Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Batas Kesabaran


__ADS_3

Tomi dan sarah menuju kerumah. mereka tiba tepat saat Adzan magrib berkumandang. Sarah masuk kekamarnya untuk menyiapkan peralatan shalat yang akan mereka pakai. sedangkan Tomi menuju kekamar naura untuk memanggil Naura jntuk shalat berjamaah.


"Sayang" Panggil Tomi sambil mengetuk pintu Kamar Naura


"Iya pa, Tunggu" Ucap Naura lalu bergegas membuka pintu kamarnya


"Kamu mau shalat sayang?" Tanya Tomi


"Iya pa, Sudah lama Naura tidak shalat. jadi Naura mau memulainya pelan-pelan biar terbiasa"


"Kalau begitu ayo kita shalat berjamaah" Ajak Tomi


"Papa serius ingin jadi Imam?"


"Iya dong papa serius. papa cocok kan jadi Imam?"


"Cocoklah banget pa. kalau begitu Naura beres-beres lalu say kebawah pa"


"Ok, saya tunggu dibawah ya. jangan lama-lama" Ucap Tomi lalu menutup pintu kamar Naura lalu turun menuju ke ruang utama.


Saeah dan Tomi lalu mengambil air wudhu dan kembali masuk ke ruang utama. tampak sajadah yang sudah terususun rapi dan siap melaksanakan shalat berjamaah. tak lama kemudian Naura pun datang dan mereka memulai untuk melaksankan shalat magrib berjamaah.


Tomi berdiri dibaris terdepan sebagai imam. ia lalu mengangkat kedua tangannya untuk takbir kemudian membaca doa iftitah, alfatiha, dan surah pendek. semua bacaan sangat fasih namun masih lambat. mereka menyelesaikan dengan penuh ketenangan. setelah selesai, Tomi berbalik ke istri dan anaknya untuk bersalaman


"Alhamdulillah. Baru kali ini Naura merasakan ketenangan seperti ini. semoga kita bisa selalu shalat berjamaah seperti ini ya" ucap Naura


"Iya sayang. papa juga selalu berdoa semoga anak kesayangan papa ini bisa menjadi anak yang shaleha"


"Amin"


Mereka lalu berpelukan dengan penuh bahagia. setelah itu mereka berbicara tentang agama. tanya jawab pun terjadi diantara mereka hingga tak terasa waktu shalat isya pun tiba. akhirnya mereka melanjutkan shalat berjamaah lagi hingga selesai.


"Naura pamit kekamar dulu ya. masih banyak tugas Naura yang mau diselesaikan dulu" Pamit Naura


"Kamu nggak makan dulu sayang, Nanti kamu ketiduran Loh" Ucap Sarah


"Oh iya, Naura lupa"


"Ya sudah kalau begitu kita sekarang makan dulu ya" ucap Sarah kemudian mengajak Tomi dan Naura untuk makan malam


setelah makan, Naura pamit untuk masuk kekamarnya. setibanya didalam kamar, Naura menyelesaikan semua tugas-tugasnya sampai selesai. saat hendak membaringkan badannya, tak sengaja melihat jilbab yang dia pakai saat ke masjid tadi sore.


"Besok saya mau pake jilbab ini kesekolah. semoga mama dan papa suka" Ucap Naura yang sedang memegang jilbab itu didepan cermin dan Kemudian kembali meletakkan jilbab itu diatas meja dan lalu tidur.


.....

__ADS_1


Keesokan harinya Naura bangun Sangat pagi. dia lalu mengambil ponselnya namun tak ada pesan yang masuk dari Ustadz Azzar.


"Biasanya jam segini dia sudah sms saya untuk bersiap. Apakah Dia masih marah? pokoknya hari ini saya harus memperbaikinya" Batin Naura


Tak lama kemudian, suara mobil datang tepat didepan rumah Naura. Naura bergegas melihat dari jendelanya, ternyata benar itu mobil Azzar. dia datang menjemput tanpa harus mememberitahukan kepadanya


Naura lalu segera keluar dari rumahnya, dan tak lama kemudian mobil Hani juga datang dan berhenti tepat didepan Naura.


Azzar yang melihat kehadiran Mobil Hani dan langsung merasakan akan ada sesuatu yang akan terjadi.


"Ini untu sewa hari ke 2 ya" Ucap Hani lalu mengibaskan selembar uang merah didepan wajah Naura dan kemudian menjatuhkannya


"Oops Maaf, uangnya lepas" Ucapnya sambil tersenyum sinis "Yuk Mas, tinggalin saja perempuan sombong itu. dia sudah menjual mas Azzar dengan harga 100rb setiap harinya" Ucap Hani


Naura yang mendengar ucapan hani itu seketika darahnya mendidih. tampak raut wajahnya penuh dengan amarah. Azzar melihat perubahan wajah Naura yang begitu marah dan emosi.


"Selama ini aku sudah sabar menghadapi kamu Han. sampai hal yang sangat keji pun saya sudah maafkan tapi sekarang kamu mulai memancing amarah aku lagi" Ucap Naura yang mendekati Hani


"Ra, Kamu jangan Nekat" Ucap Azzar memperingati


"Kesabaran saya sudah habis karena perempuan sialan ini" Teriak Naura lalu mencekik leher Hani hingga Hani sulit bernafas.


"Naura, Istigfar, kamu tidak boleh main kasar" Ucap Azzar lalu melepaskan Tangan Naura dari leher Hani


"Siapa yang menjual mas Azzar Hah" Teriak Naura. "Kamu yang datang kesaya dan mengemis-ngemis meminta Azzar untuk jadi sopir kamu tapi kamu malah menuduh saya yang tidak-tidak. Ini ambil uang kamu. saya tidak butuh" ucap Naura dengan nada keras sambil melemparkan uang Hani yang sudah remuk tepat dimukanya kemudian mendorongnya hingga jatuh ke tanah.


"Sudah Ra, redamkan emosi kamu" Ucap Azzar yang sudah memegang Naura. tampak wajah Naura masih penuh dengan Amarah seperti mau menerkam mangsanya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Tomi yang sudah mendekati Naura


"Maaf Om, saya hanya ingin menjauhkan Mas azzar dengan Naura. karena saya tau Mas Azzar suka sama Naura" ucap Hani yang mengelus lehernya yang sudah memerah


"Bawa perempuan ini kekantor polisi pa, dia sudah menyuruh premen untuk memperkosa Naura" Ucap Naura sangat lantang


"Apa? kueang ajar sekali kamu?" pekik Tomi


"Nggak Om, itu nggak benar. saya nggak pernah melakukan itu" ucap Hani yang membela dirinya


"Telpon polisi saja Om. saya masih menyimpan bukti-buktinya" geram Azzar atas sikap Hani yang terlewat batas


Tomi dan sarah memegang tangan Hani yang hendak kabur. sopir hani disuruh pulang untuk memberitahukan kepada keluarga Hani.


"Kalian pergi saja kesekolah. biar wanita ini menjadi urusan mama dan papa" Ucap Sarah yang masih memegang tangan Hani


"Baik tante. kalau begitu saya kesekolah dulu. dan saya juga siap jadi saksi. setelah mengantar Naura saya kan langsung ke kantor polisi" Jawab Azzar

__ADS_1


Azzar membawa naura masuk kedalam mobil. dia tidak melepaskan tangan Naura sebelum Azzar memastikan kalau Naura tidak berbuat nekad lagi. setelah sudah aman, Azzar berrgegas masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya untuk meninggalkan masalah yang terjadi.


Didalam mobil, Naura hanya diam dan tampak di wajahnya masih menyimpan kekesalan kepada Hani.


"Mas minta maaf sama kamu ya" Ucap Azzar ketika mobilnya sudah berhenti tepat didepan sekolah Naura


"Aku juga minta maaf" Ucap Naura yang membuat Azzar heran mendengar jawaban Naura


"Maaf kenapa?" Tanya Azzar


"Karena saya sudah membuat perjanjian tanpa meminta persetujuan dari kamu dulu" ucapnya sambil menunduk


"Ehm, Tidak masalah. disini saya minta maaf karena kemarin saya sudah bentak kamu sampai kamu menangis. saya sangat bersalah sama kamu"Ucap Azzar yang membuat Naura kaget dan langsung menoleh kearah Azzar


"Dari mana mas tahu? apakah Fani yang cerita?" Tanya Naura


"Mas lihat sendiri kemarin. sampai kamu juga bilang Mas kasar. saya minta maaf ya"


"Iya Mas" Jawab Naura malu karena ketahuan menangis


"Ini" Azzar menyerahkan 2 tangkai bunga mawar yang 1 layu dan yang 1 masih segar. Naura langsung menerimanya


"Loh kok 2 mas?" Tanya Naura


"Iya. yang 1 itu bunga kemarin. yang 1 lagi untuk hari ini. saya mau setiap hari kamu menerima mawar dari saya. maaf yang 1 nya sudah layu"


"Tidak apa mas. Masih indah kok. Terima Kasih Ya" Ucap Naura yang tersenyum mendengar ucapan Azzar. dia lalu memandang bunga itu dan menciumnya


"Iya sama-sama. Seindah kamu yang sudah berpakaian sopan. saya suka penampilan kamu seperti ini" Puji Azzar


"Hanya seperti ini Mas sudah senang?" Tanya Naura


"Iya" Jawabnya tersenyum


"Kalau lebih dari ini?"


"Maksudnya?"


"Tidak ada. Naura Masuk dulu ya. Hati-hati dijalan" Naura lalu keluar dari mobil dan lalu berlari kedalam sekolahnya sambil memeluk mawar pemberian Azzar


"Apa Maksudnya ya?" Tanya Azzar pada dirinya.


....................................................................................


...Ceritanya Makin seru kan!!!...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk Like, Coment, dan Vote ya....


...Terima kasih 😍😍...


__ADS_2