Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Nembak


__ADS_3

Naura berjalan menuju kelasnya, dari jarak jauh, Naura melihat Fani yang juga sudah memakai jilbab yang sudah duduk disebelah kursinya


"Faniiiiii" Teriak Naura yang datang memeluk Fani


"Hussttt, masa gadis Shaliha teriak-teriak sih" Ucap Fani lalu meletakkan jarinya di bibir Naura.


"iya, saya minta maaf ya. habisnya saya senang banget lihat kamu pake jilbab. sangat cantik" puji Naura


Mendengar ucapan Naura, Fani hanya menarik nafas dan kembali menunduk.


"Kamu kenapa Fan, kelihatannya kamu sangat sedih ya?" Tanya Naura Serius


"Kita disekolah tidak lama lagi kan Ra?"


"Iya, kurang lebih 5 bulan lagi, emangnya kenapa?"


"Mama menyuruh aku untuk melanjutkan kuliah diluar negeri Ra" ucap Fani dan lalu meneteskan air matanya


"Wah, bagus dong. kok kamu malah nangis sih?"

__ADS_1


"Kalau saya pergi berarrti saya akan pisah sama kamu Ra. Kamu kuliah keluar negeri juga ya sama aku" Fani bujuk Naura


"dasar kamu cengeng. nggak usah dipikirkan dulu. masih lama juga kok. yang jelas kamu itu tetap jadi sahabat saya selamanya" ucap Naura lalu memeluk Fani


"Terima Kasih banyak ya Ra, sudah mau jadi sahabat aku selama ini"


"Iya sama-sama. sudah hapus air mata kamu, nanti cantik kamu luntur loh" ucap Naura sambil menghapus air mata Fani dan membuat Fani tertawa


Tak lama setelah mereka ngobrol, tiba-tiba Arjun datang menghampiri Naura dan Fani


"Hay Naura, kenapa pakaian kamu sekarang seperti emak-emak?" Tanya Arjun yang seketika membuat Naura dan Fani emosi


"Dasar laki-laki cemen" ucap Fani yang membuat Naura tertawa terbahak-bahak


"kurang ajar banget tu anak. masa kita dibilang emak-emak. begitu sudah kalau di kepalanya hanya mesum saja" ucap Naura yang seketika membuatnya geli bersama Fani


Sore hari tiba, sesuai ucapan Azzar pagi tadi, ia langsung datang berkunjung ke rumah Naura. mereka berdua lalu duduk di kursi taman didepan rumah Naura sambil bercanda-canda.


"Tumben Mas Azzar ajak saya ketemu. ada apa ya mas?" Tanya Naura malu-malu

__ADS_1


"Mas cuma mau bilang kalau selama ini mas suka sama kamu dan mas mau melamar kamu untuk jadi istrinya mas" Ucap Azzar sambil membuka sebuah kotak merah dan meletakkan tepat didepan Naura


Naura yang kaget melihat tindakan Azzar seketika langsung gugup dan terkejut. matanya melotot dan tidak menyangka akan terjadi seperti itu


"Ta.. Tapi Mas, Saya belum jadi gadis shaliha. Naura masih belajar menjadi gadis shaliha" Ucap Naura Gugup


"Iya mas tahu. Tapi Mas sangat mencintai kamu. apa kamu mau menerima cintanya Mas?" Tanya Azzar sambil menatap dua bola mata Naura


Naura tidak mampu berkata-kata. dia hanya bisa mengangguk pertanda kalau dia terima cinta Azzar. entah sejak kapan muncul perasaan sukanya itu kepada Azzar. yang pasti saat ini Naura begitu mencintai Azzar dan dia sangat takut kehilangannya.


"Alhamdulillah, Mas akan segera melamar kamu. boleh kan?" Ucapnya yang begitu sangat bahagia.


"Jangan dulu mas, Tunggu Naura Tamat SMA dulu ya" Minta Naura


"Iya nggak apa, saya pasti akan menunggu kamu sampai kamu lulus SMA. setidaknya kamu sudah mau menerima cinta Mas"


"Terima kasih mas sudah mau mengerti saya"


"iya Sama-sama" ucap Azzar yang tak henti-hentinya mengucap syukur didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2