama dia". ucap Naura sambil memasukkan Kripik pisang kedalam mulut Fani
"Nggak Ah. nggak mau bersaing sama Hani. nanti Hani patah hati lagi" Jawab Fani yang seakan-akan menang melawan Hani.