Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Persetujuan


__ADS_3

Dengan perasaan penuh bahagia, Azzar bergegas pulang kerumah fan langsung menemui ibunya. Azzar akan menceritakan perkembangan hubungannya dengan Naura.


"Alhamdulillah Ummi, Naura sekarang sudah memakai pakaian muslimah tanpa suruhan Azzar" Ucap Azzar penuh bahagia


"Wah, Bagus itu Nak, Alhamdullah. terus bagaimana orang tuanya apa sudah taat agama juga?" Tanya umminya


"Kalau itu azzar belum tau ummi"


"Kalau begitu kamu bisa melamar jadi guru mengaji juga disana biar keluarganya bisa lebih dekat dengan agama juga" Usul umminya


"Benar juga ya ummi. baiklah nanti saya bicarakan dengan Naura juga. apalagi sudah tidak lama lagi jadwal antar jemput naura juga selesai jadi Azzar minta jadwal mengajar ngaji saja ya biar azzar bisa pantau mereka"


"Iya, kalau mereka cinta dengan agama bukan tidak mungkin abi akan setuju dan akan segera menerima hubungan kalian"


"Iya ummi terima kasih atas masukannya"


"Iya sama-sama Nak"


.....


Dirumah, Naura duduk diteras bersama dengan mamanya sambil menikmati secangkir teh dan gorengan yang dibuat oleh bibi.


"Ma, Naura mau bilang sesuatu" ucap Naura ragu


"iya bilang saja sayang" ucap Sarah yang sedang membaca majalah

__ADS_1


"Mas Azzar katanya mau melamar Naura Ma" ucap Naura hati-hati takut mamanya marah


"Serius sayang?" Tanya Sarah heran


"Iya ma, tapi Naura jawab ingin selesaikan sekolah dulu nanti jika sudah selesai baru boleh melamar"


"Alhamdulillah, saya pikirnya harus bulan ini lamarannya. sayang banget kalau kamu mesti putus sekolah"


"Tapi kan sama saja ma, saya nggak bisa kuliah juga nantinya"


"Kuliah gampang sayang. setelah nikah juga bisa kuliah kok"


"Mama setuju kalau Naura berhubungan dengan Mas azzar?"


"Pastilah sayang mama setuju. Nak Azzar itu orangnya baik dan dia sudah sangat banyak merubah kehidupan kita. jadi tidak ada penolakan untuk dia. lihat saja kamu sudah berhijab seperti ini. Mama makin bangga sama kamu sayang"


"bahagia sih bahagia tapi nggak usah peluk mama kencang-kencang begitu dong. mama jadi sesak nafas" ucap sarah bercanda


"hehehe iya ma maaf"


"Oh iya, Nak Azzar kan guru ngaji ya? coba tanyain ke dia, apa mau jadi guru ngaji buat kita dirumah" Tanya Sarah kepada Naura


"Iya Ma nanti Naura coba tanya ke mas azzar"


Keesokan harinya, seperti biasa azzar masih menjemput Naura untuk berangkat kesekolah. disisa-sisa akhir pekerjaannya menjadi sopir, Azzar mengupayakan untuk fokus membahas agama bersama Naura.

__ADS_1


"Mas Azzar" Tanya Naura yang duduk dibelakang kursi azzar


"Iya Nona shaliha" ucap Azzar dan lalu berbalik melihat Naura


"Mama tadi bertanya. apa mas azzar mau jadi guru ngaji dirumah?" tanya Naura


"Mama kamu minta mas untuk jadi guru mengaji pribadi?" Tanya Azzar lagi untuk memastikan. padahal kemarin azzar dan umminya membahas hal ini juga. namun seketika di ijabah oleh Allah secepat itu


"Iya mas"


"Mas mau sekali Ra, kapanpun mama kamu siap pasti mas bisa kok"


"Terima kasih ya mas. nanti saya samapikan ke mama"


"Iya. Kalau begitu kita langsung berangkat ya. nanti nona shaliha telat masuk sekolahnya"


"Hehehe iya mas"


Naura melajukan mobilnya, setiba disekolahnya seperti biasa Azzar menyerahkan setangkai bunga mawar kepada Naura.


"Belajar yang rajin ya, biar nanti lulusnya dapat nilai bagus" ucap azzar sambil menyerahkan setangkai mawar


"Iya mas. terima kasih ya. kalau begitu saya masuk dulu" ucap Naura sangat ramah sambil menerima mawar pemberian Azzar


Naura sangat rajin belajar agama. selain disekolah, ia juga selalu mengikuti dakwah melalui media sosial. Tomi dan Sarah juga seperti itu. mereka sudah selalu memakai pakaian yang tertutup dan sopan.

__ADS_1


Azzar telah memantapkan dirinya untuk melamar Naura. dia yakin kalau Naura adalah gadis yang terbaik untuk menjadi pendamping hidupnya. dia tinggal meyakinkan kepada abinya kalau wanita pilihannya benar-benar wanita shaliha.


__ADS_2