Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Mendapat Hidayah


__ADS_3

setelah semua peralatan yang mereka bawa sudah dikemas dan juga Fani bersama Naura sudah mengganti pakaiannya, mereka semua bergegas pulang karena waktu sudah menjelang sore.


"Kita nanti mau lewat mana? lewat bukit lagi?" Tanya Naura yang melihat Azzar yang melihat arah jalan disekitar nya


"iya. sepertinya sudah tidak ada jalan lain. kita harus lewat bukit lagi"


"kalau saya sih nggak masalah, kalau begitu kita langsung jalan saja soalnya tidak lama lagi sore nih" Lanjut Fani


Mereka melanjutkan perjalannanya menuju mobil mereka yang kembali melewati bukit. diperjalanan, Fani dan Naura tampak masih segar sedangkan Azzar sudah mulai berkeringat saat diperjalanan. melihat wajah Azzar yang sudah mulai basah karena keringat, Naura memberikan handuk kecil yang ada didalam tasnya


"Mas Pake ini" ucap Naura yang memberikan handuk kecil kepada Azzar.


Azzar kemudian mengambil handuk itu dan dengan ragu mengelap keringatnya dengan hati-hati.


"Sudah sini" Ucap Naura kemudian menarik handuk dari tangan Naura kemudian mengelap wajah Azzar yang sudah basah karena keringat dengan sangat cepat


"Gimana Sudah kan?" Lanjut Naura yang kemudian memasukkan handuk itu kedalam tasnya.


Azzar yang hanya diam melihat tingkah Naura itu yang tidak ada lembut-lembutnya.


"Ih Naura, Kamu nggak ada Lembut-lembutnya banget sih. harusnya itu kalau ngelap keringat itu harus pelan-pelan dan lembut. pake perasaan dong" Ucap Fani yang kemudian juga memperagakan di wajahnya. Azzar hanya tersenyum mendengar ucapan Fani


"Kita itu harus menjaga privasi nya sebagai ustadz Fan. yang penting kan nggak bersentuhan. nanti jika bersentuhan kan jadi dosa" Jawab Naura


"Tidak Mesti ustadz lalu seperti itu. yang bukan ustadz juga nggak boleh seperti itu" Lanjut Azzar tersenyum


"Tuh dengar. kasar-kasar sama orang juga itu berdosa loh" Lanjut fani


"iya -iya Maaf. ayok lanjut lagi sudah mau sore nih" Ucap Naura kemudian lebih dulu berjalan didepan meninggalkan Fani dan Azzar dibelakang.


"Terima kasih ya atas perhatiannya" Ucap azzar yang membuat Naura menghentikan langkahnya dan lalu menoleh kebelakang dengan senyum dan kembali berjalan kedepan


Fani hanya bisa tertawa melihat tingkah Naura dan Azzar yang malu-malu kucing itu. sebenarnya mereka berdua saling mencintai namun masih malu untuk saling mengakui


"Hati-hati Ra, jangan sampe kamu jatuh lagi. Mas azzar nggak ada didepan loh" teriak Fani yang sudah agak jauh berjalan didepannya. mendengar ucapan Fani, Azzar hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kocak mereka berdua.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka tiba diparkiran mobilnya. mereka lalu memasukkan semua barang bawaannya kedalam bagasi lalu masuk ke dalam mobil.


"Didepan nanti ada masjid. kita singgah dulu ya, soalnya saya mau shalat Ashar dulu" ucap Azzar kepada Fani dan NAura yang sudah berada diatas mobil.

__ADS_1


"silahkan mas" Ucap Fani dan Naura hanya menunduk malu karena tidak sama sekali shalat


Azzar lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan hati-hati. hingga mereka mendapatkan masjid. mereka berhenti sebentar dimasjid itu. setelah Azzar sudah melaksanakan shalat Azzar, mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi.


Azzar melewati jalan berbatu. ditengah perjalanan Azzar merasakan mobilnya seperti oleng.


"Kenapa Mas?" Tanya Fani dan Naura


"Sepertinya Ban mobil kempes, kalau begitu saya cek dulu ya. kalian diatas saja tidak usah turun" Ucap Azzar kemudian memberhentikan mobilnya disisi kiri jalan dan turun mengecek mobilnya


"Sepertinya Ban mobilnya perlu di ganti. kalian turun dulu ya" Ucap Azzar kepada Fani dan Naura


"Baik Mas, tidak masalah" Ucap Fani dan kemudian turun bersama Naura.


"Ada yang bisa dibantu mas?" Tanya Naura yang melihat Azzar menggangi ban mobilnya


"Nggak usah kalian duduk saja. tapi jangan jauh-jauh ya" ucap Azzar kepada Fani dan Naura karena posisi mereka berada ditengah Hutan.


Matahari tak lama lagi terbenam dan pemasangan mobil tak lama lagi selesai terpasang. darj arah berlawanan tampak sepeda motor mengarah ke posisi mereka. menghindari hal yang tidak diinginkan, Azzar menyarankan Fani dan NAura untuk masuk terlebih dahulu keatas mobil.


"Kalian berdua naik lebih dulu diatas mobil ya, ban nya sudah terpasang sisa pemasangan Baut saja" perinta Azzar


Tak lama Fani dan Naura masuk kedalam mobil, 2 pemuda yang mengendarai motor tiba dan berhenti di dekat mobil mereka. Azzar hanya bisa siap siaga jika nanti mereka melakukan hal yang tidak diinginkan.


"Kenapa Bang" Ucap pria itu


"Ini ganti Ban mobil saja bang. tadi Ban nya bocor" jawab Azzar


"Ooh iya Bang. disini memang sering terjadi seperti itu jadi hati-hati saja"


"Maksudnya terjadi apa ya bang? perampokan begitu?" Tanya Azzar


"Bukan perampokan tapi lebih mengarah ke yang kasat mata bang"


"Maksudnya Hantu"


"Iya, jadi saya sarankan kalau besok-besok kesini lagi nggak usah lewat sini, lebih baik cari alternatif jalan lain"


"Ohh iya bang. terima kasih atas sarannya"

__ADS_1


"Iya sama-sama bang. lebih baik cepat pulang Bang takutnya nanti makin gelap. kalau begitu saya tinggal ya soalnya masih ada urusan" ucap pemuda itu dan lalu melanjutkan perjalanannya


"Iya bang ini sudab beres kok. Terima kasih banyak" Ucap Azzar kemudian mengeraskan Baut Ban mobilnya.


Ketika semua baut sudah terpasang dengan baik, Azzar masuk kedalam mobil dan melanjutkan kembali perjalanannya dengan cepat membelah gelapnya malam menggunakan lampu mobilnya.


"Kalian telpon orang tua kalian dulu ya. bilang kalau kita sudah diperjalan pulang. tadi ban bocor jadi agak telat sampenya" Ucap Azzar


"Saya sudah mas, kalau kamu Ra bagaiman?" ucap Fani lalu menoleh ke Naura


"Saya juga sudah" jawab Naura


"Jawaban mama apa" tanya Azzar


"Asal masih sama..." ucap Naura dan tidak mau melanjutkan ucapannya. karena pesan dari mama Naura "Asal masih sama Nak Azzar tidak masalah. dia anak yang baik. saya percaya sama dia".


"Sama apa?" Tanya Azzar lagi


"Sama kalian berdua" Jawab Naura dengan cepat


"Oooh. kalian sudah lapar ya? nanti kalau sudah sampai dikota kita singgah beli makan ya. sekalian tungguin saya mau shalat magrib dan isya dulu" Ucap Azzar


"bukannya shalat Magrib sudah selesai? apalagi adzan shalat isya juga sudah terdengar tadi" tanya Naura


"Iya kan kita nggak sengaja meninggalkan shalat. jadi nanti untuk shalat magrib saya kaza saja" lanjut Azzar


"memangnya kalau pergi kemana-mana memang harus shalat ya?"


"iya. karena itu sudah kewajiban kita sebagai umat muslim" Ucap Azzar yang hanya tersenyum bahagia mendengar Naura yang antusias dalam bertanya soal agama


"Kalau tidak shalat gimana?"


"berarrti kita tidak mau menghadap ke Allah. karena Shalat itu sebagai penghubung kita kepada Allah"


"Tapi kalau kita tidak tau bacaan shalatnya gimana? apa kita berdosa?"


"Tergantung. kalau dia sudah berusaha belajar namun masih juga belum bisa pasti Allah memaafkan. tapi kalau mereka membiarkan dirinya dalam kebodohan ya shalatnya pasti tidak sah."


Naura hanya terdiam mendengar penjelasan Azzar yang begitu sangat detail. Naura merasa sangat berdosa karena selama ini tidak pernah melaksanakan shalat. bahkan surah AlFatiha saja masih kadang lupa.

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2