
Keesokan Harinya
"Kamu sudah siap sayang?" Tanya Tomi kepada Naura dengan memakai pakaian syar'i dan membawa tas dan Koper
"Sudah Pa"
"Nanti kalau kamu sudah disana, jaga kesehatan kamu ya jangan sampai kamu sakit sayang" Pesan Sarah kepada anak semata wayangnya itu.
"Iya Ma, Pasti Naura akan menjaga diri Naura Kok" Ucap Naura dengan senyum yang terpaksa
"Ya sudah yuk, kita berangkat sekarang" ajak Tomi sambil mengangkat tas dan koper naura kedalam mobil.
Sopir sudah bersiap didalam mobil, Tomi lalu duduk didepan sedangkan Sarah dan Naura duduk dibelakang.
Sepanjang perjalanan, Sarah terus menggenggam tangan Naura. Sebenarnya Sarah tidak rela berpisah dengan anak semata wayangnya itu. tapi mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi keputusan Naura yang harus dipenuhi
Tidak terasa mereka tiba di pesantren pilihan Naura itu. tempat dimana Naura akan belajar agama sekaligus Move on dari Azzar. mereka lalu masuk bertemu dengan pemilik pondok pesantren itu.
"Assalamualaikum" Ucap Sarah
"Waalaikum Salam Bu, Silahkan masuk" ucap istri pemilik pesantren itu
"Perkenalkan Ustadzah, ini Anak saya Naura yang akan saya daftarkan di pondok pesantren ini" Ucap Tomi
"Oh Iya, Kalau begitu kamu langsung kedalam ya lihat2 kamar kamu dulu. Nanti ada Uztadzah Sari yang akan mengantar kamu. Tunggu sebentar saya panggilkan" Ucapnya lalu brgegas memanggil Ustadzah Sari.
Tak lama kemudian mereka datang bersamaan
"Perkenalkan ini Ustadzah Sari, dia ini salah satu santri kepercayaan kami disini. jadi dia yang akan mengantar kamu melihat kamar dan sekitar pondok ya" Ucap Istri pemilik pondok pesantren itu.
"Maaf kalau saya tidak salah, kamu Sari teman SMP saya kan?" Ucap Naura ketika melihat wajah Sari
"Kamu Naura Salsabila?" ucap sari yang juga kaget melihat Naura
"iya" Lanjut Naura begitu bahagia bertemu dengan teman lamanya.
"Ra, kamu kenal dengan ustadzah Sari?" Tanya Sarah kepada Naura
__ADS_1
"Iya Ma, Sari ini teman baik Naura selama di SMP"
"ooh Begitu," Sarah Manggut-Manggut
"ustadzah Sari ini sudah 4 tahun lebih di sini. karena dia masuk kesini setelah tamat SMP. dan saya snagat senang jika kalian sudah saling kenal" ucap Istri pemilik pondok pesantren itu
"Kalau begitu Sari ajak Naura kedalam ya Umi, biar Naura juga bisa cepat istirahatnya" Ucap Sari
"Iya Silahkan"
Sarah Diizinkan ikut bersama Naura kedalam pondok pesantren putri itu untuk melihat fasilitas yang akan dipakai anak semata wayangnya itu. sedangkan Tomi menunggu sambil berbincang dengan pemilik pondok pesantren itu.
"Jadi inilah nanti jadi Kamar Naura. itu ada ranjang kosong. Oh iya, kamu nanti jangan kaget ya kalau dipanggil Ustadzah. karena semua santri disini akan memanggil kita dengan sebutan Ustadzah" Ucap Sari
"Baiklah"
"Bagaimana kamarnya? Kamu suka? kalau kamu mau pindah nanti setelah akhir tahun hijriah ya, soalnya kakak letting kita sudah tamat pastinya akan banyak kamar yang kosong. jadi kamu disini dulu ya. saya juga dikamar ini kok" Ucap sari
"Boleh Kok ini, tempatnya juga bersih dan nyaman" Ucap Sarah yang melihat sekeliling kamar yang akan ditempati oleh Naura dan teman-temannya
"Iya Ma, Naura juga merasa cocok disini" lanjut Naura
"Mama pamit dulu ya sayang. jaga kesehatan kamu. jika kamu sakit bilang sama teman kamu agar mereka bisa berkabar kepada ummi dan mama. agar mama dan papa bisa datang jenguk kamu" ucap Sarah sambil memeluk Naur
"Iya Ma, Naura pasti akan baik-baik saja" ucap Naura
"Ayok kita kedepan, sekalian pamit dengan papa kamu juga" ucap Sarah
Mereka lalu kedepan dan bertemu dengan Tomi
"Gimana Ma? kamar Naura dan persiapannya sudah siap?" Tanya Tomi
"Bagus Pa, Tempatnya Nyaman, rapi dan bersih banget" Jawab Sarah
"Alhamdulillah, Kalau begitu kita pulang dulu, agar nanti kita tidak telat dijalan" Ucap Tomi
"Iya Pa"
__ADS_1
Naura memeluk dan mencium tangan mama dan papanya. Sarah sangat ingin menangis tapi dia tahan didepan Naura agar Naura bisa Fokus belajarnya.
"Kami pulang dulu ya, Assalamualaikum" Ucap Sarah dan kemudian masuk kedalam mobil bersama Tomi
"Iya ma Pa, hati-hati" Ucap Naura yang tampak sedih.
Mobil orang tuanya berjalan keluar dari pesantren. Naura hanya melambaikan tangannya kearah mobil hingga mobil tersebut tidak terlihat lagi.
"Ayok kita masuk kedalam lagi" Ajak Sari
"Baik Ustadzah, maaf sudah buat menunggu"
"panggil Sari saja kalau untuk kita berdua"
"Jangan ah, Nanti jadi kebiasaan" Ucap Naura sambil tersenyum
Mereka berdua masuk kedalam pondok dan menuju ke kamar mereka. Naura membereskan dan menyusun pakaiannya kedalam lemari yang dibantu juga oleh Sari. mumpung santri lain masih di kelas pengajian, sehingga mereka berdua masih leluasa bergerak.
........
Diperjalanan Pulang
"Pa, Apa sebaiknya kita cari rumah yang tidak jauh dari tempat pesantren Naura ya?" ucap Sarah yang masih belum bisa jauh dari Naura
"Rumah?" Tanya Tomi kaget
"iya pa, kalau kita punya rumah disana kan kita tidak jauh-jauh lagi jenguk Naura. lagian kita juga kalau kerja sering keluar kota kan" Pungkas Sarah
"Papa pikir-pikir dulu ya ma" Ucap Tomi yang belum bisa mengambil keputusan secepat itu
"Atau kalau papa tidak mau beli rumah, kita bisa menyewa rumah saja. Sampai Naura selesai belajar dipesantren" Bujuk Sarah lagi
"Lalu bagaimana dengan Rumah kita?, Sayang kan kalau rumah itu kosong"
"Kan ada Asissten kita pa. biar dia yang menjaga dan merawat rumah kita"
"Papa pikir-pikir dulu ya ma baik buruknya"
__ADS_1
"nggak akan ada buruknya kok pa. malahan itu lebih baik karena mama bisa jenguk Naura tiap hari pa"
"Tetap saja Ma, Papa harus pikir matang-matang rencana mama ini agar tidak terjadi penyesalan nantinya" Jawab Tomi yang membuat Sarah terdiam.