
Dilain tempat, Azzar yang sudah berada di Kairo Mesir, juga sangat kehilangan dan sangat merasa bersalah kepada Naura karena sudah meninggalkannya begitu saja. Hatinya juga begitu sakit karena apa yang selama ini dia perjuangkan hancur begitu saja karena belum mendapatkan restu dari Abinya. Namun ini semua dia lakukan agar syarat yang diberikan abinya bisa secepatnya dia selesaikan.
Dikamar setelah membaca Al-Quran, Azzar hanya bisa memandangi Foto Naura
“Maafkan aku Naura, Maafkan Mas yang sangat kejam sama kamu. Ini semua saya lakukan agar apa yang diperintahkan abi cepat say selesaikan” ucap Azzar yang hanya bisa mengelus foto Naura yang ada di layar ponselnya karena begitu merindukannya
“Zar, Kamu belu tidur?” Tanya Rangga teman sekamarnya
“Belum, kamu duluan saja” ucap Azzar dengan tersenyum
“Sebenarnya kamu kesini untuk apa? Padahal dulu saja kamu tidak mau banget keluar negeri Dan sekarang kamu malah mau tinggal lama disini” Tanya Rangga
“Ehm, jadi kamu tidak senang kalau saya disini” Canda Azzar
“Bukan begitu sih tapi kamu kan dari dulu nggak mau meninggalkan pesantren” jawab Rangga
“Semua karena Abi” ucap Azzar
“Dia yang menyuruh kamu kesini?”
“iya, Abi menyuruh saya kesini agar dia bisa membuktikan kalau gadis yang akan saya nikahi itu benar-benar muslimah apa tidak”
“Kamu yang sabar ya, saya yakin Abi kamu tidak bermaksud apa-apa. Dia hanya ingin terbaik buat kamu dan pastinya menikahi wanita yang baik” ucap Rangga sambil menepuk bahu Azzar
“Terima Kasih ya sudah mau menaampung saya disini untuk sementara waktu”
“Sama-sama. Kamu tidak perlu sungkan.selamanya juga kamu tinggal disini juga nggak apa kok”
“Sekali lagi terima kasih ya, mungkin saya hanya tinggal beberapa bulan saja disini. Setelah itu saya balik lagi ke Indonesia”
“Kenapa? Apa tidak masalah dengan abimu”
“Bukan pulang kerumah, tapi ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu agama aku” Rangga hanya tersenyum dan hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Azzar itu.
“Yuk kita keluar cari makan” ajak Rangga yang hanya dibalas anggukan oleh Azzar
Mereka menaiki mobil dan kemudian menuju restoran. Setibanya disana mereka lalu memesan makanan
__ADS_1
“Kamu mau pesan Nasi atau makanan lain?” Tanya Rangga
“Aku pesan makan lain saja, lagi malas makan nasi”
“Ya sudah, kalau begitu nih pesan saja apa yang kamu mau” ucap Rangga kemudian menyerahkan daftar menu makanan.
Azzar membuka lembaran demi lembaran menu itu. Hingga matanya tertuju pada Pizza yang sangat disukai Naura dan seketika hatinya begitu sakit ketika mengingat Naura lagi.
“Maafkan aku Ra” gumam Azzar sambil mengelus gambar pizza itu”
“Kamu nggak apa kan” Tanya Rangga karena melihat Azzar terlalu lama memperhatikan menu tersebut
“ooh Tidak. Aku pesan Pizza saja ya” ucap Azzar
“Oke” jawab Rangga dan akemudian memesan makanannya
Tak lama menunggu akhirnya pesanannyapun telah sampai. Lagi-lagi Azzar terkesima dengan hidangan restoran itu yang menyajikan pizza dan menaruh setangkai mawar merah di samping makanan mereka. Sontak Azzar mengusap kepalanya dengan kasar
“Kamu kenapa Zar?” Tanya rangga
“Aku tersiksa dengan bayangan wajah Naura”
“iya,”
“Kamu sabar ya, kamu harus kuat.dan kamu harus bisa berjuang supaya kamu cepat menemukan jalan jodoh kamu”
“Insya Allah” jawab Azzar
“Ayo habiskan makanan ini, biar kita bisa cepat pulang dan kamu bisa lebih cepat istirahat” pinta Rangga yang hanya dijawab anggukan oleh Azzar.
Azzar memakan beberapa potong pizza, setelah dia rasa cukup kenyang ia lalu beristirahat sejenak sambil membuka social media miliknya. Tanpa berpikir panjang, ia lalu mencari akun Naura. Alangkah kagetnya dia saat itu ketika akun media social Naura sudah tidak ditemukan lagi.
“Loh, kok sudah tidak ditemukan lagi ya? Ucap Azzar yang cukup keras hingga rangga pun juga mendengarnya
“Apanya yang tidak ditemukan Zar?” Tanya Rangga
“Akun social Naura”
__ADS_1
“Kok bisa? Apa mungkin dia blokir kamu?”
“tidak tau juga, tapi coba kamu cek diakun kamu. Kamu coba cari nama Naura?” perintah Azzar kemudian diikuti Rangga yang mencari nama Naura di aplikasi berwarna Biru itu
“Saya tidak dapat juga Zar” Ucap Rangga
“Apa dia menutup akunnya ya? Atau sudah ganti nama akun? Tanya Azzar
“Bisa jadi keduanya”
“saya yakin dia sudah tau kalau saya meninggalkannya. Dia pasti sangat marah dan kesal sama saya yang sudah pergi begitu saja tanpa 1 kata sama sekali” ucap Azzar yang tampak kecewa. Melihat Azzar seperti itu, Rangga hanya bisa mengangkat bajunya karena dia pun tidak tahu perjalanan cinta mereka.
“Kita pulang yuk?” ajak Rangga
“kamu sudah selesai makan? Tanya Azzar
“sudah, aku sudah kenyang. Yuk pulang” ucap Rangga yang menyelipkan uang di buku menu diatas meja lalu memanggil pelayan resto tersebut dan beranjak meninggalkan restoran itu.
Rangga dan Azzar naik kemobil dan pulang langsung ke kos mereka. Setibanya di Kos, Azzar lalu melaksanakan Shalat dan langsung merebahkan tubuhnya tanpa banyak bicaa dengan Rangga.
.....
Keeseokan harinya dirumah Naura
“Papa sudah tanyakan sama pengurus pesantrennya, katanya masih ada kamar yang kosong” Ucap Tomi kepada Naura yang duduk bersama dimeja makan
“Kapan Naura bisa kesana pa” Ucap Naura penuh semangat agar bisa melupakan semua kenangan yang ada dirumahnya itu
“Besok juga bisa, nanti Papa sama Mama yang antar kamu kesana ya” lanjut Tomi
“Alhamdulillah, Terima kasih ya Pa” ucap Naura
“Sama-sama sayang”
Setelah selesai makan malam, Naura langsung kekamarnya dan menyiapkan semua pakaian dan perlengkapan yang akan hendak dia bawa ke pesantren. Saat memasukkan pakaian kedalam koper, dia meliha barang-barang pemberian Azzar seperti Handuk dan sepatu berwarna pink tapi dengan cepat Naura menyingkirkan kembali barang itu agar tidak terlihat didepan matanya.
Setelah semua perlengkapannya sudah siap, Naura mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Fani. Mungkin itu pesan dia untuk beberapa bulan kedepan karena dia tidak akan pakai ponsel lagi setelah sampai dipesantren.
__ADS_1
Naura pamit kepada Fani karena waktunya sudah tengah malam. Fani sudah tidak melihat lagi pesan Naura namun Naura langsung mematikan ponselnya karena Naura takut Fani akan mempertanyakan hubungannya dengan Azzar dan jika hal itu diceritakan makan akan menguras air matanya lagi dan membuat hatinya semakin luka.