
"Memangnya kamu belum bisa bacaan shalat?" Tanya Azzar
"Bisa tapi agak lupa sedikit" Ucap Naura yang kemudian menundukkan kepalanya karena Malu.
"hehehe tidak usah malu, tapi kalau kamu mau belajar lagi nanti saya bisa bantu kamu" ucap Azzar sambil tersenyum melihat tingkah Naura yang malu
"Eh kalau begitu saya juga ikut" sambung Fani yang berbicara di tengah-tengah percakapan Azzar dan Naura
"Boleh, kalian juga bisa ajak teman kalian yang lain" Lanjut Azzar
"Kalau ajak Hani boleh?" ucap Fani yang membuat mata Naura melotot atas ucapan Fani
"Kalau Hani mending nggak usah diajak dulu. nanti kalian nggak fokus belajarnya karena ocehannya" Canda Azzar
"Ih mas Azzar sudah mulai jelek-jelekin orang. dosa loh" ucap Fani yang membuat Azzar tertawa.
"Tapi sebenarnya Hani itu tidak cerewet sih. tapi sepertinya Hani itu suka sama mas Azzar dan mau miliki mas Azzar sepenuhnya makanya dia seperti itu" Lanjut Fani
"Mas tidak mau sama dia"
"Kenapa Mas? kan dia cantik dan seksi lagi"
"Saya sukanya sama gadis Shaliha" Ucap Azzar sambil melirik kaca didalam mobilnya yang tepat mengarah ke Naura.
"insya Allah Aku sudah merebut hatinya, sisa cara saya untuk mengajarnya lebih dekat dengan Allah" Batin Azzar
Mendengar ucapan Azzar tentang tipe wanita idamannya itu, sontak hati Naura seperti diremuk. rasanya Naura ingin menangis. Naura hanya berpikir kenapa selama ini Azzar selalu mengejar-ngejarnya padahal Naura bukan gadis yang shaliha. apakah Azzar hanya ingin menjadikan Naura pelampiasan saja atau hanya ingin memperhatikan hatinya.
Tak ada obrolan lagi setelah itu. Naura hanya diam dan hanya melihat terus kearah luar. dikepalanya banyak sekali muncul pertanyaan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka singgah di warung makan untuk makan malam sekaligus beristirahat. Azzar lalu mencari tempat ibadah untuk segera melaksanakan shalat yang sudah dia lewatkan.
"Kalian makan dulu saja ya. langsung pesan saja. saya shalat dulu"
"iya Mas" Ucap Fani dan Naura hanya diam
Fani dan Naura memesan makanan dan langsung melahapnya hingga habis tak tersisa. tak lama setelah mereka makan, Azzar juga datang ke warung itu. Azzar hanya memesan sebungkus makanan untuk dia bawa pulang karena akan terlalu laama lagi jika makan ditempat dan lalu membayar semua makanan termasuk yang sudah dipesan oleh Naura dan Fani
"Loh kok mas Azzar yang bayarin sih. kan kami bisa bayar sendiri?" Tanya fani yang tidak enakan sama Azzar
"Nggak apa. Ayok kita pulang. malam sudah semakin larut. biar kalian juga nanti bisa cepat istirahatnya" Jawab Azzar yang kemudian melangkah bersama masuk ke dalam mobil
Azzar melajukan mobilnya dengan cepat agar bisa segera sampai dirumah. Azzar mengantar Fani terlebih dahulu lalu Naura. setibanya di depan rumah Naura, Naura tiba-tiba bertanya sebelum dia turun dari mobil.
"Mas, Apa boleh saya bertanya?" ucap Naura yang sudah sejak tadi menghantui pikirannya
"Iya tanya saja. Insya Allah mas akan jawab" jawab Azzar yang langsung membalikkan badannya menghadap ke Naura
Mendengar pertanyaan Naura, hati Azzar begitu bahagia karena itu menandakan bahwa Naura sudah mulai menyukainya. sisa menunggu waktu yang tepat untuk bisa merubahnya menjadi gadis Shaliha seutuhnya
"Memangnya Mas salah kasi kamu mawar?" Tanya Azzar dengan lembut kepada Naura
"Tidak ada yang salah sih. tapi kenapa? padahal saya jauh dari kata shaliha. shalat saja masih bolong-bolong" ucap Naura yang menunduk malu
"Karena hati mas berkata kamu akan menjadi gadis Shaliha. Mas yakin kelak kamu akan mngerti tentang agama, hanya saja kamu belum menemukan orang yang tepat untuk membimbing kamu" Jawab Azzar tersenyum menatap ke arah Naura.
"Terima kasih penjelasannya. Kalau begitu saya masuk dulu mas. Selamat malam" Ucap Naura lalu turun dari mobil
"Selamat malam juga" ucap Azzar
__ADS_1
Tak lama kemudian orang tua azzar keluar dari dalam rumah menjemput Naura yang baru tiba. melihatnya ada diteras rumah, sontak Azzar juga turun dari mobil dan menghampiri mereka.
"Sudah pulang kalian" Tanya Tomi
"Maaf Om pulangnya telat. tadi dijalan Ban mobil saya kempes. untung saja ada Ban cadangan jadi bisa langsung ganti" jelas Azzar
"Iya, tadi mama nya Naura juga sudah bilang kok" Ucap Tomi yang tersenyum kepada Azzar
"Ra, kamu masuk dalam ganti baju kamu, dan langsung makan" Ucap Sarah yang kemudian Naura masuk kedalam rumah
"Nak Azzar masuk juga ya. makan dulu" Ajak Sarah kepada Azzar
"Terima kasih banyak tante. tadi sudah beli makan dijalan"
"Oooh iya, tapi kamu tidak masuk dulu" Tanya Sarah lagi
"Nggak usah tante. saya mau pamit dulu saja. karena besok pagi masih ada jadwal mengajar juga. Kalau begitu saya pamit dulu ya Tante Om Assalamualaikum. Ucap Azzar lalu pergi meninggalkan rumah Naura menuju pulang kerumahnya
"Waalaikum salam. Hati-Hati ya dan terima kasih banyak" Ucap Sarah dan kemudian masuk kedalam rumah.
Naura masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. setelah semua sudah selesai, Naura kembali mengingat atas ucapan Azzar tadi
"Kenapa saya sangat kecewa saat Mas Azzar bilang menyukai gadis shaliha? apakah saya sudah jatuh cinta sama dia?" batin Naura yang kemudian mengambil handuk kecil yang ada didalam tasnya.
Handuk kecil itu dia lihatnya dengan penuh perasaan dengan banyak pertanyaan diatas kepalanya
"Tapi mas azzar bukan tipe aku. dia itu hanya seorang pengangguran yang tidak punya masa depan sama sekali. dia mendekati saya dengan melamar menjadi sopir saya. sangat aneh" Lanjutnya
"Naura tidak boleh jatuh cinta sama cowok pengangguran. saya tidak boleh jatuh cinta hanya karena menerima mawar dari dia. bisa saja kan mawar itu dibeli dari harta orang tuanya?" ucap Naura yang menarik nafasnya dalam-dalam dan merebahkan badannya diatas tempat tidurnya
__ADS_1
Naura memilih untuk tidur agar tidak berlarut-larut memikirkan semua tentang Azzar.
...................................................................................