
Mereka kembali terdiam dalam mobil sambil menikmati perjalanan menuju Gunung Semeru. Pemandangan yang begitu indah tampak terlihat tatkala mereka memasuki kawasan perkampungan.
"Wah, Perkampungan ini bagus banget ya, Udaranya juga sejuk sekali Fan" Ucap Naura
"Iya Ra, Andai saja di kota udaranya seperti ini" jawab Fani yang sudah tidak dijawab Naura
"sebentar lagi kita memasuki jalan berbatu, pegangan ya" Ucap Azzar disela-sela pembicaraan Fani dan Naura.
"Tapi mobilnya masih bisa lewat kan?" Tanya Naura memastikan
"iya bisa. Tenang saja" Jawab Azzar
Mereka kembali terdiam diatas mobil. Azzar hanya fokus dengan mobil yang ia kemudikan hingga dia sampai di lereng gunung untuk memarkirkan mobilnya ditempat yang sudah disediakan.
"Kita sudah sampai" Ucap Azzar sambil memarkirkan mobilnya
"Barang bawaan dibawa semua nggak atau tidak usah?" Tanya Naura
"Memangnya kamu bawa apa saja?"
"Saya bawa bekal dan baju ganti"
"Kalau hanya itu Bawa saja semua. Saya kesana dulu beli tiket masuknya" Ucap Azzar menunjuk kearah loket
"Ok"
Azzar berjalan cepat untuk pergi membeli tiket untuk 3 orang. setelah dia sudah mendapatkan tiketnya, Azzar kembali menuju ke tempat Fani dan Naura
"apakah semua sudah siap?" Tanya Azzar
"Mobil gimana? sudah dikunci?"
"Sudah beres. ayok berangkat. Ikuti saya ya"
__ADS_1
Naura dan Fani berangkat untuk memulai pendakian. mereka berdua tepat dibelkang mengikuti jalan yang dilalui Azzar. ditengah perjalanan tanpa sengaja Fani melihat Sepatu Naura yang sangat Bagus
"Wah Ra, Sepatu baru ya? kamu jahat Ra, beli sepatu nggak ajak-ajak. coba kamu ajak pasti aku juga sudah beli itu" Ucap Fani yang membuat Azzar berbalik dan melihat kearah Sepatu Naura
Naura yang menyadari kalau Azzar memperhatikan sepatunya lalu melambatkan langkahnya agar sedikit lebih jauh dari Azzar.
"Ra, kok kamu jalannya melambat sih, buruan dong biar kita cepat sampai diatas" ucap Fani
"Bagus kok sepatu nya, desainnya juga seperti sepatu olahraga" sambung Azzar
"Ayo Cepat, Jangan jauh-jauh jalannya. Tetap bersama"
"Cie... Jangan jauh-jauh dariku, aku merindukanmu..." Canda Fani yang membuat Azzar dan Naura tertawa.
Mereka bertiga mempercepat langkahnya agar dapat lebih cepat tiba dilokasi. Tiba dilokasi, Nampak pemandangan yang sangat indah.
"Bagaimana Pemandangannya?" Tanya Azzar yang sudah tiba di puncak gunung
"Keren banget mas, Andai kita bisa naik ke puncak gunung yang itu pasti pemandangannya jauh lebih keren lagi" Ucap Naura yang menunjuk salah satu gunung diseberabgnya
Jawab Azzar meluruskan
"Gunung ini saja sudah sangat cukup bagi saya Mas azzar. kagum saya melihat keindahannya" lanjut fanj yang duduk ditanah sambil merentangkan kakinya.
"Silahkan kalian istirahat dulu, minum atau berselfi. jika sudah puas kita turun kesana. disana ada Air terjun. disana nanti kalian bisa mandi sekaligus makan siang" ucap Azzar yang menunjuk ke arah air terjun
"Oke" Jawab Naura dan Fani Bersamaan
Naura dan Fani berselfi ria, mereka bersenang-senang dan saling memotret satu sama lain. sesekali juga mereka tertawa bersama. dilain sisi Azzar hanya duduk menunggu Fani dan Naura sambil meminum secangkir kopi yang sudah dia siapkan dari rumahnya. setelah semua sudah puas menikmati alam dari atas bukit, mereka melanjutkan perjalanannya menuju air terjun yang sudah dijanjikan Azzar tadi kepada mereka.
"Tutunnya Hati-Hati. Jalannya sangat terjal. ini pegang talinya biar tidak terpeleset Nanti" Ucap Azzar sambil mengulurkan talinya
"Wah Mas Azzar perlengkapannya lengkap ya"Ucap Fani kagum
__ADS_1
"Itu karena ada Maunya" Lanjut Naura
Azzar hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Naura dan sesekali melihat wajahnya. memang benar apa yang dikatakan Naura. Azzar memang ada maunya melakukan ini agar dia bisa segera mendapatkan Hati Naura dan bisa segera membawanya kejenjang yang lebih serius.
Mereka bertiga turun dengan hati-hati menggunakan tali yang dipegang oleh Azzar. ketika Fani dan Naura sudah tiba dibawah, barulah Azzar juga turun kebawah.
"Sekarang kita menuju air terjun, harus hati-hati jalannya ya, karena jalannya licin"
mereka lanjut berjalan menuju air terjun yang dituju. selama perjalanan, Naura dan Fani saling bercanda dan tertawa lepas. hingga tak sengaja kaki Naura tersangkut di rumput yang berjalan yang membuatnya jatuh.
Namun Jatuhnya Naura tidak langsung ambruk ke tanah melainkan jatuh bersamaan dengan Azzar dengan posisi tubuh Naura diatas tubuh Azzar dan kepala Naura tepat dileher Azzar
"Maaf, saya tidak sengaja. kaki saya tadi tersangkut" ucap Naura dengan wajah memerah.
"Awww" pekik Azzar kesakitan saat Naura hendak berdiri menggunakan tangannya namun menekan perut Azzar.
"Maaf, Saya tidak sengaja" Ucap Naura Lagi
Fani yang melihat adegan Naura dan Azzar, bukannya membantu malah mengejek dan tertawa melihatnya
"Cie... Cie... Romantis banget sih. sepertinya sudah ada yang pengen nikah nih. untung saya ada jadi kalian tidak berani macam-macam" Ejek Fani
Fani sangat bahagia menggoda 2 orang muda mudi itu. Azzar kemudian bangkit dari jatuhnya setelah Naura telah berdiri.
"Kamu tidak apa kan?" Tanya Azzar
"Tidak apa kok, Maaf ya sudah merepotkan" Jawab Naura Malu
"arrgggh kenapa sih sampai jatuh, kan jadi malu. Mau ngomong juga tidak berani" Gumam Naura kesal. Naura menghargai prifasi Azzar sebagai ustadz. bagaimanapun. Azzar juga pasti selalu menjaga jarak.
....................................................................................
...Terima kasih sudah membaca Novel saya sampai tahap ini. ❤️❤️❤️...
__ADS_1
...Sekali lagi saya mohon ya kak, dukung saya dengan cara Like, Coment, share,dan Vote sebanyak-banyaknya ya agar saya selalu bersemangat nulisnya tiap hari. Terima kasih 😍😍😍...